Penjual Sate Asal Kecamatan Modung Tega Mencabuli Anak di Bawah Umur dan Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara

Bangkalan || Targetnews.id – Polres Bangkalan berhasil mengamankan Warga Kecamatan Modung berinisial MF (21) berprofesi sebagai penjual sate atas pencabulan anak di bawah umur dengan kekerasan berstatus pelajar berinisial S (14), terbongkarnya perbuatan yang tidak terpuji tersebut berawal dari laporan seorang ibu rumah tangga.

Kapolres Bangkalan AKBP Alith Alarino, S.I.K mengungkapkan bahwa Satreskrim berhasil mengamankan tersangka pencabulan dengan kekerasan di bawah umur

“Kami sampaikan disini Poles Bangkalan khususnya Satreskrim Polres Bangkalan yang menangani kasus persetubuhan anak di bawah umur dengan kekerasan telah berhasil kita amankan,” ungkapnya.

Alith sapaannya juga memaparkan kronologi kejadian tersebut, bahwa antara korban dan pelaku bermula dari perkenalan di Media Sosial (Medsos) hingga si pelaku tega melakukan tindakan pencabulan dua kali.

“Dapat kami jelaskan disini ada 2 peristiwa kejadian persetubuhan anak di bawah umur dengan kekerasan, yang pertama terjadi pertemuan di daerah Kecamatan Tanah Merah pada Tanggal 26 Juli 2021, Kejadian ke 2 terjadi pada Tanggal 2 Agustus 2021 setelah berjanjian si tersangka menjemput korban dan di ajak ke rumah tante tersangka di daerah Kecamatan Modung, dirumah itulah TKP (Tempat Kejadian Perkara) terjadinya persetubuhan dengan kekerasan pada saat rumah tantenya dalam keadaan kosong,” jelasnya.

Kemudian untuk melaksanakan nafsu bejatnya kata Alith pelaku MF (21 Th) mengancam si korban S (14 Th) dan kemudian merekam kejadian persetubuhan tersebut secara tersembunyi.

“Si korban ini di paksa dengan ancaman kalau tidak mau akan di gantung oleh pelaku, karena takut korban akhirnya menuruti nafsu bejad si pelaku, dan pada saat melakukan perbuatan tersebut tersangka MF ini merekam kejadian itu secara diam-diam tanpa sepengetahuan si korban,” ujar Alith menjelaskan.

Kemudian selang satu bulan sekira tanggal 2 Agustus 2021 si pelaku melancarkan aksi nya lagi untuk mengajak si korban untuk ketemuan dan di ancam apabila tidak mau dengan cara memviralkan video tersebut, akhirnya si korban menuruti lagi untuk melakukan hal yang serupa di TKP yang sama,” terang Alith.

Walau begitu kata Alith Kapolres Bangkalan tersangka tidak sempat lari ke Jakarta, Alith menegaskan si tersangka berprofesi sebagai penjual kuliner di Jakarta yang pada saat ini mungkin di Jakarta sedang pandemi dan lagi sepi tersangka pulang ke Bangkalan.

Atas perbuatannya tersangka MF (21 Th) terancam hukuman 5 Tahun hingga 15 Tahun penjara, Pasal yang di langgar atau di kenakan pada Tersangka yaitu Pasal 81 Ayat 1 Undang – Undang RI NO 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Perpu No 01 Tahun 2016 Tentang Perubahan Ke2 Atas Undang – Undangan No 23 Tahun 2022 Tentang Perlindungan Anak Menjadi Undangan – Undang Pasal 76D Undang – Undang RI NO 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang – Undang RI NO 23 Tahun 2022 Tentang Perlindungan Anak. (@red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.