Pada hari Rabu, 02 Agustus 2023, Babinsa Koramil 1612-05 Elar, Serda Aan Kurniawa, sukses melaksanakan pengamanan penyaluran bantuan stunting di Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur. Kegiatan ini berlangsung di aula kantor camat Elar dan merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memberikan dukungan dan bantuan kepada masyarakat untuk mengatasi masalah stunting pada anak balita.
Penyaluran bantuan stunting dibagi menjadi dua titik distribusi, yaitu di Kelurahan Tiwu Kondo dan Desa Kengko Namut. Kedua titik tersebut melayani 14 desa di wilayah Kecamatan Elar. Jumlah keseluruhan kepala keluarga yang mendapatkan bantuan stunting mencapai 849 orang, dengan rincian 429 kepala keluarga di Kelurahan Tiwu Kondo dan 420 kepala keluarga di Desa Kengko Namut.
Bantuan stunting yang diterima oleh setiap kepala keluarga terdiri dari 10 butir telur dan 1 ekor ayam pedaging. Jenis bantuan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas gizi dan nutrisi pada anak-anak balita, khususnya dalam mengatasi masalah stunting yang dapat berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan mereka.
Serda Aan Kurniawa dalam perannya sebagai Babinsa, menjalankan tugas pengamanan dengan profesional dan penuh tanggung jawab. Ia juga memberikan arahan dan bantuan kepada masyarakat selama proses penyaluran bantuan berlangsung. “Kami berkomitmen untuk mendukung setiap program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama dalam upaya pencegahan stunting pada anak-anak,” ucap Serda Aan.
Kegiatan ini tidak hanya berhasil dalam aspek pengamanan, tetapi juga menjadi bukti kerjasama dan kolaborasi yang baik antara pihak TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. Kepala Kelurahan Tiwu Kondo dan Kepala Desa Kengko Namut turut mengapresiasi dukungan dari Babinsa dan pihak terkait dalam mensukseskan penyaluran bantuan stunting.
Semoga penyaluran bantuan stunting ini dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat Kecamatan Elar dan membantu mengurangi prevalensi stunting di wilayah tersebut. Dengan sinergi yang terus terjaga, diharapkan masalah gizi buruk pada anak-anak balita dapat diminimalisir dan menciptakan generasi yang lebih sehat dan berprestasi di masa depan.










