Home / BERITA UTAMA / DAERAH / NASIONAL / TargetNews.id

Senin, 17 Juli 2023 - 15:06 WIB

Bersih Desa Temas Bertema,”TEMAS SAE” Tentreme Masyarakat Sedulur Aji Eka Karsa

Foto: Kepala Kelurahan Temas Adi Santoso bersama Tokoh Masyarakat Haji Fakih. Paska melaksanakan do'a bersama dalam acara bersih desa Temas.

Foto: Kepala Kelurahan Temas Adi Santoso bersama Tokoh Masyarakat Haji Fakih. Paska melaksanakan do'a bersama dalam acara bersih desa Temas.

KOTA BATU, TargetNews.id – Pelaksanaan prosesi bersih desa di wilayah Kelurahan Temas Kecamatan Batu kota Batu, tepat pada tanggal 17 Juli 2023 hari jadi yang 169 Tahun. Bersih desa itu dipusatkan di Pendopo kantor Kelurahan Temas Kecamatan Batu Kota Batu Jatim. Ada 25 rangkaian acara bersih desa tersebut, dengan membaca dengan awal do’a bersama tokoh adat,budaya,tokoh agama,dan semua elemen masyarakat Temas. Prosesi bersih desa Kelurahan Temas masih ada muatan kental dengan adat budaya Jawa tempo dulu yang paling menonjol.

“Pertama masih melekat sekali adat dan budaya jawa yang selalu dipertahankan uri-uri atau cara mensyukuri kebesaran nikmat dan barokah yang sudah diberikan Allah, khususnya masyarakat Temas secara luas. Yang paling kelihatan konsep peringatan bersih desa Kelurahan Temas, masih terdapat Terob Agung yang terpasang lengkap dengan ubo rampenya(Kelengkapan hasil kekayaan bumi) yang disatukan pada pintu masuk kantor Kelurahan Temas.

Ubo rampe dalam bahasa jawa, seperti ada gapura yang terbuat dari bambu, ada janur(daun kelapa) plus buahnya,pohon pisang plus buahnya,bunga andong, hingga rimput alang-alang dan lain-lainya yang disatukan pada pintu Terop Agung pintu masuk kantor Kelurahan Temas mengandung makna yang sangat luas,” kata Haji Fakih sesepuh Temas pada Media Targetnews.id,Senin (17/7/2023)siang.

Ditambahkan oleh Haji Fakih, sejarah mengatakan bahwa, munculnya desa Temas dulu yang sekarang jadi Kelurahan, sewaktu Mbah Kaji Sidik semedi atau melakukan ritual selama 40 hari, menemukan barisan lampor dengan membawa keranda sama berkata-kata Ojok oleh-ojok oleh (Jagan boleh) dan di imbangi lagi yang berbunyi oleho-oleho ( ijinkan-ijinkan) artinya dapatkan tambang emas yang berada di makam Mbah Bener di TR.06.RW.4 bersama Mbah Mas rekan seperjuangan sebagai pelaku sejarah bedah kerwangan desa Temas jaman dulu. Munculah kalimat”Tentreme Masyarakat” yang sekarang jadi ( Temas) seperti yang disampikan oleh Kaji Fakih usai acara doa bersama di Pendopo Kelurahan Temas.

Baca juga  Personel Kodim 1009/Tla Mengikuti Perayaan Natal Gabungan Warga Kristiani Se Kabupaten Tanah Laut

“Karena sebelum dilakukan ritual oleh Mbah Sidik dan Mbah Temas waktu itu, desa temas banyak masyarakat yang terserang penyakiit bagebluk, dan di jaman Belanda dulu untuk mengusir atau menolak balak dari bagebluk sering kali dilakukan ritual dengan mengorbankan nyawa manusia. Akan tetapi, setelah kita merdeka, dan budaya seperti itu, oleh Mbah Sidik dan Mbah Temas, untuk mengusir penyakit Bagebluk, dilakukan dengan cara menyembelih hewan kerbau sampai era sekarang. Hal itu saya amati ketika wabah Covid-19 berlangsung selama 2 tahun, di dusun Krajan Temas hanya ada dua korban jiwa yang meninggal dunia, jika dibandingkan dari daerah yang lain”terang Haji Fakih.

Ditempat yang sama, Kepala Kelurahan Temas Adi Santoso menambahkan, terkait metri desa (Bersih desa) di wilayah Kelurahan Temas, masyarakatnya sangat menghargai uri-uri atau cara mengucapkan syukur pada Gusti Allah, maksudnya, rutinitas selamatan desa Temas ini, selalu dipertahankan dan diperingati sesuai adat dan budaya dari leluhung kita semua jaman dulu. Semisal, selalu ada pemasangan Terob Agung sebagai pertanda rumah kediaman atau desanya yang harus selalu terjaga dan terawat untuk selalu disyukuri dgn cara,semisal doa bersama,Khotmil Qoran, serta menambahkan kelengkapan sesaji sesuai budaya maupun adat masyarakat jawa khususnya warga Temas.

” Berlanjut, Adi Santoso mengatakan, kita sebagai generasi penerus bangsa, tidak boleh melupakan sejarah (Jasmerah) pada para pendiri,pahlawa bangsa maupun tokoh agama dan tokoh masyarakat jaman dulu.Yang sudah berkorban segalanya demi kemerdekaan, kemakmuran, kesejahteraan,ketenyraman pada masyarakatnya. Dikatakan Adi Santoso lagi, seperti halnya peringatan bersih desa Temas ini, merupakan acara sakral yang wajib dilaksanakan setiap tahunya.

Baca juga  Indahnya Toleransi, Polisi dan Pemuda Gereja Amankan Salat Idul Fitri 1444 H di Malang

“Karena kita mengambil Filosovi pada apa yang sudah kita tancamkam seperti Terop Agung, dengan dilengkapi banyak hasil buminya,serta penyembelihan hewan kerbau. Semua itu mengandung makna yang berbeda-beda dan sangat masuk akal semua apa yang dilakukan pada kehidupan kita saat ini. Akan tetapi semua ubo rampe (sesaji yang disertakan pada Terob Agung Itu sangat luar biasa menggambarkan prilaku kehidupan kita sehari-hari,” uarai Adi Santoso.

“Agar Budaya dan adat istiadat yang sudah diwariskan oleh para leluhur dan para pejuang bangsa ini pada kita, harus bisa dipertankan dan dikembangkan, karena generasi saat ini sudah cukup tinggi terdampak budaya-budaya asing yang cepat atau instan sekali dampak negatif pada generasi penerus bangsa kedepan. Maka untuk itu bersih desa Temas ke 168 yang lalu mengambil tema ” Satya Handarbeni Hangmruwat Bondo Banyu Ing Temas” (Kita Masyarakat Temas Bersama-Sama Turut Memiliki dan Menjaganya apa yang ada di Temas ini)

Sedangkan pada momen bersih desa Temas yang Ke-169 Tahun 2023 merujuk dari Sultan Agung Mataram yang pertama, kita ambil tema ” Mulat Saliro Hangroso Wani Handarbeni ” ( Mawas diri saling membantu tidak hanya mengrkitisi saja,tetapi itu wajib, tetapi tetap harus saling memiliki apa yang ada seisinya di bumi Temas ini,untuk berbuat demi kepentingan masyarakat Batu, lebih-lebih pada warga Temas khusunya),”terang Adi

Foto: Kepala Kelurahan Temas Adi Santoso bersama Tokoh Masyarakat Haji Fakih. Paska melaksanakan do’a bersama dalam acara bersih desa Temas.

Share :

Baca Juga

Artikel

Bhabinkamtibmas Ajak Warga Desa Binaannya Bentang Spanduk Saber Pungli

Artikel

Kodim 1002HST Luncurkan Lagi Edukatif, Perangi Judi Online

Artikel

Kapolres HST, Rotasi Sejumlah Pejabat

BERITA UTAMA

Program Bajaka Presisi Polres Pulang Pisau dengan sasaran anak anak dan remaja Desa Belanti

Artikel

Polres Tegal Kota, Amankan Puluhan Remaja Yang Hendak Tawuran

Artikel

Jaga Kamtibmas Perairan Anggota Satpolairud Laksanakan Patroli Perairan Sasaran Aktifitas Pelayaran

Artikel

Pelaku Wanita Pengedar Narkoba di Ringkus Polres Pasuruan

Artikel

Cegah Karhutla ini yang di lakukan Bhabinkamtibmas