Pontianak TargetNews.id Penyambutan hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1444 H di semarakan dengan bunyian tradisi meriam karbit oleh komunitas meriam karbit yang di mulai dentumannnya pada Kamis malam (20/04/23).
Dari pantauan langsung media ini dilapangan tampak puluhan meriam karbit yang sudah di cat warna warni itu siap disulut untuk dibunyikan secara bergiliran.
Suara bunyi meriam karbit yang menggelegar tersebut semakin membuat semangat dan penasaran bagi pengunjung yang ingin tahu lebih dekat lagi tentang meriam karbit ini.
Sukeb perwakilan panitia meriam karbit kepada awak media malam itu (20/04/23) mengungkapkan bahwa acara membunyikan meriam karbit ini sudah tradisi setiap tahunnya dengan tujuan menyampaikan luapan rasa gembira masyarakat yang telah menyelesaikan puasa penuh selama bulan Ramadhan tahun ini.
Tradisi membunyikan meriam karbit ini menurut Sukeb sudah terjadi pada jaman Kerajaan Kesultanan Kadariyah Pontianak. “Saat Sultan Syarif Abdurachman Alkadri pertama kali menemukan kota Pontianak yang masih hutan ini”, ungkap Sukeb.
” Pada saat itu Sultan dengan menggunakan meriam karbit inilah mengusir hantu dan kuntilanak yang banyak di hutan hutan yang sekarang dinamakan kota Pontianak ini”, jelasnya.
Sukeb juga menuturkan dirinya tidak begitu mengetahui sejarah detailnya namun secara umumnya ini salah satu meriam yang digunakan Sultan untuk mengusir penyamun dan kuntilanak agar kota ini aman di sulut lah meriam ini.
Lanjutnya ” Setahu saya kurang lebih puluhan orant yang mengikuti dan tidak mengikuti kompetisi di tahun ini untuk menyambut hari raya idul Fitri”.
“Menurut saya tahun inilah tahun yang paling meriah karena hampir di setiap sudut ada meriamnya untuk memriahkan saja. Walaupun mereka bukan peserta tapi mereka turut untuk memeriahkan juga”.
“Kami juga di tambelan Sampit ini tidak mengikuti festival meriam karbit,; namun kami juga ikut memeriahkan kurang lebih 20 lebih di sungai ini tidak mengikuti tapi mereka tetap turut memeriahkan”, ungkapnya.
“Dan saya berharap mudah-mudahan kegiatan yang seperti ini tetap menjadi tradisi, dan jangan sampai putus. Pemerintah daerah juga terus mensupport kegiatan ini khususnya juga para sponsor yang juga berpartisipasi menjadi PR untuk kita semuanya”, tambahny
“Memang ada juga sponsor yang kurang percaya pada pengurus meriam karbit ini, padahal untuk pengurusnya sendiri sudah menyalurkan dengan benar. Ada juga keyakinan para sponsor yang tidak percaya karena mungkin banyaknya peserta jadi kebingungan mau membantu yang mana”, jelasnya.
“Semoga ini menjadi harapan kita semua warisan budaya yang terus kita kembangkan ini supaya generasi muda kita dapat mengetahui sejarah kota Pontianak ini lahir dari meriam karbit”, pungkasnya.(Reni)










