Home / BERITA UTAMA / DAERAH / TNI-POLRI

Senin, 8 Mei 2023 - 07:56 WIB

Polres Lamongan Berhasil Ungkap 9 Kasus Yang Melibatkan Oknum Pesilat

LAMONGAN – Polres Lamongan berhasil mengungkap 9 kasus kekerasan yang melibatkan perguruan silat, dalam periode Januari hingga Mei.

Wakapolres Lamongan Kompol Akay Fahli, mengungkapkan, dari 9 kasus tersebut, Satreskrim Polres Lamongan mengamankan sebanyak 19 orang tersangka.

“Dari 19 tersangka ini, 15 diantaranya orang dewasa dan 4 lainnya masih dibawah umur atau anak-anak,” kata Kompol Akay Fahli, saat konferensi pers di Mapolres Lamongan, Jumat (5/5/2023).

Untuk pelaku yang masih anak-anak, Wakapolres Lamongan menyebut tidak dilakukan penahanan sesuai dengan Sistem Peradilan Pidana terhadap Anak (SPPA).

“Karena masih di bawah umur, mereka masih butuh pendampingan orang tua, masih harus sekolah. Jadi hal-hal seperti itu sangat menjadi perhatian kami,” kata Kompol Akay.

Wakapolres Laomongan juga menyebut, para tersangka yang diamankan dalam kasus kekerasan terhadap orang atau barang yang melibatkan beberapa perguruan silat.

Baca juga  Satpas Indramayu Sampaikan Ucapan Selamat Hari Raya Waisak 2570 BE/2026, Gaungkan Pesan Perdamaian

“Ada 3 perguruan silat yang terlibat,” tutur Kompol Akay.

Selain mengamankan para tersangka, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, diantaranya adalah 3 sepeda motor, batu dan kaos lengan pendek.

“Pelaku ini akan dijerat dengan pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara,” ujar Kompol Akay.

Terkait motif yang dilakukan oleh para pelaku tindak kekerasan ini, Kompol Akay menyebut jika motifnya lebih karena berawal saling lihat yang kemudian merasa tidak senang sehingga berujung pada pemukulan.

“Motif lainnya adalah blayer-blayer kendaraan bermotor di hadapan sekelompok anak muda yang kemudian ditemui dan dipukul dan motif terakhir adalah saling mengolok-olok. Kejadiannya seperti itu. Kalau aksi saling balas dendam sampai saat ini kita di Lamongan belum menemui,” ujar Kompol Akay.

Lebih lanjut Wakapolres Lamongan mengungkapkan, dari 9 kasus yang terjadi sejak Januari hingga Mei tahun 2023 ini, 2 kasus diantaranya sudah tahap 2 di Kejaksaan Negeri Lamongan dan lainnya masih dalam proses lidik.

Baca juga  Wujud Empati, Babinsa Koramil 06/Sruweng Lelayu Di Wilayah Binaan

“Dua kasus sudah tahap 2 di Kejaksaan dan lainnya masih dalam proses lidik petugas,” kata Kompol Akay.

Sementara terkait uoaya untuk meredam aksi kasus kekerasan melibatkan perguruan silat yang begitu marak, Wakapolres Lamongan menyebut pihaknya telah melakukan beragam upaya.

Beberapa langkah yang sudah dilakukan adalah bekerjasama dengan Forkopimda Lamongan berulang kali mengumpulkan para tokoh dan pimpinan perguruan silat untuk mengeratkan kembali hubungan antar perguruan silat.

Langkah ini juga dilakukan ditingkat bawah seperti Kecamatan dan tingkat desa.

“Kami juga melakukan monitoring yang tujuannya adalah untuk mengawasi dari tingkat bawah, kecamatan, desa, agar ketika ada kejadian serupa bisa segera kami antisipasi dan tidak meluas,”pungkas Kompol Akay.

Share :

Baca Juga

BERITA UTAMA

Danramil 19/ Kuwarasan Hadiri Silaturahmi Tenaga Pendidik Dan Kependidikan Kecamatan Kuwarasan 1444 H

Artikel

Hebat, Srikandi Polres Batang Sabet Medali Emas di Kejurnas Kapolri Cup 5 Taekwondo

Artikel

Satgas Yonif 611/Awang Long Edukasi Pekerja Non-Karyawan di Lokasi Operasional PT. Freeport Indonesia

Artikel

Kasrem 143/HO Buka Persami Saka Wira Kartika dan Pimpin Penanaman Manggrove

Artikel

Debat Publik Ke Dua Pilkada Sampang, Panggung Milik Paslon MANDAT

Artikel

Giat KRYD Polsek Pandih Batu Demi Menciptakan Keamanan dan Ketertiban Pasca Pilkada Kalteng tahun 2024.

BERITA UTAMA

Bhabinkamtibmas Desa Sanggang Bripka Slamet Sambangi masyarakat sekaligus Sisipkan Pesan Kamtibmas

BERITA UTAMA

Polda Jatim Apel Gelar Pasukan Operasi Mantap Brata Semeru 2023-2024 Siap Kawal Pemilu Damai