Home / BERITA UTAMA / DAERAH / INVESTIGASI / PERISTIWA / TNI-POLRI

Sabtu, 23 September 2023 - 17:23 WIB

Polisi Ungkap CCTV Peristiwa Siswi SD di Gresik

 

GRESIK – Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom mengungkapkan kasus siswi kelas 2 SD yang diduga dicolok tusuk pentol di sekolah ternyata tidak terekam CCTV.

Hal itu seperti disampaikan Kapolres Gresik dalam press release yang digelar di Aula Sarja Arya Racana Mapolres Gresik, Kamis (21-09-2023).

Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom juga menyampaikan hasil tim Labfor Polda Jatim.

Hasil recovery DVR CCTV terkait kasus dugaan penganiayaan yang mengakibatkan siswi kelas 2 SDN 236 Gresik mengalami penurunan penglihatan, ternyata saat kejadian 7 Agustus 2023 CCTV dalam kondisi mati.

“Sementara dari hasil pemeriksaan DVR CCTV, didapati CCTV sekolah tidak aktif sejak 1 Juni – 18 Agustus, sehingga tidak ada rekaman saat kejadian,”ujar AKBP Adhitya.

Menurut AKBP Adhitya hasil recovery bahwa log file di DVR tersebut memang tidak ada dan misalkan dihapus, log file -nya pasti masih ada.

Baca juga  Sinergi Polres Pelabuhan Tanjung Perak dan Komunitas Ojol Bersinergi Jaga Keamanan Surabaya Melalui Apel Kamtibmas

Kapolres Gresik AKBP Adhitya menjelaskan, pihaknya telah memeriksa sebanyak 47 saksi, di samping sudah meminta bantuan Labfor Polda Jatim untuk recovery DVR CCTV.

Dari semua ketarangan yang dikumpulkan, belum ada saksi atau petunjuk yang mengarah kepada kejadian yang dilaporkan korban.

“Fakta yang ditemukan, belum ada yang melihat langsung kejadian tersebut. Namun kami akan terus menambah jumlah saksi untuk membuat kasus ini terang,” tegasnya.

Sementara itu hasil pemeriksaan MRI oleh Dokter spesialis mata RSUD Ibnu Sina, dr. Bambang Tuharianto menunjukkan fakta bahwa tidak ada tanda – tanda kekerasan pada mata korban, SAH (8).

Dokter Bambang Tuharianto saat pers rilis di Mapolres Gresik mengatakan pemeriksaan dilakukan dengan alat canggih MRI. Hasilnya tidak ditemukan kelainan apapun.

“Jadi pengelihatan yang dikeluhkan itu betul, mata kanan terjadi penurunan fungsi penglihatan. Mata kiri dalam batas normal. Kemudian dari pemeriksaan fisik makro menggunakan alat – alat yang tersedia RSUD Ibnu sina tidak kami temukan kelainan apapun,”terang dr Bambang.

Baca juga  Gapai Pengakuan, Brebes Daftarkan IG Garam hingga Batik Salem

Ia menegaskan dari hasil pemeriksaan itu tidak didapatkan kelainan apapun, termasuk bekas darah, bagian dari darah atau kelainan saraf juga tidak ada.

“Tidak ada kelainan yang menunjukkan bekas – bekas kekerasan. Sehingga tidak bisa ditarik kesimpulan apapun, karena tidak ada bukti apapun. Benar ada penurunan fungsi penglihatan, tapi tidak ada satupun kelainan yang ditemukan,”pungkas dr Bambang.

Jajaran Forkopimda Gresik antara lain Bupati Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati Aminatun Habibah, Kajari Nana Riana, Ketua DPRD Much Abdul Qodir dan sejumlah kepala OPD juga hadir dalam pers rilis tersebut sebagai bentuk perhatian. (Anil)

Share :

Baca Juga

BERITA UTAMA

Kanit Kamsel Satlantas Polres Pulang Pisau Berikan Himbauan Kamseltibcarlantas

Artikel

Personil Polsek Maliku melakukan Door to Door System Ke Warga Masyarakat Kecamatan Maliku

Artikel

Gandeng Penyuluh Agama, Polisi Ajak Sosialisasikan Bahaya Judi Online

BERITA UTAMA

Bobol Gudang Milik Majikan, 5 Karyawan Ditangkap Polisi Demi Main Game Online

Artikel

Sambangi Warga Dengan Humanis, personel Polsek Sebangau Kuala Sampaikan Pesan Kamtibmas kepada Warganya

BERITA UTAMA

Babinsa Koramil 19/ Kuwarasan Dampingi Penyaluran BLT DD Bulan Ke-1 s/d 3 TA 2023 Desa Harjodowo

BERITA UTAMA

Kanit I SPKT Polresta Palangka Raya Cek Kondisi 30 Tahanan

BERITA UTAMA

Kapolres AKBP Oskar Syamsuddin Dan Gubernur Jatim Hadiri Apel Siaga Darurat Bencana