Home / Artikel / BERITA UTAMA / HUKRIM / INVESTIGASI

Senin, 5 Februari 2024 - 19:39 WIB

Rekor! Inflasi Sultra Terendah Selama 3 Tahun Terakhir, Turun Jadi 2.46 Persen

Rekor! Inflasi Sultra Terendah Selama 3 Tahun Terakhir, Turun Jadi 2.46 Persen

Rekor! Inflasi Sultra Terendah Selama 3 Tahun Terakhir, Turun Jadi 2.46 Persen

 

Kendari – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) yang dinahkodai Penjabat (Pj) Gubernur Andap Budhi Revianto berhasil menurunkan angka inflasi Januari 2024.

Dari berita resmi BPS yang dirilis pada 01 Februari 2024 lalu, angka inflasi Sultra _year on year_ turun menjadi 2,46% atau dibawah angka inflasi nasional yakni 2,57%. Angka ini merupakan yang terendah selama 3 (tiga) tahun terakhir sejak Agustus 2021.

Linier dengan inflasi _year on year_, inflasi bulanan (_MoM_) Sultra juga alami deflasi sebesar -0,03%, lebih rendah dari tingkat nasional sebesar 0,47%.

“Sultra hebat. Inflasi _year on year_ dibawah nasional dan _month to month_ -0,03% atau deflasi,” ujar Mendagri M. Tito Karnavian saat BPS rilis Berita Resmi Statistik awal Februari lalu.

Data BPS ini kembali disampaikan oleh Irjen Kemendagri, Tomsi Tohir saat Rapat Koordinasi (Rakor) pengendalian inflasi secara _hybrid_ dari Kantor Kemendagri Jakarta, Senin (05/02/24).

Baca juga  Bhabinkamtibmas Sambang Warga Binaan Wujudkan Keamanan Dalam Lingkungan

Kondisi inflasi yang terkendali ini menempatkan Sultra pada posisi ke-28 dari 38 Provinsi yang dinilai inflasinya secara nasional.

Sementara itu, Pj Gubernur Sultra Andap Budhi Revianto mengaku bersyukur dan berterima kasih kepada semua pihak yang telah bekerjasama dan berperan aktif dalam pengendalian inflasi di Sultra.

“Pada Oktober 2023 lalu, saat Kunker Mendagri ke Sultra, angka inflasi kita berada pada peringkat ke-2 tertinggi se-Indonesia. Alhamdulillah, saat ini inflasi dapat dikendalikan bahkan di bawah angka inflasi nasional. Saya apresiasi dan ucapkan terima kasih kepada para pihak yang telah berkontribusi dalam menurunkan inflasi di Sultra,” ujar Andap.

Andap sampaikan bahwa pada tahun 2024 ini, terdapat penambahan 2 (dua) Kabupaten yang dinilai angka inflasinya oleh BPS yakni Kabupaten Konawe dan Kolaka.

Baca juga  Personil Polres Pulang Pisau Ikuti Sosialisasi dan Penyuluhan Hukum dari Bidkum Polda Kalteng

Ia menambahkan, terdapat beberapa komoditas penyumbang inflasi di Sultra yakni tomat, rokok kretek mesin, bawang merah, beras dan sayur kangkung.

“Terhadap 17 Kabupaten/Kota yang ada di Sulawesi Tenggara, Saya tekankan pentingnya langkah-langkah intervensi, tetap waspada dan laksanakan langkah-langkah antisipatif guna menjaga stabilitas ekonomi di Sultra,” pungkas Pj Gubernur.

Setelah Rakor, Pj Gubernur memberikan arahan tugas kepada Pimti Pratama Pemprov Sultra untuk menindak lanjuti materi yang disampaikan para Narasumber saat Rakor tadi.

“Rekan-Rekan Perangkat Daerah saya harapkan agar segera buat rencana tindak lanjut dan eksekusi sesuai kompetensi tugas Saudara sekalian,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa dalam pengendalian inflasi diharapkan agar mengecek ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, keterjangkauan harga, dan laksanakan komunikasi yang efektif dengan para pihak.

“Selamat berjuang untuk melayani masyarakat, semoga Sultra semakin baik dari waktu ke waktu,” tutup Andap.fpiired

Share :

Baca Juga

Artikel

Sambang Kamtibmas Presisi Sat Binmas Polres Pulang Pisau Ke Masyarakat Di Desa Hanjak maju

BERITA UTAMA

Babinsa Koramil 1612-07/Satar Mese Menghadiri Penyaluran Bantuan Tunai di Desa Wewo

BERITA UTAMA

Semangat Gotong Royong, Satgas TMMD Bersama Warga Angkut Material Pasir Gunakan Sepeda Motor

Artikel

Wujudkan Lingkungan Sehat Personel Kodim 1009/Tanah Laut Bersama Warga Gotong Royong Bersihkan Desa

BERITA UTAMA

SATBINMAS SAMBANG PETANI SAMPAIKAN PESAN-PESAN KAMTIBMAS

Artikel

Dandim 1612/Manggarai Mengapresiasi Kesiapan dan Kerja Sama Babinsa Koramil 1612-03/Reo dalam Penanggulangan Bencana Banjir

Artikel

Ucapan Selamat Tahun Baru 2024 Dari Desa Candinegoro Wonoayu Sidoarjo

BERITA UTAMA

Pemasangan Pembangunan Box Culvert di Jalan Kedung Manggu di Duga Tidak Sesuai Spek Teknis.