Home / Artikel / BERITA UTAMA / DAERAH / HUKRIM / INVESTIGASI / KESEHATAN / NEWS / Tag / Uncategorized

Jumat, 27 Desember 2024 - 23:50 WIB

Diduga Proyek Tanah Urugkan Milik Pengusaha Mie Jombang, Menggunakan Pengurukan Tambang ilegal

Diduga Proyek Tanah, Belum Milik Pengusaha Mie Jombang, Menggunakan Pengurukan Tambang ilegal

Diduga Proyek Tanah, Belum Milik Pengusaha Mie Jombang, Menggunakan Pengurukan Tambang ilegal

TargetNews.id Bisnis pengurukan merupakan salah satu sektor ekonomi yang penting, karena pengurukan merupakan salah satu kebutuhan dasar pekerjaan jalan, perumahan, dan pabrik. Jumat 27/12/2024, Pukul 15.30 WIB, kami temukan bekas timbunan tanah, kami duga matrial dari hasil pertambangan tanpa ijin.

Faktanya, bisnis pengurukan tidak hanya dilakukan oleh para pengusaha besar, juga perorangan juga.

Dalam hasil investigasi Satgassus DPP PSM Banaspati Mojopahit pada 25 Desember 2024, kami memantau dan menanyakan pada warga setempat, untuk mengorek beberapa informasi berkaitan dengan kegiatan proyek pembangunan Gerai Mie

Kami mengorek informasi,   Apakah benar benar salah satu bahan baku utama  pekerjaan timbunan atau urukan ini, menggunakan Matrial ilegal atau legal, ujar Humas DPP PSM Banaspati Mojopahit

Baca juga  Pertahankan Sinergitas, Patroli Satsamapta Polresta Palangka Raya ke KPU Kalteng

Dalam proses pencarian informasi yang akurat, penyelamatan PAD Kab Jombang kecolongan dari hasil penerimaan dan laporan sumber daya alam yang digunakan sebagai proses industri pengurukan dan banyak matrial alam ditransaksikan dari ruang ilegal mining, sebagai contoh : Pasir, Batu, Tanah, ujarnya

Sedangkan berdasarkan hasil pemetaan pertambangan di Kabupaten Jombang, yang memenuhi syarat syahnya ijin usaha hanya tanah uruk kabuh, pasir dan tanah uruk merah, batu. Kabupaten jombang tidak mendapatkan laporan Ijin Pertambangan Galian C.

Dasar Undang Undang Jelas. Yakni Undang Undang Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Perubahan UU No 4 Tahun 2009 Tentang Pertambangan mineral dan batubara. ” Perusahaan maupun perorangan yang membeli material tambang galian C ilegal dapat dipidana sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Baca juga  Personil Polsek Kahayan Kuala giat KRYD berupa Patroli Kamtibmas guna Cegah Kriminalitas.

“Membeli hasil produksi tambang ilegal itu sama halnya dengan membeli barang curian atau bisa disebut penadah,”

“Sesuai pasal 480 KUHP, barang yang dibeli atau disewa dari hasil kejahatan itu dapat dipidana. itulah kategori dari penadah, ancaman hukumannya bisa 4 tahun kurungan

Dan, pasal 161 UU Nomor 3 Tahun 2020 menyebutkan, “Setiap orang yang menampung, memanfaatkan, melakukan Pengolahan dan atau Pemurnian, Pengembangan dan/atau Pemanfaatan, Pengangkutan, Penjualan Mineral

dan/atau Batubara yang tidak berasal dari pemegang IUP, IUPK, IPR, SIPB atau izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 ayat (3) huruf c dan huruf g, Pasal 104, atau

Pasal 105 dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp100.000.000.00,00 (seratus miliar rupiah).

Share :

Baca Juga

BERITA UTAMA

Danramil 04/Kra Hadiri UndanganLomba Desa/Kelurahan Kawasan Tanpa Rokok Tahun 2023

BERITA UTAMA

Kapolres Puncak Jaya Menjadi Saksi Dalam Acara Peresmian Gedung Teriminal Bandar Udara Mulia

Uncategorized

Polsek Maliku Sampaikan Himbauan Kamtibmas Petugas Jaga Bank Bri Kecamatan Maliku.

BERITA UTAMA

Kodim 0812 Lamongan Siagakan Personel Antisipasi May Day.

BERITA UTAMA

Siaga Bhayangkara Regu 3 Polres Tegal Lakukan Penanganan Tanah Bergerak di Desa Padasari

BERITA UTAMA

Cegah Tindak Pidana Premanisme, Polsek Maliku Gencarkan KRYD

BERITA UTAMA

Babinsa Koramil Komodo Ikuti Rapat Internal Tentang Tapal Batas Desa Gorontalo dengan Kelurahan Labuan Bajo

BERITA UTAMA

Komandan Pasmar 3 Pimpin Upacara Penyerahan Jabatan Dandenintel Pasmar 3