Home / Artikel / BERITA UTAMA / DAERAH / Home / HUKRIM / INVESTIGASI / KESEHATAN / Tag / Uncategorized

Selasa, 22 April 2025 - 21:11 WIB

Sujiwo Kena Getahnya? Skandal Kades Bikin Pemerintahan Kubu Raya Goyang

Sujiwo Kena Getahnya? Skandal Kades Bikin Pemerintahan Kubu Raya Goyang

Sujiwo Kena Getahnya? Skandal Kades Bikin Pemerintahan Kubu Raya Goyang

 

Kubu Raya, Kalbar – TargetNews.id Pemerintahan Kabupaten Kubu Raya kembali diterpa ujian serius. Setelah sebelumnya Bupati terpilih Sujiwo dikenal publik karena pernyataannya yang lantang menolak segala bentuk intimidasi terhadap kepala desa oleh oknum wartawan dan LSM, kini giliran aparat desa di bawah pemerintahannya yang menjadi sorotan.Senin, 22 April 2025

Seorang oknum Kepala Desa di Kecamatan Kubu, tepatnya di Desa Kubu, diduga terlibat dalam penjualan lahan mangrove di Dusun Tokaya. Lahan tersebut disinyalir termasuk dalam kawasan hutan lindung, dan penjualannya memicu polemik yang berujung pada viralnya kasus ini di media sosial.

Bupati Sujiwo pun angkat bicara. Ia membenarkan adanya transaksi tersebut dan menyebut bahwa lahan yang dijual itu kini tengah dalam proses pemeriksaan oleh aparat penegak hukum. Namun, ia menegaskan bahwa lahan tersebut ternyata tidak masuk dalam kawasan hutan lindung, merujuk pada klarifikasi dari instansi teknis.

Baca juga  Dengan himbauan dan sosialisasi Cegah Karhutla, Satbinmas Polres Pulpis terus Edukasi Masyarakat membuka lahan Tanpa Pembakaran

“Penjualan itu sudah kami batalkan, kemudian uangnya juga kami kembalikan ke pihak yang menyerahkan,” ujar Sujiwo. Ia juga menyebut, pihaknya tidak akan menghalangi proses penyelidikan dan berharap penegak hukum dapat mempertimbangkan aspek pembinaan dalam menyikapi kasus ini.

Menurut keterangan yang disampaikan, penjualan lahan itu diklaim dilakukan untuk mendukung Pendapatan Asli Desa (PAD). Namun Sujiwo menegaskan, jika transaksi itu mengatasnamakan PAD, maka seluruh hasilnya—tanpa potongan sepeser pun—harus masuk ke kas desa dan tidak boleh dimanfaatkan oleh individu, termasuk kepala desa itu sendiri.

Baca juga  Polres Pulpis Sikat Knalpot Brong, Kasat Lantas: Jangan Ganggu Kenyamanan Masyarakat!

“Kalau misalnya yang dijual itu 400 hektare dengan harga Rp3 juta per hektare, berarti totalnya Rp1,2 miliar. Maka jumlah itu harus utuh untuk desa, bukan diambil oleh siapapun,” tegas Sujiwo.

Kasus ini menjadi tamparan tersendiri bagi Pemerintah Kabupaten Kubu Raya. Di satu sisi, pernyataan Sujiwo tentang perlindungan terhadap perangkat desa dari intimidasi masih terngiang. Namun di sisi lain, kejadian ini memperlihatkan bahwa integritas juga harus ditegakkan secara konsisten di internal pemerintahan, bukan hanya terhadap pihak luar.

Peristiwa ini pun memicu pertanyaan besar tentang sejauh mana sistem pengawasan internal dijalankan, serta seberapa kuat komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas di pemerintahan desa.(reni)

Share :

Baca Juga

BERITA UTAMA

Jadi Tersangkakan Jenderal Bintang 3 Tanpa Sprindik, MAKI Bakal Laporkan Firli Bahuri Cs ke Dewas KPK

BERITA UTAMA

LAKSANAKAN ROTASI, SATGASMAR PAM PULAU TERLUAR PULAU MEATIMIARANG RESMI DI TIMBANG TERIMAKAN

BERITA UTAMA

Nana Sudjana: Tegaskan ASN Netral Saat Lantik Iwanuddin Iskandar

Artikel

Patroli Kota Presisi Polres Tanjung Perak Amankan 12 Pemuda Saat Aksi Balap Liar di Kedung Cowek

BERITA UTAMA

Bhabinkamtibmas sambang dan memberikan himbauan kamtibmas Kepada warga Desa Gadabung

Artikel

Minggu Kasih, Polres Pulang Pisau Silaturahmi Dengan Warga

Artikel

SATGAS TMMD KE-125 KODIM 1007/BANJARMASIN DISTRIBUSIKAN GORONG-GORONG MELALUI JALUR AIR

Uncategorized

Lakukan Cooling System, Bhabinkamtibmas Berupaya Ciptakan situasi pasca Pemilu Damai 2024