Home / Artikel / BERITA UTAMA / DAERAH / HUKRIM / INVESTIGASI / Uncategorized

Sabtu, 21 Juni 2025 - 19:04 WIB

JOURNALISTICIDE, Oleh Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh

JOURNALISTICIDE, Oleh Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh

JOURNALISTICIDE, Oleh Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh

 

Istilah “journalisticide” belum banyak digunakan atau diakui secara luas dalam literatur akademik maupun media. Namun, konsep pembunuhan terhadap jurnalis sering dikaitkan dengan “targeted killings of journalists”, “press genocide”, atau “media suppression through violence”.

Dalam konteks konflik dan represi politik, pembunuhan terhadap jurnalis sering dianggap sebagai bagian dari serangan terhadap kebebasan pers, di mana pemerintah atau kelompok bersenjata berusaha membungkam suara independen yang mengungkap kebenaran. Organisasi seperti Reporters Without Borders (RSF) dan Committee to Protect Journalists (CPJ) secara rutin melaporkan kasus-kasus pembunuhan jurnalis di berbagai negara sebagai bentuk serangan terhadap demokrasi dan kebebasan informasi.

Jika istilah “journalisticide” mulai digunakan lebih luas, kemungkinan besar akan merujuk pada pemusnahan sistematis terhadap jurnalis dan media independen, mirip dengan konsep scholasticide dalam konteks pendidikan.

Pembunuhan terhadap wartawan telah menjadi masalah serius di berbagai belahan dunia, termasuk di Gaza dan Indonesia. Berikut beberapa kasus yang terjadi di kedua wilayah tersebut:

Baca juga  Babinsa Koramil 1612-03/Reo hadiri Pekan Imunisasi Sedunia di Kelurahan Wangkung

*Kasus Jurnalisticide di Gaza*
Gaza telah menjadi salah satu tempat paling berbahaya bagi jurnalis. Sejak Oktober 2023, lebih dari 152 jurnalis telah terbunuh di wilayah tersebut. Beberapa kasus yang menonjol antara lain:
– Eman El-Shanti, seorang penyiar radio Al-Aqsa, terbunuh dalam serangan udara Israel yang juga menewaskan suami dan tiga anaknya.

– Mohammad Al-Salhi, seorang fotografer dari Fourth Authority News Agency, ditembak oleh pasukan Israel di Gaza Tengah pada 7 Oktober 2023.
– Mohammad Jarghoun, seorang jurnalis dari Smart Media, ditembak di timur Rafah pada hari yang sama.

– Assaad Shamlakh, seorang jurnalis lepas, terbunuh dalam serangan udara Israel di Sheikh Ijlin, Gaza City, bersama sembilan anggota keluarganya.

Baca juga  Oknum PPK Lahan Tol Cisumdawu Potong Dana Ganti Rugi Lahan Warga Dengan Alasan Operasional Negara

*Kasus Jurnalisticide di Indonesia*
Indonesia juga mengalami kasus pembunuhan terhadap jurnalis, meskipun dalam jumlah yang lebih kecil dibandingkan Gaza. Pada tahun 2024, setidaknya 122 jurnalis terbunuh di seluruh dunia,

termasuk satu kasus di Indonesia. Beberapa kasus yang terjadi di Indonesia. Seorang jurnalis Indonesia terbunuh dalam insiden yang belum terungkap secara rinci pada tahun 2024, menurut laporan Federasi Jurnalis Internasional (IFJ). Kasus-kasus sebelumnya menunjukkan bahwa jurnalis di Indonesia sering menghadapi ancaman, terutama saat meliput isu korupsi dan kejahatan terorganisir.

Pembunuhan terhadap jurnalis merupakan ancaman serius terhadap kebebasan pers dan demokrasi. Organisasi seperti Reporters Without Borders (RSF) dan Committee to Protect Journalists (CPJ) terus menyerukan perlindungan bagi jurnalis di seluruh dunia.

*Penulis;
Dosen Antropologi, Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Aceh.

Share :

Baca Juga

Artikel

DANKORMAR MENERIMA LAPORAN KENAIKAN PANGKAT DAN PURNA TUGAS PERWIRA TINGGI KORPS MARINIR

BERITA UTAMA

Persit Brebes Berbagi ke Warakawuri, Anggota Sakit, dan Panti Asuhan

Uncategorized

Bhabinkamtibmas Desa Tumbang Nusa Sosialisasi Larangan Membakar Hutan dan Lahan Kepada Masyarakat Kecamatan Jabiren Raya

BERITA UTAMA

Penuh Semangat Anggota Koramil 1612-08/Mancang Pacar Bersama Masyarakat Gotong Royong Bersihkan Jalan Dan Perbaiki Jalan Rusak

Uncategorized

Sambangi Masyarakat Pesisir Das Kahayan Bripka Andi Berikan Edukasi Pemeliharaan Sitkam

BERITA UTAMA

Polda Jatim Sampaikan Pesan Kamtibmas Pemilu Damai dan Bersih dari Narkoba Melalui Ludruk

BERITA UTAMA

Ketua PSMTI Kalbar Yo Ngun Cua Hadiri Peresmian Lapangan Tembak Tidayu Pamungkas Oleh Pangdam XII/Tanjungpura

BERITA UTAMA

HENDAK KONFIRMASI, WARTAWAN SITUBONDO DIDUGA ALAMI PERLAKUAN TIDAK MENYENANGKAN