Surabaya – Isu pencurian kabel tembaga milik PT Telkom kembali mengemuka di Surabaya. Kali ini, aksi yang diindikasikan sebagai pencurian tersebut diduga terjadi di Jalan Keputran, wilayah hukum Polsek Tegalsari, Polrestabes Surabaya, pada Selasa siang (29/7/2025). Informasi awal mengenai kejadian ini didapatkan oleh awak media dari laporan masyarakat.
Setelah menerima informasi tersebut, jurnalis segera meneruskan laporan kepada pucuk pimpinan kepolisian, Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol. Luthfie Sulistiawan, serta Kapolsek Tegalsari, Kompol Rizki Santoso.
Respon cepat pun datang dari kedua pejabat kepolisian tersebut. “Terima kasih infonya,” jawab Kapolrestabes Surabaya melalui pesan WhatsApp pada Selasa siang (29/7/2025). Senada dengan itu, Kapolsek Tegalsari juga merespons, “Terima kasih infonya. Kami tindak lanjuti terkait perkara.”
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, dugaan hilangnya kabel tembaga ini terjadi di tengah proyek pemasangan box culvert di lokasi tersebut.
Modus operandi yang disinyalir digunakan adalah memotong kabel tembaga menjadi bagian-bagian kecil dan dipindahkan diseberang jalan untuk memudahkan proses pengangkatan dan penguasaan barang.
Lebih lanjut, informasi yang diperoleh media menyebutkan bahwa dugaan pencurian ini tidak hanya terjadi pada hari tersebut, melainkan sudah berlangsung sejak beberapa hari sebelumnya.
Menanggapi dugaan hilangnya aset Telkom ini, Kapolsek Tegalsari menurunkan tim ke lokasi. Setelah melakukan penyelidikan, pihak kepolisian menyatakan bahwa tidak ada pencurian kabel Telkom, dan seluruh pekerjaan di lokasi tersebut dikerjakan oleh vendor yang ditunjuk secara resmi.
“Anggota sudah ke lokasi, Mas. Sedang ada proyek box culvert. Terkait dugaan pencurian kabel, terkonfirmasi perusahaan jaringan fiber optic akan diperbaiki oleh masing-masing vendor. Terima kasih infonya, Mas. Untuk proyeknya resmi,” ujar Kapolsek Tegalsari melalui pesan pada Selasa (29/7/2025).
Ia menambahkan, “Terkait kabel-kabel, dari kontraktor pelaksana sudah koordinasi dengan perusahaan terkait untuk antisipasi kerusakan dan kehilangan.”
Pernyataan ini menimbulkan kontras dengan informasi awal yang didapatkan media dari masyarakat, memunculkan pertanyaan mengenai perbedaan pandangan atas insiden di Jalan Keputran.@Red.










