Home / Artikel / BERITA UTAMA / DAERAH / HUKRIM / INVESTIGASI / KESEHATAN / NEWS / Tag / TNI-POLRI / Uncategorized

Kamis, 4 September 2025 - 21:44 WIB

BIANG PROVOKASI DEMO DI TULUNGAGUNG TERTANGKAP POLISI

BIANG PROVOKASI DEMO DI TULUNGAGUNG TERTANGKAP POLISI.

BIANG PROVOKASI DEMO DI TULUNGAGUNG TERTANGKAP POLISI.

TARGET NEWS ID. TULUNGAGUNG. 04/09/2025. Satreskrim Polres Tulungagung berhasil mengamankan seorang mahasiswa berinisial CK (27) asal Klaten, Jawa Tengah yang diduga berupaya memicu kerusuhan dalam aksi unjuk rasa yang direncanakan pada Kamis (4/9/2025).

CK, diketahui tengah menempuh pendidikan di salah satu perguruan tinggi di Kota Kediri, diduga merupakan bagian dari kelompok Anarko yang memprovokasi kerusuhan di Mapolres Kediri Kota beberapa hari lalu.

Kapolres Tulungagung, AKBP Muhammad Taat Resdi, mengungkapkan, penangkapan CK dilakukan, Rabu malam (3/9/2025) di sebuah hotel, setelah pihak kepolisian memantau keberadaannya selama tiga hari.

“Pelaku selama tiga hari ini berada di Tulungagung, berpindah dari satu warung kopi ke warung kopi lain untuk memprovokasi masyarakat agar melakukan aksi anarkis,” kata AKBP Muhammad Taat Resdi.

Taat menegaskan, CK juga diduga terlibat dalam penyerangan Mapolres Kediri Kota. Sabtu (30/8/2025) lalu. Dalam insiden tersebut, CK terekam melemparkan dua bom molotov ke arah markas kepolisian.

Baca juga  Ketua Umum PEKAT IB Aga Khan. SH.MH Jadi Juri Kehormatan di Acara Grand Final Pemilihan Putri Remaja dan Anak Indonesia tingkat Sumsel

“Berdasarkan hasil pemeriksaan, terduga pelaku terbukti ikut dalam penyerangan Mapolres Kediri Kota,” tegasnya.

Setelah penangkapan CK, polisi juga berhasil mengamankan MSA (24), warga Jakarta Timur, yang berperan menyalakan bom molotov saat kerusuhan di Kediri.

Dari tangan CK, polisi menyita beberapa barang bukti, satu unit motor, tas selempang, dan handphone yang berisi percakapan rencana penyerangan. Sementara itu, MSA diketahui memiliki barang bukti berupa sepatu, topi, handphone, serta empat buah kembang api yang direncanakan untuk digunakan dalam aksi yang dijadwalkan pada hari ini (Kamis, 4 September 2025).

“Pelaku ini merupakan bagian dari kelompok kecil berisi empat orang yang diduga jaringan Anarko. Mereka pernah beraksi di Kediri dan sudah menyiapkan kerusuhan di Tulungagung dengan sasaran Mapolres dan kantor DPRD,” tandas Taat.

Baca juga  Wadan Kodiklatal : Komandan Mengucapkan Terima Kasih Kepada Personel Yang Menjaga Netralitas, TNI Selama Pemilu 2024

Dari handphone kedua tersangka, diketahui ada ajakan kepada teman-teman mereka untuk datang ke Tulungagung, lengkap dengan rute aksi yang direncanakan.

“Motivasi mereka berawal dari dendam pribadi karena salah satu pelaku pernah ditilang oleh polisi di Yogyakarta,” ujarnya.

Terkait situasi keamanan di Tulungagung pasca tidak digelarnya aksi unjuk rasa pada 4 September,

Meski batal digelarnya aksi unjuk rasa pada 4 September 2025 ini, Kapolres Tulungagung memastikan, pihaknya tetap menyiagakan pasukan hingga malam hari. Sebanyak 1.470 personel gabungan disiagakan, dan patroli dilakukan di titik-titik rawan yang telah dipetakan.

“Masyarakat tidak perlu khawatir. Kami sudah ploting pengamanan dan akan terus patroli sampai malam. Silakan beraktivitas seperti biasa,” pungkas Kapolres Tulungagung.

Agus.

Share :

Baca Juga

BERITA UTAMA

Panglima TNI dan Kepala Staf Resmikan Polda Papua Baru, Kapolri: Wujud Sinergitas Makin Kokoh

BERITA UTAMA

Dandim 0830/Surabaya Utara Hadiri Tradisi Pelepasan Danrem 084/Bhaskara Jaya

Artikel

TMMD ke-117 Kodim 1205/Sintang Resmi Ditutup, Pangdam XII/Tpr : TNI Hadir Ditengah Masyarakat Untuk Memberikan Solusi

Artikel

Polsek Maliku Sambangi Masyarakat dengan Beri Imbauan

BERITA UTAMA

Satlantas Polres Pulang Pisau Rutin Gelar Pengaturan Lalu Lintas Pagi di Titik Rawan Kemacetan

Artikel

Dekatkan Layanan Kesehatan, ke Warga Pesisir Satpolairud Polres Pulang Pisau Bersama Sidokkes Hadirkan Klinik Terapung

Artikel

Berlangsung Meriah, Mendagri Resmi Buka Retret Pembekalan Kepala Daerah 2025 di Lembah Tidar Akmil Magelang

Artikel

KANWIL KEMENHAM JATIM TEGASKAN TAK ADA PELANGGARAN HAM DALAM KASUS WBP MENINGGAL DI RUTAN MEDAENG