Home / Artikel / BERITA UTAMA / DAERAH / HUKRIM / INVESTIGASI / KESEHATAN / NEWS / Tag / TNI-POLRI / Uncategorized

Sabtu, 18 Oktober 2025 - 08:39 WIB

Tanah Warga Tergerus Aliran Sungai Cacaban Akan Dihapus dari Objek Pajak

Tanah Warga Tergerus Aliran Sungai Cacaban Akan Dihapus dari Objek Pajak

Tanah Warga Tergerus Aliran Sungai Cacaban Akan Dihapus dari Objek Pajak

 

Tarub,TargetNews.id -Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman berencana menghapus pajak bumi dan bangunan (PBB) tanah dan bangunan milik warga yang amblas karena tergerus aliran sungai Waduk Cacaban. Kebijakan ini di sampaikannya saat merespon permintaan Muhammad Khairun Nasir, warga Dusun Kesambi Mulya saat acara dialog Bupati Tilik Desa di Desa Bulakwaru, Kecamatan Tarub, Rabu (15/10/2025).

Aliran airnya semakin melebar dan sudah mulai menggerus tanah dan bangunan milik warga, terlebih ada yang bangunannya sudah hilang jadi aliran sungai tapi masih diwajibkan membayar PBB,” ujar Nasir saat sesi dialog.

Bupati Ischak pun meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal bersama Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan Kabupaten Tegal dan Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Tegal segera melakukan survei dan pendataan lokasi terdampak.

Pendataan tanah ataupun bangunan milik warga yang amblas karena tergerus aliran sungai Cacaban ini diperlukan sebagai dasar usulan penghapusan objek pajak PBB.

Baca juga  Polsek Rakumpit Amankan Sembahyang di Vihara Brahma Vajra

Kita cek dulu kondisinya sebelum diusulkan penghapusan pajaknya. Soal penanganan tebing sungai yang longsor bisa kita bantu koordinasikan dengan BKSDA provinsi sesuai kewenangannya. Jika terkategori darurat, perlu penanganan segera bisa kita pasang bronjong kawat,” ujar Ischak.

Tidak hanya itu, warga lainnya juga mengeluhkan soal ribuan hektare sawah di Tarub yang kekeringan di musim tanam ketiga ini karena suplai air dari Waduk Cacaban menyusut drastis. Keluhan tersebut disampaikan Mukmin, salah anggota Gapoktan asal desa setempat mewakili ratusan petani lainnya.

Ratusan petani di Tarub jadi tidak produktif karena kekeringan di musim tanam ketiga ini. Akibatnya, ribuan hektare lahan sawah kami menganggur dan tentunya akan berdampak serius pada kesejahteraan masyarakat petani,” ujarnya.

Baca juga  Program Bajaka Presisi Polres Pulang Pisau tidak hanya sasar anak anak

Menanggapi hal tersebut, Kepala DPUPR Kabupaten Tegal Teguh Dwijanto Rahardjo menerangkan saat ini volume air di Waduk Cacaban menyusut drastis dari kapasitas normalnya sebesar 45 juta meter kubik menjadi hanya sekitar 4 juta meter kubik saja.

Berkurangnya debit air di waduk ini mengakibatkan ribuan hektare lahan pertanian di Kecamatan Tarub dan sekitarnya tidak mendapat pasokan air.

Melihat kondisi yang terjadi berulang setiap tahunnya, pihaknya menyarankan ke depan petani bisa menanam palawija seperti jagung dan kacang hijau saat musim tanam ketiga sebagai gantinya, mengingat tanaman palawija tidak membutuhkan banyak air.

Dengan menanam palawija saat memasuki musim tanam ketiga, produktivitas petani di Tarub bisa tetap terjaga. Selain juga ada manfaat lain dari rotasi tanaman ini, yaitu membantu memperbaiki kesuburan tanah dan memutus siklus hama,” kata Teguh.(Fauzi/Hms)

Share :

Baca Juga

Artikel

Tindaklanjuti Arahan Presiden Kapolri Lepas Mudik Gratis Polri Presisi

Uncategorized

Personel Sat Samapta Polresta Palangka Raya Pastikan Keamanan Sidang

Uncategorized

Patroli Daerah Rawan Laka, Satlantas Polres Pulang Pisau Laksanakan Untuk Cegah Laka Lantas

BERITA UTAMA

Pastikan Tepat Sasaran, Babinsa Koramil Kademangan Dampingi Kegiatan Penyaluran BLT DD

Artikel

Polantas Menyapa, Satlantas Polres Pulang Pisau Pererat Kedekatan dengan Masyarakat

Artikel

Penandatangan Nota Kesepahaman PT Kawasan Industri Nusantara dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO)

Uncategorized

Gunakan Spanduk Ajak Penumpang Fery Stop Karhutla

Artikel

Samsat Surabaya Utara Berikan Kemudahan Bagi Wajib Pajak