Home / Artikel / BERITA UTAMA / DAERAH / HUKRIM / INVESTIGASI / KESEHATAN / NEWS / Tag / TNI-POLRI / Uncategorized

Senin, 10 November 2025 - 07:32 WIB

Oknum Kanim Bekasi Diduga Sindikat Perdagangan Orang, Modusnya Pemalsuan Tahun Lahir Dokumen Paspor

TARGETNEWS.ID JAKARTA ¦ Dugaan sindikat perdagangan orang (human trafficking) dengan modus pemalsuan akta otentik berupa tahun lahir pada dokumen paspor yang diduga melibatkan oknum di Kantor Imigrasi Kelas 1 Non TPI Bekasi, terkuak. Dalam dokumen yang diterima, seorang perempuan asal Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, berisial ARS, diduga menjadi target manipulasi identitas. Karena pada kartu tanda kependudukan (KTP) tertera tahun lahir ARS ialah 5 Juni 1974, namun dalam paspor yang diduga dikeluarkan Kantor Imigrasi Bekasi, berlaku 15 September 2025 hingga 15 September 2030, tahun lahir ARS diubah menjadi 5 Juni 1979.

Pihak Kanim Kelas 1 Non TPI Bekasi sendiri saat dikonfirmasi terkait dugaan keterlibatan oknum dalam pemalsuan akta otentik berupa paspor atas nama ARS, mengaku akan melakukan kroscek terlebih dahulu.

“Nanti akan kita cek dulu kebenarannya, nanti kita undang lagi. Kita kroscek apa yang diminta itu,” ujar staf Imigrasi Bekasi, Kamis (6/11/2025).

Baca juga  Sambang ke SPBU Anggota Satuan Binmas Polres Pulang Pisau Sampaikan Imbauan kepada Warga

Sumber awak media di lingkungan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) menyebut, serangkaian aksi mempermudah visa kerja dengan modus memanipulasi usia atau memotong umur pada data paspor ini dilakukan oleh oknum pejabat Kantor Imigrasi Bekasi berinisial YA bersama kelompoknya, dengan melibatkan H sebagai penghubung, atau yang sering dipanggil Jangkung (JKG) yang juga pengelola biro jasa.

Sebagai informasi, untuk mengajukan visa kerja di negara lain, ada beberapa persyaratan, salah satunya batasan umur. Hal inilah yang diduga dimanfaatkan oleh sindikat ini dengan “memotong” umur di dokumen paspor, karena dokumen identitas kewarganegaraan yang menjadi acuan di luar negeri adalah paspor bukan KTP.

Ancaman Pidana Berlapis Menanti Pelaku

Tindakan pemalsuan tahun lahir pada dokumen negara seperti paspor dan KTP merupakan tindak pidana serius yang melanggar hukum di Indonesia. Pelaku, baik dari sindikat maupun oknum pejabat yang terlibat, dapat dijerat dengan pasal berlapis, diantaranya : 1) Pemalsuan Surat Biasa : Berdasarkan Pasal 263 KUHP, pemalsuan dokumen dapat diancam dengan pidana penjara paling lama 6 tahun. 2) Pemalsuan Dokumen dan Data Pribadi Elektronik : Berdasarkan Pasal 32 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), pemalsuan identitas yang menyebabkan kerugian atau penyalahgunaan dapat diancam pidana penjara paling lama 8 tahun atau denda paling banyak Rp2 miliar.

Baca juga  Kompak Polres Ngawi bersama TNI Bantu Bersihkan Rumah Warga Terdampak Luapan Sungai Sawur

3) Pelanggaran Administrasi Kependudukan : Pasal 95B Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan (UU Adminduk) juga mengatur sanksi bagi setiap orang yang dengan sengaja memalsukan surat dan/atau dokumen kepada instansi pelaksana, dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp1 miliar.

Red T

Share :

Baca Juga

BERITA UTAMA

Jamin Kondusifitas, Satsamapta Polresta Palangka Raya Sambangi Kantor Bawaslu

Uncategorized

Kembali Personel Polsek Banama Tingang Gelar Kegiatan KRYD Malam Ciptakan Situasi Kamtibmas Yang Aman Dan Kondusif

Artikel

Akrab, Dandim 1208/Sambas Gelar Coffee Morning Bersama Forkopimda Kabupaten Sambas

Uncategorized

Antisipasi gangguan kamtibmas saat Taraweh, Polsek Pandih Batu laks penjagaan di Masjid

BERITA UTAMA

Cegah Judi Online Sat Binmas Polres Pulang Pisau Laksanakan Sambang ke Masyarakat

Artikel

Babinsa Desa Darungan Bersama Poktan Tani Makmur Tanam Jagung di Lahan LMDH Wonoyoso

Artikel

“Ziarah dan Tabur Bunga Prajurit Marinir di TMP Panaikang Makassar dalam Rangka Memperingati Hari Armada ke-79”

Uncategorized

Antisipasi Terjadinya Tindak Pidana Polsek Maliku Patroli Malam.