Home / Artikel / BERITA UTAMA / DAERAH / HUKRIM / INVESTIGASI / KESEHATAN / NEWS / Tag / TNI-POLRI / Uncategorized

Rabu, 26 November 2025 - 11:09 WIB

Hari Guru 2025, Senator DPD RI Lia Istifhama Ajak Kembalikan Keberkahan Ilmu Melalui Adab, Perlindungan Guru, dan Penguatan Inklusi

TargetNews.ID/Foto/Dalam suasana peringatan Hari Guru Nasional 2025, Anggota DPD RI Komite III, Lia Istifhama, mengajak seluruh masyarakat untuk kembali meneladani nilai-nilai dasar dalam dunia pendidikan: adab, penghormatan kepada guru, serta kepedulian kepada semua anak didik tanpa kecuali.

TargetNews.ID/Foto/Dalam suasana peringatan Hari Guru Nasional 2025, Anggota DPD RI Komite III, Lia Istifhama, mengajak seluruh masyarakat untuk kembali meneladani nilai-nilai dasar dalam dunia pendidikan: adab, penghormatan kepada guru, serta kepedulian kepada semua anak didik tanpa kecuali.

Surabaya TargetNews.ID Dalam suasana peringatan Hari Guru Nasional 2025, Anggota DPD RI Komite III, Lia Istifhama, mengajak seluruh masyarakat untuk kembali meneladani nilai-nilai dasar dalam dunia pendidikan: adab, penghormatan kepada guru, serta kepedulian kepada semua anak didik tanpa kecuali.

Pesan Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan Imam Thabrani menjadi pengingat indah di tengah cepatnya perubahan zaman: “Pelajarilah ilmu, dan pelajarilah untuk ilmu ketenangan dan sopan santun, serta berendah hatilah kepada orang yang kamu belajar daripadanya.”

Bagi Ning Lia, pesan tersebut adalah jembatan antara tradisi masa lalu dan pendidikan masa kini. Ia mengenang kisah ayahnya, KH Masykur Hasyim, yang selalu mengajarkan pentingnya restu guru. Baginya, restu dan doa para pendidik adalah ruh yang menyertai perjalanan ilmu seseorang.

“Guru adalah cahaya. Mereka mengantarkan kita memahami dunia, dan dengan adab kita menjaga cahaya itu tetap hidup,” ujar Ning Lia.
Menempatkan Guru dalam Ruang yang Lebih Terlindungi

Sepanjang pengabdiannya sebagai senator Jawa Timur, Ning Lia melihat banyak guru bekerja dengan dedikasi tinggi, namun masih berada dalam kondisi yang belum sepenuhnya aman dan nyaman. Ia menyoroti perlunya perlindungan hukum bagi guru agar mereka dapat mendidik tanpa rasa takut dikriminalisasi hanya karena persoalan administratif.

Baca juga  Tingkatkan Kompetensi Dukung Tugas TNI AL, Binkowal Beri Pembekalan Khusus Siswa Wanita Kodiklatal

“Guru seharusnya dapat mengajar dengan tenang. Administrasi yang berlebihan sering kali membuat mereka jauh dari kelas, padahal di sanalah hati mereka berada,” ungkapnya lembut.

Ia pun membagikan pengalaman pribadi ketika pernah kehilangan tunjangan profesi selama 10 bulan di masa Covid akibat sistem administrasi yang belum ideal. Dari sana ia memahami betapa pentingnya perbaikan regulasi yang menyentuh realitas guru di lapangan.

Ning Lia juga memberikan perhatian besar pada pendidikan inklusi. Baginya, inklusi bukan hanya persoalan teknis pendidikan, tetapi bentuk kepekaan sosial dan kemanusiaan.

“Kita ingin setiap anak, apa pun kondisinya, merasakan bahwa sekolah adalah rumah tempat mereka diterima,” tegas penerima DetikJatim Awards 2025 itu.

Ia mendorong adanya alokasi BOS khusus untuk sekolah inklusi, agar layanan untuk Anak Berkebutuhan Khusus tidak bergantung pada kemampuan sekolah semata.

Baca juga  SMP Muhammadiyah 15 dan Sport Center Kenjeran Tuntas

Dengan nada yang hangat, Ning Lia juga mengingatkan pentingnya penempatan guru berdasarkan zonasi. Bukan hanya untuk mengurangi risiko perjalanan jauh, tetapi juga agar guru dapat lebih dekat dengan lingkungan tempat siswanya hidup.

“Ketika guru merasa dekat dan menjadi bagian dari komunitas, proses belajar pun tumbuh lebih alami dan saling menguatkan,” ujarnya.

Bagi Ning Lia, Hari Guru bukan hanya perayaan, tetapi waktu untuk merenungi kembali fondasi pendidikan bangsa. Pendidikan tidak hanya tentang kecerdasan, tetapi juga tentang karakter, keteladanan, dan hubungan batin antara guru dan murid.

“Ilmu itu cahaya. Dan adab membuat cahaya itu tetap menyinari perjalanan kita,” ucapnya penuh makna.

Ning Lia berharap Indonesia terus bergerak menuju ekosistem pendidikan yang menempatkan guru sebagai pilar peradaban serta memastikan semua anak memiliki ruang tumbuh yang setara.

“Dari tangan para guru, lahir generasi Indonesia Emas—generasi yang berpengetahuan, halus budi pekertinya, dan kuat akhlaknya,” tutupnya.

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Cegah Balapan Liar dan Tawuran, Sat Samapta laks Patroli Stasioner

BERITA UTAMA

Polsubsektor Jekan Raya dan Satsamapta Evakuasi Pria Lansia yang Ditemukan Terlantar

Artikel

Sasar Masyarakat Pesisir Sampaikan Maklumat Kapolda Kalteng

BERITA UTAMA

Sinergi Pentahelix Korem Wijayakusuma dan Faperta Unsoed Panen Perdana Padi Protani dan Protangguh Dukung Hanpangan Nasional

Artikel

Personel Polsek Sebangau Sosialisasikan Pelayanan Publik akun medsos Polsek Sebangau Kuala

Artikel

Pertamina Patra Niaga Perluas Pendataan QR Code Pertalite di Jateng dan DIY

Artikel

Pemkot Tegal Kembali Raih Peringkat Ke-4 Terbaik ALI 2024

BERITA UTAMA

Wujud Bangun Sinergi, Kapolres Gresik Gelar Dialog Interaktif dan Bagi Bansos ke Driver Ojol