TargetNews.id – Pasuruan — Sebuah dugaan serius mencuat terkait perlakuan tidak manusiawi terhadap para calon pekerja migran di lingkungan PT. Bangun Gunungsari (PT BGS), perusahaan penempatan pekerja migran Indonesia (P3MI) yang berlokasi di Jl. Raya Legok, Gempol, Pasuruan, Jawa Timur. Informasi yang dihimpun menyebutkan adanya indikasi penyekapan dan tindakan kekerasan yang dialami sejumlah pekerja oleh pihak internal perusahaan. 2/12/2025
Menurut keterangan para korban dan sumber internal yang enggan disebutkan namanya, praktik tersebut diduga terjadi atas perintah seorang pimpinan berinisial S, serta melibatkan seorang staf operasional berinisial N. Korban mengaku mendapat tekanan fisik maupun psikis selama berada di dalam lingkungan perusahaan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PT. Bangun Gunungsari belum memberikan klarifikasi resmi meskipun upaya konfirmasi telah dilakukan oleh awak media. Dugaan penyekapan tersebut menimbulkan tanda tanya besar mengenai standar operasional, pengawasan internal, serta kepatuhan perusahaan terhadap regulasi penempatan pekerja migran.
Kasus ini menjadi sorotan karena menyangkut keselamatan dan martabat para calon pekerja migran yang seharusnya mendapatkan pembinaan, bukan kekerasan. Aparat penegak hukum, termasuk Dinas Tenaga Kerja dan BP2MI, diminta segera turun tangan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap operasional perusahaan tersebut.
Praktik yang mengarah pada perampasan kemerdekaan seseorang — apabila terbukti — merupakan pelanggaran hukum berat, terlebih dilakukan oleh lembaga resmi yang memiliki izin negara. Oleh sebab itu, publik berharap kejadian ini diungkap secara transparan dan pihak yang terbukti melakukan kekerasan diproses secara hukum tanpa toleransi.
Media akan terus melakukan pemantauan dan meminta klarifikasi resmi dari pihak PT. Bangun Gunungsari demi memastikan fakta yang sebenarnya. Jomsen Silitonga Kabiro Nganjuk










