TARGETNEWS.ID SAMPANG – Ketua Lembaga Aspirasi Hukum dan Aliansi Rakyat Indonesia (Lembah Arasia), merasa geram melihat kondisi jalan Desa Tambak, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, yang rusak parah dan tidak layak disebut jalan. Hasil investigasi Tim Media Center pada hari Minggu, 11 Januari 2026, menunjukkan bahwa kondisi jalan rusak parah di beberapa dusun di wilayah Desa Tambak sangat memprihatinkan.
Padahal, Dana Desa mulai tahun 2019-2025 sudah terealisasi. “Kemana larinya anggaran Dana Desa yang dikucurkan begitu besar dari APBN melalui Dana Desa?” tanya Ketua Lembah Arasia. Warga setempat mengungkapkan bahwa di desa mereka tidak pernah ada pembangunan sama sekali, apalagi infrastruktur jalan desa yang rusak parah seperti di dusun mereka.
“Justru hasil swadaya masyarakat kita bisa bangun jalan dengan pavingisasi,” kata salah satu warga. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Desa Tambak sangat berpartisipasi dalam pembangunan desa, namun sayangnya tidak didukung oleh pemerintah desa.
Ketua Lembah Arasia mempertanyakan, “Dana Desa seharusnya bisa memakmurkan kesejahteraan masyarakat, bukan untuk menyengsarakan masyarakat.” Aroma menyengat adanya dugaan penyimpangan Dana Desa semakin kuat. “Dana Desa diduga untuk memperkaya diri sendiri oleh kadesnya,” tegasnya.
Lembah Arasia akan terus memantau dan menginvestigasi kasus ini untuk memastikan bahwa Dana Desa digunakan untuk kepentingan masyarakat, bukan untuk kepentingan pribadi. Kami juga akan melaporkan kasus ini kepada pihak berwajib untuk ditindaklanjuti”ungkapnya (SBY TEAM)










