Pulang Pisau – Polres Pulang Pisau terus menunjukkan keseriusannya dalam meraih predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Hal ini ditegaskan dalam rapat koordinasi Zona Integritas (ZI) yang dipimpin langsung oleh Wakapolres Pulang Pisau Kompol Sahat Martua Pasaribu, S.H., di Aula Parama Satwika, Selasa (13/01/2026).
Rapat ini dihadiri oleh para operator Program 1 hingga 6 yang membidangi enam area perubahan pembangunan ZI. Fokus utama pertemuan ini adalah melakukan evaluasi mendalam terhadap bukti dukung (data pendukung) serta pengoptimalan aplikasi Epzi sebagai instrumen pelaporan pembangunan zona integritas.
Salah satu poin krusial yang dihasilkan dalam rapat adalah instruksi penunjukan Agen Perubahan dari unsur Perwira dan Bintara. Sosok yang terpilih diwajibkan memiliki integritas tinggi, jujur, serta memahami secara mendalam mekanisme pembangunan WBK (Wilayah Bebas dari Korupsi) dan WBBM.
“Agen perubahan bukan sekadar status, tapi harus menjadi teladan yang paham akan tugasnya dalam membawa perubahan perilaku dan budaya kerja di institusi,” tegas Wakapolres dalam arahannya.
Untuk memastikan semangat Zona Integritas menyentuh seluruh lapisan, Polres Pulang Pisau mengambil langkah-langkah strategis, di antaranya:
• Sinergi Lintas Sektor: Mewajibkan 6 area perubahan ditembuskan hingga ke tingkat Polsek jajaran.
• Standarisasi SOP: Penuntasan draf SOP pada Program II yang harus diselesaikan dalam waktu satu minggu oleh masing-masing fungsi.
• Transparansi Publik: Masifnya sosialisasi melalui pemasangan spanduk di Mako dan banner di lokasi pelayanan publik.
Polres Pulang Pisau juga mendorong inovasi yang menyentuh langsung aspek kemanusiaan. Pada Program VI, ditekankan pentingnya Budaya Pelayanan Prima. Petugas pelayanan dijadwalkan mengikuti pelatihan khusus untuk menguasai magic word hingga kemampuan Bahasa Isyarat dengan menggandeng pihak perbankan atau Sekolah Luar Biasa (SLB).
Selain itu, inovasi pada Satuan Polisi Perairan (Satpolair) melalui program pengantaran warga sakit dikembangkan menjadi bakti kesehatan berkelanjutan bagi masyarakat pesisir sungai. Sementara untuk Satuan Tahanan dan Barang Bukti (Sattahti), inovasi difokuskan pada penguatan spiritual tahanan melalui pembacaan hadist dan yasinan rutin.
Terkait Program V, kepolisian juga membuka ruang pengaduan yang lebih fleksibel. Jika portal aplikasi resmi masih nihil laporan, masyarakat didorong memanfaatkan kanal pengaduan cepat melalui WhatsApp Kasipropam atau media sosial Propam untuk penyelesaian masalah yang lebih responsif.
Kegiatan ini akan memasuki tahap final check pada minggu ketiga Januari untuk memastikan seluruh hambatan data pada minggu kedua telah teratasi sepenuhnya. Dengan penguatan di 6 area perubahan ini, Polres Pulang Pisau optimis dapat menghadirkan birokrasi yang bersih, akuntabel, dan memberikan pelayanan publik yang prima bagi masyarakat Bumi Handep Hapakat. (Humasrespulpis)










