Home / BERITA UTAMA / DAERAH / HUKRIM / KESEHATAN / PENDIDIKAN / Tag

Rabu, 28 Januari 2026 - 02:53 WIB

Kemiskinan Belum Signifikan Turun, Sekda Sampang Minta Akselerasi Pembangunan

TARGETNEWS.ID SAMPANG — Pemerintah Kabupaten Sampang kembali dihadapkan pada tantangan serius pembangunan daerah, mulai dari tingginya angka kemiskinan hingga ketertinggalan infrastruktur. Hal itu mengemuka dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kabupaten Sampang Tahun 2027 yang digelar di Pendopo Kecamatan Tambelangan, Selasa (27/1/2026).

Sekretaris Daerah Kabupaten Sampang, Yuliadi Setiyawan, menegaskan bahwa arah pembangunan daerah tidak boleh keluar dari tiga agenda besar, yakni peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengentasan kemiskinan, serta pemerataan infrastruktur dan konektivitas wilayah.

Menurutnya, ketiga aspek tersebut saling terkait dan menjadi kunci kemajuan Sampang.

Yuliadi mengungkapkan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sampang memang menunjukkan tren peningkatan dalam lima tahun terakhir, dari 64,86 pada 2021 menjadi 67,23 di tahun 2025. Namun ia menekankan, capaian tersebut masih berada pada kategori sedang dan belum cukup untuk menjawab kebutuhan masyarakat secara menyeluruh.

Baca juga  Kapolri Kocok Ulang Posisi Penting Peta Keamanan Jatim Berubah, Ini Daftar Lengkap 17 Kapolres yang Dirotasi

“Angka ini tidak boleh membuat kita merasa aman. Justru harus menjadi cambuk agar kita bekerja lebih keras, mempercepat pembenahan, dan melakukan akselerasi pembangunan,” tegas Yuliadi.

Ia juga menyoroti angka kemiskinan Kabupaten Sampang yang pada tahun 2025 masih berada di level 20,61 persen. Meski mengalami penurunan, Sekda menilai capaian tersebut belum signifikan dan masih jauh dari target RPJMD yang telah ditetapkan pemerintah daerah.

“Kemiskinan kita masih tinggi. Ini menuntut langkah-langkah konkret, mulai dari kemudahan investasi, pembukaan lapangan kerja, penguatan UMKM, hingga pemerataan pembangunan infrastruktur,” ujarnya.

Khusus Kecamatan Tambelangan, Yuliadi menegaskan peran strategis wilayah tersebut sebagai daerah penyangga kawasan agropolitan Banyuates, dengan komoditas unggulan hortikultura seperti cabai dan bentul. Namun ia mengakui, kondisi infrastruktur jalan dan konektivitas Tambelangan masih belum sepenuhnya layak akibat keterbatasan anggaran.

Baca juga  Deklarasi Dukungan Relawan Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT di Desa Golo Langkok

“Peningkatan akses jalan belum bisa kita tuntaskan. Karena itu, perlu skala prioritas pendanaan agar konektivitas Tambelangan sebagai daerah penyangga agropolitan tidak terus tertinggal,” katanya.

Selain infrastruktur, Sekda juga menyoroti persoalan krusial akses air bersih yang kerap menjadi masalah di sejumlah desa saat musim kemarau. Ia meminta sinergi dan koordinasi lintas OPD dengan pemerintah kecamatan diperkuat agar solusi yang diambil tidak bersifat sementara.

Menutup sambutannya, Yuliadi mengingatkan seluruh pihak agar bijak menyikapi pengurangan dana transfer pusat yang berdampak pada belum terealisasinya sejumlah usulan Musrenbang sebelumnya. Meski demikian, ia memastikan seluruh aspirasi masyarakat tetap menjadi bahan pertimbangan penting dalam perencanaan pembangunan Kabupaten Sampang ke depan.

Red T

Share :

Baca Juga

Artikel

Bersama Tim Gabungan, Satpolair Polres Pulpis Temukan Warga Desa Pilang yang Tenggelam di DAS Kahayan

Artikel

Cegah Karhutla, Personil Sat Binmas Polres Pulang Pisau memberikan himbauan dilarang membakar hutan dan lahan secara sembarangan kepada masyarakat

Artikel

Sampaikan Imbauan Kepada Masyarakat oleh Personel Polsek Maliku

BERITA UTAMA

Pandansari, Desa Agen Perubahan Anti Korupsi

Artikel

Polres Blitar Berbagi Makanan Bergizi Gratis di Sekolah

Artikel

Personil Polsek Kahayan Kuala, secara masif lakukan giat himbauan Stop dan Larangan bermain Judi Online

Artikel

Anggota Satlantas Polres Pulang Pisau Memberi Teguran Kepada Pengemudi Yang Tidak Menggunakan Sabuk Pengaman dengan baik

BERITA UTAMA

Ketua GoWa-MO Sulsel Apresiasi Kinerja Polres Gowa Terkait Penangkapan IDT