Home / Artikel / BERITA UTAMA / DAERAH / HUKRIM / KESEHATAN / NEWS / Tag

Selasa, 10 Maret 2026 - 05:09 WIB

Dugaan Jaringan Pengaruh dalam Rotasi Jabatan Pemkot Bandung Disorot, Peran Lingkaran Dekat Wali Kota Jadi Perhatian

Bandung – Dugaan praktik penyalahgunaan pengaruh dalam proses rotasi jabatan dan pengambilan keputusan strategis di lingkungan Pemerintah Kota Bandung mulai menjadi sorotan publik. Sejumlah informasi yang beredar menyebut adanya peran pihak-pihak di lingkaran dekat pemerintahan yang diduga memiliki pengaruh dalam proses pengisian jabatan aparatur sipil negara (ASN).

Isu ini kemudian memunculkan desakan agar aparat penegak hukum melakukan penelusuran lebih lanjut guna memastikan apakah terdapat pelanggaran hukum dalam proses tersebut.

Sorotan juga mengarah pada kepemimpinan Muhammad Farhan, yang secara struktural memiliki kewenangan dalam menetapkan rotasi, mutasi, dan pelantikan pejabat di lingkungan pemerintah kota.

Namun hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari pihak Pemerintah Kota Bandung terkait informasi yang beredar tersebut.

Dugaan Peran Lingkaran Dalam

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah sumber internal birokrasi, beberapa nama disebut berada dalam lingkar komunikasi yang diduga berperan dalam proses pembahasan jabatan sebelum pelantikan dilakukan.

Salah satu nama yang sering disebut adalah Angga Wardana, yang menurut beberapa sumber memiliki kedekatan dengan pimpinan daerah dan disebut-sebut kerap terlibat dalam komunikasi informal terkait rotasi jabatan.

Selain itu, nama Noe Firman juga disebut hadir dalam beberapa pertemuan dengan aparatur sipil negara menjelang proses pelantikan jabatan di lingkungan pemerintah kota.

Meski demikian, hingga berita ini ditulis belum ada klarifikasi resmi dari pihak-pihak yang disebut dalam informasi tersebut.

Baca juga  Kamseltibcarlantas: Sat Lantas Polres Pulang Pisau Gelar Dikmas Lantas Penling

Pertemuan ASN Sebelum Pelantikan

Sejumlah sumber menyebut bahwa beberapa aparatur sipil negara yang akan dilantik sebelumnya dipanggil untuk menghadiri pertemuan di beberapa lokasi, antara lain di Pendopo Kota Bandung serta sejumlah tempat pertemuan di kawasan Lembang.

Pertemuan tersebut disebut berlangsung sebelum proses pelantikan pejabat dilakukan secara resmi.

Seorang sumber yang meminta identitasnya tidak disebutkan mengatakan bahwa pertemuan tersebut diduga berkaitan dengan komunikasi mengenai posisi jabatan yang akan diisi.

Namun informasi ini masih memerlukan verifikasi lebih lanjut dari aparat penegak hukum maupun pihak pemerintah daerah.

Dugaan Aliran Dana

Selain isu rotasi jabatan, muncul pula informasi mengenai dugaan adanya aliran dana dari beberapa pihak di tingkat kelurahan kepada seorang anggota DPRD Kota Bandung bernama Dr. Agung.

Informasi tersebut menyebut dugaan setoran yang terjadi setelah proses pengisian jabatan di wilayah tertentu.

Namun hingga saat ini belum terdapat bukti resmi yang dipublikasikan kepada publik terkait dugaan tersebut, dan pihak yang disebut juga belum memberikan pernyataan terbuka.

Dorongan Penelusuran oleh Aparat Penegak Hukum

Sejumlah pihak menilai penting bagi aparat penegak hukum untuk menelusuri informasi yang beredar tersebut secara objektif.

Lembaga seperti:

Kejaksaan Negeri Bandung

Kejaksaan Tinggi Jawa Barat

Baca juga  Brebes Konsisten Atasi Stunting

Komisi Pemberantasan Korupsi

dinilai memiliki kewenangan untuk melakukan klarifikasi, penyelidikan, dan pemeriksaan apabila terdapat indikasi pelanggaran hukum.

Pengamat tata kelola pemerintahan daerah menilai bahwa transparansi dalam proses pengisian jabatan sangat penting untuk menjaga integritas birokrasi.

“Jika memang ada dugaan praktik jual beli jabatan atau penyalahgunaan pengaruh, maka hal tersebut harus ditelusuri secara profesional oleh aparat penegak hukum,” ujar seorang pengamat pemerintahan daerah.

Pentingnya Transparansi Pemerintahan

Rotasi dan mutasi jabatan merupakan kewenangan kepala daerah, namun proses tersebut harus tetap mengikuti prinsip transparansi, profesionalitas, dan merit system dalam birokrasi.

Apabila terdapat dugaan praktik yang melibatkan pengaruh pihak di luar struktur resmi pemerintahan, maka hal tersebut berpotensi menimbulkan persoalan hukum serta merusak kepercayaan publik terhadap institusi pemerintahan.

Karena itu, klarifikasi dari pihak Pemerintah Kota Bandung serta penelusuran dari aparat penegak hukum dinilai penting untuk memberikan kepastian informasi kepada masyarakat.

Menunggu Klarifikasi Resmi

Hingga berita ini dipublikasikan, belum ada pernyataan resmi dari Muhammad Farhan maupun pihak-pihak lain yang disebut dalam informasi tersebut.

Redaksi membuka ruang bagi seluruh pihak untuk memberikan klarifikasi guna menjaga keberimbangan informasi sesuai prinsip Kode Etik Jurnalistik.

Publik kini menunggu apakah aparat penegak hukum akan menindaklanjuti informasi yang beredar dengan melakukan penelusuran lebih lanjut.(Tim/Red).

Share :

Baca Juga

BERITA UTAMA

Gelar Jumat Curhat, Polsek Kahayan Kuala dengarkan Keluhan dan Harapan Masyarakat Desa Bahaur hilir Kec.Kahayan Kuala

BERITA UTAMA

Babinsa Koramil 04/Karanganyar Wakili Danramil 04/Kra, Hadiri Undangan HUT SMPN 3 Karanganyar yang ke 44 tahun 2023

BERITA UTAMA

Jelang Lebaran, Polres Bojonegoro Bersama Forkopimda Cek Stok dan Harga Bapokting

Artikel

Wujud Kepedulian Terhadap Masyarakat, Kodam IV/Diponegoro Gelar Baksos

BERITA UTAMA

Personel Polsek Sebangau Kuala Sampaikan himbauan Kamtibmas ke warga

BERITA UTAMA

Komandan Satgas TMMD ke-126 Kodim 1208/Sambas Tanam Pohon Keras di Lokasi Kegiatan

BERITA UTAMA

Bhabinkamtibmas sambang Pos Kamling dan memberikan himbauan kamtibmas petugas jaga

Artikel

Babinsa Koramil 08/Alian Hadiri Musdes Pertanggungjawaban Sawangan
error: Konten dilindungi!!