Home / BERITA UTAMA / DAERAH / HUKRIM / Tag

Jumat, 20 Maret 2026 - 18:29 WIB

Idul Fitri di Tengah Geopolitik Dunia, DPD RI Lia Istifhama Ungkap Jadi Momentum Rekonsiliasi Sosial di Indonesia

 

Di tengah ketegangan geopolitik global dan dinamika politik domestik, Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah dinilai menjadi momentum strategis untuk memperkuat rekonsiliasi sosial, persatuan, dan harmoni kebangsaan. Hal itu disampaikan Anggota DPD RI, Lia Istifhama. Ning Lia sapaan akrabya menegaskan Idul Fitri bukan sekadar perayaan keagamaan, melainkan momentum penting untuk memperbaiki relasi sosial dan memperkuat persatuan bangsa.

Menurutnya, Idul Fitri adalah titik kembali pada kesucian hati setelah menjalani ibadah Ramadan, sekaligus ruang refleksi untuk membangun kembali hubungan antarmanusia yang mungkin sempat renggang.

“Idul Fitri tidak hanya dimaknai sebagai kemenangan spiritual, tetapi juga sebagai kesempatan untuk membersihkan hati, menghapus dendam, dan membuka ruang rekonsiliasi sosial yang tulus,” ujar Lia, Jumat (20/3).

Keponakan Gubernur Jatim itu menekankan bahwa tradisi saling memaafkan yang menjadi ciri khas Idul Fitri seharusnya tidak berhenti pada simbol atau formalitas semata, melainkan diwujudkan dalam sikap nyata dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Baca juga  Jangan Abay Terhadap Kejahatan Lingkungan Stop Karhutla

Nilai memaafkan sendiri merupakan ajaran fundamental dalam Islam. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman dalam Surah Ali Imran ayat 134 yang artinya (yaitu) orang-orang yang menafkahkan hartanya di waktu lapang maupun sempit, orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.”

Selain itu, pentingnya menjaga persaudaraan juga ditegaskan dalam Surah Al-Hujurat ayat 10:
“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara. Karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.”

Tak hanya dalam Alquran, ajaran memaafkan juga ditekankan dalam hadis Nabi Muhammad SAW. Dalam sebuah hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah bersabda:
“Tidak halal bagi seorang Muslim mendiamkan saudaranya lebih dari tiga hari. Yang terbaik di antara keduanya adalah yang memulai memberi salam.”

Baca juga  Anak-Anak Antusias Bantu Satgas TMMD ke-126 Kodim 1208/Sambas Cari Sumber Air di Desa Ratu Sepudak

Hadis tersebut menunjukkan pentingnya rekonsiliasi dan mengakhiri konflik dalam hubungan sosial.

Ning Lia yang juga putri KH Maskur Hasyim itu menilai, bangsa Indonesia yang majemuk sangat membutuhkan energi moral seperti yang terkandung dalam nilai-nilai Idul Fitri.

Menurutnya, di tengah perbedaan pandangan, kepentingan, hingga polarisasi di ruang publik, semangat saling memaafkan dapat menjadi fondasi kuat untuk membangun kohesi sosial.
“Idul Fitri adalah risalah moral bagi bangsa. Jika nilai maaf dipraktikkan secara tulus, maka kehidupan sosial dan politik kita akan lebih sehat, inklusif, dan damai,” tegasnya.

Ia pun mengajak seluruh masyarakat menjadikan Idul Fitri sebagai momentum refleksi bersama, tidak hanya dalam lingkup keluarga, tetapi juga dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

“Jika dimaknai secara mendalam, Idul Fitri menjadi gerakan moral untuk memperbaiki hubungan sosial dan memperkuat persatuan bangsa,” pungkasnya.

ANIL

Share :

Baca Juga

BERITA UTAMA

Indahnya Berbagi dihari Yang Fitri.

Artikel

Bahas Strategi Pelestarian Sejarah TNI AL, Dankodiklatal Terima Official Call Kadisjarahal

BERITA UTAMA

Tahapan Pemilu 2024 Polres Situbondo Siagakan Personel Pengamanan di Kantor KPU

Artikel

Pergantian Tahun Kian Dekat, Patroli Harkamtibmas Polsek Semampir Dipertajam

Artikel

Oknum Kepala Sekolah SMKN, 1 Kota Kediri Dilaporkan Polisi

BERITA UTAMA

Jalin Silaturrahmi, Briptu Arief Wibowo Rutin Sambangi Warga

BERITA UTAMA

Personil Satbinmas Polres Pulpis Sambangi Toko Bangunan Sampaikan Pesan Kamtibmas

Artikel

Pengamanan Perayaan Maulid Agung Nabi Muhammad SAW oleh Koramil 1008-Kelua di Desa Karingan Putih