Home / Artikel / BERITA UTAMA / DAERAH / HUKRIM / NEWS / Tag / TNI-POLRI

Jumat, 24 April 2026 - 20:17 WIB

Dugaan Penguasaan Jalan Umum Berujung Kekerasan dan Intimidasi, Warga Camplong Ancam Laporkan Penanganan Polisi ke Propam

Sampang – Dugaan penguasaan jalan umum oleh dua oknum bernama Sawi dan Mahsus di wilayah Camplong, Kabupaten Sampang, memicu konflik serius yang kini berujung pada laporan pidana berlapis. Kasus ini tidak hanya menyangkut sengketa akses publik, tetapi juga menyeret dugaan penganiayaan, pengancaman, pengrusakan lahan, hingga tekanan terhadap korban untuk mencabut laporan.

Persoalan ini bermula dari upaya penguasaan jalan umum yang diduga dilakukan secara sepihak. Alih-alih diselesaikan melalui mekanisme hukum atau musyawarah, konflik justru berlarut-larut tanpa kejelasan dan disebut telah berlangsung dalam waktu yang cukup lama.

Korban, Sunama, warga Dusun Bunut, Desa Sejati, Kecamatan Camplong, mengaku menjadi sasaran kekerasan fisik hingga mengalami luka di bagian wajah. Selain itu, ia juga menerima ancaman serius yang tidak hanya menyasar dirinya, tetapi juga keluarganya.

“Kalau saya teruskan kasus ini, saya dan keluarga saya diancam. Bahkan ada ucapan kalau pelaku sampai dipenjara, keluarga saya yang akan jadi sasaran,” ungkap Sunama, Jum’at (24/04/2026).

Baca juga  Kodim Brebes Gelar Pembinaan Jaring Teritorial

Sunama menegaskan bahwa dirinya sempat berupaya menyelesaikan persoalan secara damai. Namun, itikad baik tersebut tidak direspons oleh pihak lawan. Sebaliknya, ia justru mengaku mendapat tekanan untuk mencabut laporan yang telah diajukannya.

“Saya diminta mencabut laporan dan disuruh tanda tangan surat perdamaian. Tapi saya curiga, takut ada sesuatu di belakang itu,” tambahnya.

Di tengah konflik, muncul pula dugaan penyerobotan lahan meskipun objek tanah disebut telah memiliki sertifikat resmi. Tidak hanya itu, dugaan pengrusakan lahan juga terjadi. Pohon-pohon milik korban di lokasi sengketa dilaporkan dibabat secara paksa tanpa izin.

“Pohon-pohon saya ditebang semua tanpa izin. Itu dilakukan sepihak, padahal belum ada penyelesaian apa-apa,” tegas Sunama.

Tindakan tersebut dinilai tidak hanya sebagai bentuk pengrusakan aset, tetapi juga berpotensi sebagai upaya menghilangkan barang bukti di lokasi sengketa.

Konflik yang melibatkan sejumlah pihak ini bahkan sempat memicu bentrokan, menandakan eskalasi yang semakin mengkhawatirkan.

Baca juga  Sat Binmas Polres Pulang Pisau Melaksanakan Kegiatan Polisi RW

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sedikitnya terdapat tiga laporan polisi (LP) yang telah dilayangkan, mencakup dugaan penganiayaan, pengancaman, penyerobotan lahan, pengrusakan, serta tekanan untuk mencabut laporan. Seluruh laporan tersebut saat ini berada dalam penanganan Polres Sampang di wilayah Kabupaten Sampang.

Namun demikian, korban menilai proses penanganan perkara berjalan lambat dan belum menunjukkan perkembangan signifikan. Kondisi ini memicu kekecewaan dan menimbulkan rencana untuk melaporkan dugaan lemahnya penanganan tersebut ke pengawas internal kepolisian.

“Kalau tidak ada kejelasan, kami akan laporkan ke Divisi Profesi dan Pengamanan Polri di Polda Jawa Timur. Kami butuh kepastian hukum,” tegasnya.

Kasus ini menjadi sorotan publik karena menyangkut dugaan kekerasan, intimidasi, hingga penguasaan fasilitas umum. Masyarakat pun menanti langkah tegas aparat penegak hukum agar persoalan ini tidak semakin meluas dan berpotensi memicu konflik sosial yang lebih besar.

Share :

Baca Juga

Artikel

Polsek Sebangau Kuala Aktif Sambangi Warga di malam hari

Artikel

Danrem 091/ASN Terima Paparan Kesiapan TMMD Ke -123 TA. 2025 Kodim 0912/Kutai Barat

BERITA UTAMA

Dengan Khidmat Kodim 1208/Sambas Gelar Upacara Peringatan Hari Juang TNI AD Tahun 2023

BERITA UTAMA

Polsek Maliku Sambangi Masyarakat dengan Beri Imbauan

Artikel

Kasus Sangria, Effendi Dituntut 2 Tahun 6 Bulan Penjara, Hakim Kabulkan Penangguhan Penahanan

BERITA UTAMA

Polsek Sebangau Kuala sambang dan Lakukan Sosialisasi dan imbauan Kepada Masyarakat.

BERITA UTAMA

Komandan Yonranratfib 2 Marinir Support Material Tempur

Artikel

Babinsa Koramil 1612-01/Ruteng Memonitor Kegiatan Pematokan Batas Tanah untuk Pembukaan Jalan Baru di Desa Bangka Lao, Kabupaten Manggarai