Sampang TargetNews.id Petani tembakau di Kecamatan Camplong Kab. Sampang Petani tembakau di sejumlah wilayah di Kabupaten Sampang kembali dibuat resah. Harga bibit tembakau naik drastis hingga tembus Rp 80.000+100.000 ribu per bungkus. Kenaikan itu dinilai sangat memberatkan, apalagi di tengah musim tanam yang tidak menentu akibat cuaca ekstrem.
Pantauan media targetnews. Id harga bibit tembakau yang semula berkisar Rp 35.000 ribu per 1.000 batang kini melambung hingga Rp 80.000 atau 100 ribu bahkan Rp 115 ribu di beberapa desa tembakau. Kondisi itu memukul petani, terutama yang harus melakukan penanaman ulang karena bibit sebelumnya gagal tumbuh akibat hujan berkepanjangan.
“Saya sudah dua kali tanam, tapi bibit banyak yang mati. Sekarang mau beli bibit lagi, harganya malah makin mahal,” keluh Ruda, e petani asal dusun Ruberuh Gunung Maddah Sampang Rubaru, Senin (26/4/2026).
Menurut Ruda, e tahun ini adalah musim tanam terberat dalam beberapa tahun terakhir. Selain harga bibit yang naik lebih dari dua kali lipat, cuaca yang tak menentu membuat banyak petani kesulitan menjaga pertumbuhan tanaman tembakau mereka.
Kondisi itu diperparah dengan pasokan bibit yang terbatas. Beberapa pengecer menyebut, kenaikan harga terjadi karena tingginya permintaan sementara pasokan dari luar daerah berkurang.
Menanggapi hal tersebut, ketua Awas Cak Jum menyatakan, pihaknya siap membantu konfermasikan kepada kepada pertanian pada besok hari senin,pihak dari ketua Awas mau datang ke kantor pertanian,kepala pertanian biar cepat menyalurkan bantuan bibit tembakau kepada petani melalui program program yang ada
“Dengan ucapan yang sama Saheri tembakau saya pak ketua habis ludes baru nanam kedatangan hujan yang kuat kurang lebih Empat jam jadi tembakau saya ada di dalam tanah tenggelam ucapnya dengan nada yang sangat sedih
Matilah tembakau saya ucap sahari? ”
Meski begitu, pihaknya ketua Asosiasi Jumadi tetap mendorong agar petani tembakau bisa mendapat akses bibit yang baik dan pertanian harga yang wajar. juga mengimbau petani untuk lebih waspada terhadap perubahan cuaca dan memilih bibit berkualitas agar tidak merugi.ucap ketua Awas
“Kami terus pantau situasi di lapangan,” tambahnya.
Sementara itu, petani berharap ada upaya nyata dari pemerintah untuk menstabilkan harga bibit, memperluas bantuan, dan memberikan pendampingan teknis. “Kalau terus seperti ini, kami makin berat bertahan jadi petani tembakau,”
Penulis : mahrus










