TARGETNEWS.ID, KOTA BATU – Kepala Desa Pendem Tri Wahyuwono Efendi sangat mendukung upaya Perumdam Among Tirto Batu, perusahaan pelayanaan air milik BUMD Kota Batu. Sesuai hasil rapat bersama DPRD komisi B, Terundang ada tiga desa meliputi, desa Pendem,Mojorejo dan desa Beji pada beberapa Minggu lalu.
Rapat kerja komisi B DPRD Batu bersama pihak Dirut PDAM Batu dan tiga desa tersebut di atas, pihak PDAM Batu mendapat dukungan dari komisi B rencana penambahan pengelolaan air di sumber Genengan.
“Perumdam Among Tirto Kota Batu ada tiga prioritas pelayanan pasokan air minum yang ada di tiga desa tersebut, seperti halnya desa Pendem yang nota bene segi pasokan air mengalami surut di tengah masyarakat. Hal ini dampak dari surutnya sumber dan bertambahnya pengguna/pelanggan dewasa ini,”kata Kades Tri Wahyuwono, pada Rabu (13/5/2026) siang.
Disebutkan lagi oleh Efendi, di wilayah desa Pendem masalah suplay air bersih ke masyarakat sebagai pelanggan ada sekira 800 rumah. Dan itu warga Pendem terlayani dari 4 perusahaan seperti, PDAM Kota, PDAM Kabupaten Malang, PDAM Batu dan dilayani pula dari Hipam desa Pendem.
Harapan kami selaku pemerintah Desa Pendem, dalam hering bersama dewan dan Dirut PDAM Batu, untuk antisipasi jangka pendek maupun jangka panjang agar pasokan air di wilayah desa Pendem tetap bisa tercukupi.
“Maka progres PDAM Batu yang akan mengelola sumber Genengan akan menguatnya lagi pasokan air yang ada di tiga desa. Hal ini patut pemerintah daerah mendukung penuh rencana pembangunan tandon air di wilayah Beji untuk bisa mengaliri wilayah selatan termasuk desa Pendem,Mojorejo,dan Beji,” papar Efendi
Kesempatan itu, Bambang Prahmono,SE, selaku wakil Ketua komisi B menambahkan, Tujuan audensi dan koordinasi itu, pihak Perumdam Among Tirto (PDAM) Batu dan tiga desa. Pihak PDAM Batu akan melakukan pengelolaan yang terdapat di tiga sumber, sumber genengan, sumber kali curah dan sumber deberan.
“Paska rapat koordinasi bersama PDAM,komisi B, dan tiga desa, sampai saat ini masih belum ada tindak lanjut bersama-sama melakukan sidang dilokasi sumber yang di maksud. Agar apa yang dikeluhkan masyarakat dan para petani itu, pihak dewan mengetahui secara langsung,”ucap Bambang Prahmono.
Kami selaku anggota dewan bagian dari pemerintahan mendukung upaya PDAM Batu dalam pengelolaan di tiga sumber tersebut. Karena terkait air kebutuhan pokok masyarakat yang tidak bisa terlewatkan sampai kapan pun.
” Untuk rencana penambahan tiga sumber itu jika sudah ada kesepakatan dengan pihak-pihak, dan tidak ada saling di rugikan, maka PDAM Batu bisa segera melaksanakan program kerjanya dalam menjalankan pasokan air bersih ditengah masyarakat untuk mencegah terjadinya krisis air,”papar Bambang Pram.
Karena mengacu pada keterangan laporan Dirut PDAM Achmad Yusuf dalam forum rapat di gedung dewan, ada rencana pemanfaatan sumber mata air genangan itu jaraknya dekat dengan jaringan pipa PDAM Batu, dan masyarakat maupun petani nya juga mendukung serta menyetujui.
Sebelum dilakukan pelaksanaan pekerjaan itu, jelas PDAM Batu terkait anggaranya juga sudah siap secara mandiri di internal PDAM Batu, dan tinggal hanya menunggu evaluasi lapangan dari dampak-dampaknya terlebih dulu.
Bagusnya PDAM terlebih dulu akan melakukan uji coba melalui tandon yang akan dibangunnya nanti. Ketika dalam sekema pengaturan pasukan air tidak ada gejolak masyarakat, baru saluran-saluran tersebut akan dipermanenkan. (Wan)










