Arab Saudi – Di tengah lautan manusia yang bergerak perlahan di kawasan Armuzna—Arafah, Muzdalifah, dan Mina—ada banyak cerita tentang kesabaran, keikhlasan, serta kerja keras para petugas dalam melayani tamu Allah.
Penyelenggaraan ibadah haji 2026 memang tidak lepas dari berbagai tantangan, mulai dari kepadatan jemaah, penyesuaian layanan berbasis syarikah, hingga kebutuhan khusus bagi para lansia. Namun di balik semua itu, hadir semangat gotong royong dan kolaborasi lintas kementerian yang dirasakan langsung oleh jemaah Indonesia.
Anggota DPD RI asal Jawa Timur, , mengaku bersyukur melihat semakin kuatnya sinergi antar-kementerian dan petugas haji di lapangan dalam memastikan jemaah tetap mendapatkan pelayanan terbaik selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Menurut Ning Lia, sapaan akrab Lia Istifhama, kekompakan para petugas menjadi energi penting di tengah padat dan melelahkannya rangkaian ibadah haji.
“Di tengah jutaan manusia yang berkumpul, yang paling terasa adalah kepedulian. Petugas saling membantu, saling menguatkan, dan hadir untuk memastikan jemaah tetap tenang menjalankan ibadahnya,” ujarnya.
Ia menilai, koordinasi antara pemerintah Indonesia dan otoritas Arab Saudi tahun ini terlihat semakin matang, terutama dengan dukungan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) yang membuat pelayanan menjadi lebih terstruktur.
Bagi Ning Lia, haji bukan hanya soal perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan hati. Karena itu, pelayanan terhadap jemaah tidak cukup hanya administratif, melainkan juga harus menghadirkan rasa aman dan nyaman, terutama bagi para lansia yang membutuhkan perhatian lebih.
“Melihat para petugas mendampingi lansia, membantu jemaah yang kelelahan, hingga memastikan kebutuhan mereka terpenuhi, itu sangat menyentuh. Negara benar-benar hadir untuk umat,” tuturnya.
Ia juga mengapresiasi para petugas Kementerian Agama dari berbagai daerah yang tetap sigap di tengah kondisi lapangan yang dinamis. Menurutnya, semangat melayani yang ditunjukkan para petugas menjadi cerminan nilai kemanusiaan dan pengabdian.
Tidak hanya fokus pada pengawasan, para petugas disebut turut aktif memastikan distribusi logistik, pengaturan mobilitas jemaah, hingga pendampingan ibadah berjalan dengan baik.
“Yang membuat saya terharu, banyak petugas bekerja tanpa mengenal lelah. Mereka bukan hanya menjalankan tugas, tetapi benar-benar melayani dengan hati,” katanya.
Selain itu, Ning Lia juga melihat adanya peningkatan dalam inovasi pelayanan haji tahun ini, mulai dari penguatan sistem informasi jemaah, koordinasi lapangan yang lebih cepat, hingga pola pengawasan yang lebih intensif di titik-titik krusial.
Menurut putri almarhum KH Maskur Hasyim tersebut, sinergi lintas kementerian menjadi bukti bahwa pelayanan publik yang baik lahir dari kerja sama dan kepedulian bersama.
“Harapan kita sederhana, semoga seluruh jemaah bisa menjalankan ibadah dengan khusyuk, sehat, dan pulang membawa haji yang mabrur. Dan untuk itu, pelayanan yang manusiawi menjadi hal yang sangat penting,” pungkasnya.
Anil










