Home / BERITA UTAMA / DAERAH / HUKRIM / TNI-POLRI

Senin, 1 Juni 2026 - 14:16 WIB

Polres Tulungagung Ungkap Fakta Baru Kasus Dugaan Peredaran Pupuk Tidak Terdaftar

TULUNGAGUNG – Satreskrim Polres Tulungagung Polda Jatim terus mendalami kasus dugaan peredaran pupuk tidak terdaftar dan/atau tidak berlabel dengan tersangka PRW (51), warga Kec. Karangrejo Kab. Tulungagung

 

Kasat Reskrim Polres Tulungagung Iptu Andi Wiranata Tamba mengungkapkan, dari hasil pengembangan penyidikan dan pemeriksaan sejumlah saksi ditemukan berbagai fakta baru terkait aktivitas tersangka dalam peredaran pupuk tersebut.

 

“Berdasarkan keterangan para saksi di lapangan, diketahui tersangka tidak memiliki lahan pertanian maupun terdaftar dalam kelompok tani,” ujar Iptu Andi Wiranata Tamba, Senin (1/6/26).

 

Dari keterangan Saksi, disebutkan bahwa tersangka sama sekali tidak memiliki lahan di Desa Punjul dan tidak masuk dalam kelompok tani atau Gapoktan setempat.

 

Selain itu, diperoleh informasi bahwa tersangka baru menyewa lahan di Desa Gedangan, Kecamatan Karangrejo setelah adanya kasus penangkapan oleh Satreskrim Polres Tulungagung.

Baca juga  Bhabinkamtibmas desa Sanggang Menyambangi Warga Binaannya

 

Setelah dilakukan pengecekan melalui RDKK dan tiga kelompok tani di wilayah tersebut, nama tersangka tidak terdaftar secara resmi sebagai anggota kelompok tani.

 

Dalam Penyidikan tersebut, petugas juga menemukan sejumlah kejanggalan pada kemasan pupuk yang diduga ilegal tersebut.

 

“Tulisan pada karung tercetak “Phoska”, padahal seharusnya “Phonska”. Tidak terdapat logo resmi Pupuk Indonesia,” terang Iptu Andi.

 

Menurut Iptu Andi, Nomor Induk Berusaha (NIB) tidak terdaftar dan Alamat perusahaan PT. Bumi Subur Khatulistiwa tidak ditemukan.

 

Begitu pula kandungan pupuk tertulis 15-10-15, sedangkan standar pupuk non subsidi umumnya 15-15-15 (Nitrogen 15, Fosfat 15, Kalium 15).

 

Masih kata Iptu Andi, Nomor SNI 1803 yang tercantum diketahui merupakan nomor untuk produk pasir bangunan, bukan pupuk yang seharusnya menggunakan kode SNI 2803.

Baca juga  Dandim 1612 / Manggarai mendukung Apel Gelar Pasukan untuk Menyongsong Operasi Mantab Brata Tahun 2023-2024 dalam Rangka Pengamanan Pemilu

 

“Hasil pengecekan izin edar pada database pupuk dan pestisida Indonesia juga tidak ditemukan untuk merek tersebut,” tambahnya.

 

Lebih lanjut kata Iptu Andi, Kode kemasan pupuk diawali angka 1, sedangkan produk asli umumnya diawali kode 01.

 

Iptu Andi juga mengatakan pengungkapan kasus ini bermula dari informasi masyarakat terkait dugaan peredaran pupuk ilegal di sebuah gudang di Jalan Jayeng Kusuma, Desa Tapan, Kecamatan Kedungwaru.

 

Pada Senin 30 Maret 2026 sekitar pukul 10.00 WIB, Unit Pidek Satreskrim Polres Tulungagung mengamankan kendaraan pick up L300 yang mengangkut 45 sak pupuk diduga ilegal.

 

Petugas kemudian melakukan Pengecekan di gudang penyimpanan pupuk dan menemukan total 81 sak pupuk, dua terpal biru serta empat palet kayu yang selanjutnya diamankan sebagai barang bukti.

 

 

(Samsul)

Share :

Baca Juga

Artikel

Dan SSK TMMD REGTAS Ke-126 Kodim 1208/Sambas Dampingi Kasi Ter Kasrem 121/Abw Tinjau Sasaran Fisik

Artikel

Sosialisasikan Kepada Masyarakat Oleh Personil Polsek Kahayan tengah Tentang Saber Pungli

BERITA UTAMA

Redam Dampak Unras, Bhabinkamtibmas Desa Dandang Polsek Pandih Batu Masifkan Sambang Warga dan Edukasi Anti-Hoaks

Artikel

Bhabinkamtibmas Polsek Maliku melaksanakan himbauan Karhutla

Artikel

Kasdim HST Pantau Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Penghitungan Suara Pilkada 2034 Tingkat Kecamatan

BERITA UTAMA

Berbagi dan Mengedukasi, Cara Satpolairud Polres Pulang Pisau Dekatkan Diri ke Warga Pesisir

Artikel

Satgas Yonif 6 Marinir Bangkitkan Semangat Olahraga Masyarakat Papua

Artikel

Polres Bojonegoro Raih Penghargaan Kinerja Pelaksanaan Anggaran Terbaik