SURABAYA – Kasus dugaan pengeroyokan yang menimpa Louis Prasetya di Surabaya hingga kini belum sepenuhnya tuntas. Meski satu orang terduga pelaku telah diamankan, keluarga korban masih menanti langkah tegas aparat kepolisian untuk menangkap terduga pelaku utama berinisial H.YS beserta pihak-pihak lain yang diduga turut terlibat dalam aksi kekerasan tersebut.
Peristiwa yang mengakibatkan korban mengalami luka di sejumlah bagian tubuh itu tidak hanya meninggalkan penderitaan fisik, tetapi juga trauma mendalam bagi korban dan keluarganya. Hingga saat ini, keluarga mengaku masih hidup dalam bayang-bayang ketakutan dan kekhawatiran akibat dugaan intimidasi yang mereka rasakan pascakejadian.
Berdasarkan keterangan keluarga, insiden tersebut diduga berawal dari persoalan pribadi yang kemudian berujung pada aksi pengeroyokan. Kakak korban, Natalia, mengungkapkan bahwa sebelum kejadian dirinya sempat menerima panggilan telepon dari seorang pria yang disebut berinisial H.YS.
Dalam percakapan tersebut, Natalia mengaku menerima kata-kata kasar serta tantangan untuk bertemu di lokasi tertentu. Namun setelah menunggu cukup lama, orang yang menghubunginya tidak kunjung datang ke lokasi yang telah disepakati.
Tak lama berselang, korban justru diduga menjadi sasaran aksi kekerasan yang dilakukan oleh sejumlah orang. Berdasarkan keterangan keluarga, korban dipukul hingga terjatuh sebelum kemudian dikerumuni dan diduga kembali menjadi sasaran penganiayaan secara bersama-sama.
> “Setelah adik saya jatuh, ada beberapa orang yang mengerumuni, memegang, membanting, dan mengarahkan agar dia kembali dipukuli,” ungkap Natalia.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka pada bagian wajah, kepala, bahu, dan kaki. Selain itu, korban juga mengalami memar di sejumlah bagian tubuh. Bahkan pakaian yang dikenakannya dilaporkan robek akibat aksi kekerasan yang terjadi.
Namun luka fisik bukan satu-satunya dampak yang harus ditanggung korban. Keluarga mengaku hingga kini masih mengalami tekanan psikologis dan rasa takut yang belum hilang sejak peristiwa itu terjadi.
> “Kami berharap pelaku utama segera ditangkap. Sampai sekarang keluarga masih merasa terancam karena ada pihak yang mencari alamat rumah kami dan melakukan intimidasi,” ujar keluarga korban.
Sementara itu, Kapolsek Sukomanunggal Kompol Akhyar membenarkan adanya laporan polisi terkait kasus dugaan pengeroyokan tersebut. Laporan itu tercatat dengan nomor:
TBL/18/VI/2026/SPKT/Polsek Sukomanunggal/Polrestabes Surabaya/Polda Jatim.
Menurutnya, aparat kepolisian telah melakukan serangkaian langkah penyelidikan mulai dari olah tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan sejumlah saksi, hingga pengumpulan alat bukti untuk mengungkap seluruh pihak yang diduga terlibat.
Polisi juga telah mengamankan satu orang terduga pelaku. Namun demikian, proses hukum masih terus berjalan dan pengembangan kasus terus dilakukan guna memburu pelaku lainnya yang hingga kini belum berhasil diamankan.
> “Kami masih melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pihak-pihak lain yang diduga terlibat dalam kasus ini,” ujar Kompol Akhyar.
Kuasa hukum korban, Hendra Tedjo, mengapresiasi langkah cepat kepolisian yang langsung merespons laporan masyarakat. Menurutnya, respons tersebut menunjukkan komitmen aparat dalam menangani perkara yang menjadi perhatian publik.
Meski demikian, keluarga korban berharap proses pengejaran terhadap para pelaku yang masih buron dapat segera membuahkan hasil. Mereka menilai kasus dugaan penganiayaan dan pengeroyokan yang menyebabkan korban mengalami luka serta trauma tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.
Sorotan publik kini juga mengarah pada keberadaan terduga pelaku utama berinisial H.YS yang hingga saat ini belum berhasil diamankan. Keluarga korban berharap Polsek Sukomanunggal dan Polrestabes Surabaya dapat segera menuntaskan perburuan terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat agar kasus ini tidak berlarut-larut dan rasa keadilan bagi korban dapat segera terwujud.
> “Kami percaya kepolisian bekerja profesional. Harapan kami, seluruh pelaku yang terlibat segera ditangkap agar korban dan keluarga mendapatkan rasa aman serta kepastian hukum,” tegas pihak keluarga.
Hingga saat ini, aparat kepolisian disebut masih melakukan pendalaman perkara, menelusuri keberadaan para terduga pelaku, serta memperkuat alat bukti guna mempercepat proses penegakan hukum.
Publik pun menaruh perhatian besar terhadap perkembangan kasus ini. Masyarakat berharap aparat dapat segera menuntaskan perkara tersebut dan menangkap seluruh pihak yang diduga terlibat sehingga keadilan bagi korban benar-benar dapat diwujudkan.
Keberhasilan mengungkap dan menangkap seluruh pihak yang diduga terlibat dinilai sangat penting, bukan hanya untuk kepentingan penegakan hukum, tetapi juga untuk memberikan rasa aman kepada korban dan keluarganya yang hingga kini masih dibayangi ketakutan.
Dengan proses penyelidikan yang terus berjalan, masyarakat kini menanti langkah lanjutan dari aparat penegak hukum. Harapannya, para pihak yang masih buron dapat segera ditemukan, diamankan, dan mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
( Redaksi)










