Home / BERITA UTAMA

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 12:57 WIB

Bisnis Seragam Berulang, Iuran Berkedok, Bungkam Pimpinan: Terjadi di SMKN 1 Sambeng

FOTO: Bisnis Seragam Berulang, Iuran Berkedok, Bungkam Pimpinan: Terjadi di SMKN 1 Sambeng

FOTO: Bisnis Seragam Berulang, Iuran Berkedok, Bungkam Pimpinan: Terjadi di SMKN 1 Sambeng

TARGETNEWS.ID LAMONGAN — Aroma pertanyaan kembali menguar dari lingkungan SMKN 1 Sambeng pada awal tahun ajaran baru. Di tengah kebijakan pemerintah yang terus menekankan transparansi pengelolaan pendidikan, muncul keluhan mengenai sejumlah pungutan yang dibebankan kepada peserta didik, mulai dari pembelian kain seragam bernilai jutaan rupiah, biaya bulanan dengan penyebutan yang berbeda dari SPP, hingga berbagai biaya kegiatan lain.

Informasi yang dihimpun media menyebutkan bahwa siswa baru kembali diwajibkan membeli paket kain seragam dengan nilai mencapai jutaan rupiah. Sejumlah sumber juga menyampaikan bahwa pengadaan kain tersebut diduga tidak berlangsung melalui mekanisme pilihan bebas, melainkan mengarah pada pola penunjukan yang terpusat melalui pihak tertentu.

Baca juga  Indonesia Raih Hasil Ciamik, di IFMA Senior World Championships 2026

Media masih menelusuri dugaan adanya mata rantai pengadaan yang terkoordinasi, termasuk apakah pola tersebut diketahui atau berada dalam pengawasan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Lamongan. Hingga berita ini diterbitkan, dugaan tersebut masih dalam tahap pendalaman dan belum dapat disimpulkan.

Selain persoalan seragam, orang tua siswa juga mengeluhkan adanya pembayaran bulanan yang disebut menggunakan istilah lain, bukan SPP. Besaran pembayaran disebut berbeda-beda sesuai jurusan dan kegiatan yang diikuti peserta didik.

Keluhan lain menyangkut biaya kegiatan kunjungan industri. Berdasarkan informasi yang diterima media, kegiatan studi ke Yogyakarta dikenakan biaya rata-rata sekitar Rp500.000 hingga Rp600.000 per siswa. Di luar itu, terdapat pula informasi mengenai biaya lain yang disebut sebagai uang gedung dan beberapa komponen pembiayaan pendidikan lainnya.

Baca juga  Gema Sholawat Nabi, Babinsa Koramil 08/Alian Hadiri Tausiah Darul Quran

Akumulasi berbagai komponen biaya tersebut dinilai menimbulkan beban ekonomi yang tidak ringan bagi sebagian orang tua siswa, terutama di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.

Untuk memperoleh penjelasan dan hak jawab, media telah berupaya menghubungi Kepala SMKN 1 Sambeng, Muhammad Subkan. Namun hingga berita ini dipublikasikan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan atas konfirmasi yang disampaikan.

Media akan terus menelusuri mekanisme pengadaan kain seragam, dasar penetapan berbagai biaya pendidikan, pihak-pihak yang terlibat dalam proses pengadaan, serta kesesuaiannya dengan ketentuan yang berlaku.

(Bersambung)

Share :

Baca Juga

Artikel

Memasuki Minggu Kedua, Dansatgas Tinjau Progres Pengerjaan Sasaran TMMD Ke-124 Di Desa Gunung Melati

BERITA UTAMA

Polres Pulang Pisau Gelar Pembagian Brosur Kamseltibcarlantas kepada Masyarakat

BERITA UTAMA

Polsek Sebangau Kuala Laksanakan Sosialisasi Saber Pungli.

Artikel

Polda Jatim Periksa 29 Saksi terkait Dugaan Praktik KKN dalam Seleksi Perangkat Desa di Kediri

Artikel

Polsek Banama Tingang 1×24 Jam Siap Melayani Masyarakat.

BERITA UTAMA

KKN Undip, Peduli Sampah dan Pendidikan

BERITA UTAMA

Bhabinkamtibmas Desa Dandang Sambangi Masyarakat Desa Binaan sekaligus Sisipkan Pesan Kamtibmas terkait pemanpaatan perkarangan Untuk Menanam Tanaman Pangan Bergizi

Artikel

Polres Probolinggo Gelar Bakti Kesehatan Sambut Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-69