Home / BERITA UTAMA / NEWS / POLRI

Rabu, 19 Agustus 2026 - 20:46 WIB

Meritokrasi dan Netralitas TNI Jadi Sorotan, Ketua KAKI Jatim Dukung Gatot Nurmantyo

JAKARTA – Pernyataan mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn.) Gatot Nurmantyo mengenai pentingnya meritokrasi dan netralitas TNI mendapat dukungan dari Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) Jawa Timur.

Ketua KAKI Jatim, Moh. Hosen, menilai kepemimpinan di tubuh TNI harus dibangun berdasarkan prestasi, kemampuan, integritas, pengalaman dan profesionalisme, bukan kedekatan politik atau kepentingan tertentu.

“Kami mendukung apa yang disampaikan Jenderal Gatot. TNI harus tetap profesional dan netral. Jabatan harus diberikan kepada prajurit berdasarkan kemampuan, prestasi dan pengabdian,” ujar Hosen,” Kamis (20/8/2026).

Gatot sebelumnya menyampaikan pandangan tersebut dalam webinar “Kamu Bertanya, Jenderal Gatot Menjawab” yang diselenggarakan Indonesia Strategic and Defence Studies (ISDS), Rabu (19/8/2026).

Menurut Gatot, rusaknya sistem merit dapat menimbulkan frustrasi di kalangan prajurit yang telah bekerja keras dan mempertaruhkan nyawa dalam menjalankan tugas.

“Untuk apa saya ke Papua sampai berdarah-darah, untuk apa saya berjuang, tapi ternyata yang naik orang yang tentara salon,” ujar Gatot.

Baca juga  Gencarkan Sosialisasi Ops Keselamatan Telabang 2026, Satlantas Polres Pulang Pisau Bagikan Brosur ke Pengguna Jalan

Ia juga mengingatkan agar prajurit tidak mengejar jabatan melalui kedekatan dengan kekuatan politik.

“Orang-orang seperti itu adalah pelacur politik. Tentara itu tidak boleh begitu. Dia hanya bekerja, bekerja, bekerja yang terbaik untuk negeri ini. Biarkan pangkat pun adalah penghargaan,” tegasnya.

KAKI Jatim: TNI Harus Tetap Netral

Hosen menilai meritokrasi bukan sekadar persoalan karier prajurit, tetapi berkaitan langsung dengan profesionalisme dan kepercayaan publik terhadap TNI.

“TNI merupakan institusi strategis dalam menjaga kedaulatan negara. Karena itu, kepemimpinan TNI harus diisi prajurit yang memiliki kemampuan, pengalaman, integritas dan rekam jejak pengabdian yang jelas,” kata Hosen.

Ia mengingatkan agar kepentingan politik praktis tidak memengaruhi proses pembinaan karier maupun penempatan jabatan di tubuh TNI.

Baca juga  Kolaborasi Koramil 1612-05/Elar dan Aparat Pemerintah untuk Masyarakat Bersih Judi Online

“Jangan sampai kedekatan politik mengalahkan prestasi. Kalau meritokrasi dijaga, profesionalisme dan netralitas TNI juga akan semakin kuat,” tegasnya.

Selain meritokrasi, KAKI Jatim juga mendukung perhatian Gatot terhadap ancaman perang informasi di era digital dan kecerdasan buatan (AI).

Menurut Hosen, disinformasi, manipulasi narasi dan konten sintetis dapat mengikis kepercayaan masyarakat serta memicu polarisasi.

“Perang informasi harus dihadapi dengan ketahanan informasi. Masyarakat harus cerdas memilah informasi agar tidak mudah terprovokasi dan diadu domba,” ujarnya.

KAKI Jatim berharap TNI tetap menjadi institusi yang profesional, solid dan netral serta tidak terseret kepentingan politik praktis.

“Kekuatan TNI bukan hanya pada alutsista, tetapi juga pada kualitas prajurit, kepemimpinan yang berintegritas dan kepercayaan rakyat,” pungkas Hosen. (Syaif)

#Presiden Prabowo Subianto
#Panglima TNI Agus Subiyanto
#Seskab Letkol Taddy

Share :

Baca Juga

Artikel

Pemusnahan Knalpot Breng Operasi Lilin Semeru 2023

Artikel

Antisipasi Terjadinya Tindak Pidana Polsek Maliku Patroli Malam

Artikel

Pastikan Keamanan dan Kelancaran Pengendara, Satlantas Polres Pulang Pisau Lakukan Patroli di Daerah Rawan Laka

Artikel

Pimpin Evaluasi Kerja, Dan SSK Kapten Inf Dwi Semangati Personel Satgas TMMD

Artikel

Kunjungan Kasih di Gereja Bethesda, Kapolres Pulpis Salurkan Bantuan Sosial untuk Jemaat

BERITA UTAMA

Babinsa Koramil Ruteng Selenggarakan Kegiatan Mediasi terkait Perusakan Aset Negara di Dusun Tebo

BERITA UTAMA

Seminggu Operasi Patuh Candi 2023 Berjalan, Polres Tegal Kota Tilang 1.972 Pelanggar

Artikel

Bersama Para Jemaat Prajurit Menbanpur 3 Marinir Laksanakan Bersih-Bersih Gereja