SURABAYA — Kemajuan pendidikan tidak selalu lahir dari ruang-ruang besar atau program yang serba baru. Terkadang, ia tumbuh dari kemauan untuk saling belajar, berbagi pengalaman, dan membuka diri terhadap praktik baik dari sekolah lain.
Semangat itulah yang dibawa SMK Muhammadiyah 2 Surabaya (SMK MUDA) saat melakukan kunjungan studi tiru ke SMK Muhammadiyah 1 Surabaya (SMK MUDISA), Kamis (24/9/2026).
Bertempat di SMK MUDISA, Jalan Kapasan 73–75 Surabaya, rombongan SMK MUDA dipimpin Kepala SMK MUDA Hijri Alaudin, S.Kom., bersama tiga staf. Mereka disambut langsung Kepala SMK MUDISA Irvandy Andriansyah, S.T., M.T.
Pertemuan tersebut bukan sekadar agenda kunjungan antarsekolah. Lebih dari itu, menjadi ruang untuk bertukar cerita, pengalaman, gagasan, sekaligus melihat secara langsung berbagai program yang telah dikembangkan SMK MUDISA.
Sejumlah hal menjadi bahan pembahasan, mulai dari penguatan program internasional, konsep SMK Go Global, strategi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), peningkatan mutu sekolah, hingga pengembangan program unggulan dan Teaching Factory (TEFA).
Belajar Bukan Berarti Meniru
Kepala SMK MUDISA Irvandy Andriansyah mengatakan, studi tiru sebaiknya dimaknai sebagai kesempatan untuk saling belajar dan menemukan hal-hal yang dapat dikembangkan sesuai karakter masing-masing sekolah.
“Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antarsekolah Muhammadiyah. Kita tidak hanya berbagi program, tetapi juga berbagi pengalaman dan inspirasi. Harapannya, SMK Muhammadiyah bisa tumbuh bersama, saling menguatkan, dan semakin unggul serta berkemajuan,” ujar Irvandy.
Menurutnya, perubahan dunia pendidikan dan kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang membuat sekolah vokasi perlu beradaptasi. Inovasi dan kolaborasi pun menjadi bagian penting agar pendidikan yang diberikan kepada siswa tetap relevan dengan perkembangan zaman.
Semangat tersebut yang kemudian membuat studi tiru tidak berhenti pada melihat program sekolah lain, tetapi dilanjutkan dengan menggali pengalaman, memahami proses, dan mencari kemungkinan pengembangan di sekolah masing-masing.
Melihat Langsung Aktivitas TEFA
Salah satu bagian menarik dalam kunjungan tersebut adalah kesempatan rombongan SMK MUDA melihat langsung Teaching Factory (TEFA) yang dikembangkan SMK MUDISA.
Di sana, rombongan dapat melihat bagaimana proses pembelajaran tidak hanya berlangsung melalui teori di dalam kelas, tetapi juga diarahkan pada pengalaman yang mendekati suasana dan budaya kerja sebenarnya.
TEFA menjadi salah satu sarana untuk membekali siswa dengan keterampilan praktis, pengalaman kerja, kreativitas, serta kemampuan menghadapi kebutuhan dunia industri maupun peluang berwirausaha.
Bagi SMK MUDA, pengalaman tersebut menjadi bahan pembelajaran untuk melihat bagaimana pendidikan berbasis produksi dan layanan dapat terus dikembangkan agar semakin dekat dengan kebutuhan siswa dan dunia kerja.
Membawa Pulang Ilmu untuk Dikembangkan
Kepala SMK MUDA Hijri Alaudin mengaku bersyukur dapat mengikuti kunjungan tersebut.
“Saya sangat bersyukur bisa mendapatkan banyak ilmu dari kunjungan ini. Banyak hal yang kami pelajari dari SMK MUDISA, baik terkait program internasional, SPMB, mutu sekolah maupun pengembangan TEFA. Semoga apa yang kami dapatkan bisa kami terapkan dan dikembangkan di sekolah kami sehingga SMK MUDA semakin maju,” ungkap Hijri.
Baginya, kunjungan tersebut bukan hanya tentang melihat apa yang sudah dilakukan sekolah lain. Ada semangat untuk membawa pulang pengetahuan, kemudian mengolahnya menjadi gagasan yang sesuai dengan kebutuhan dan karakter SMK MUDA.
Pertemuan dua sekolah Muhammadiyah itu pun menghadirkan pesan sederhana: sekolah tidak harus berjalan sendiri untuk menjadi lebih baik.
Ada kalanya kemajuan justru tumbuh ketika satu sekolah bersedia membuka pintu, sementara sekolah lain datang dengan semangat belajar.
Dari Kapasan, dua sekolah Muhammadiyah itu mempertemukan satu semangat yang sama—saling belajar, saling menguatkan, dan bersama-sama menyiapkan generasi vokasi yang tidak hanya siap menghadapi dunia kerja, tetapi juga siap melangkah ke dunia global.
(Anil)










