Home / BERITA UTAMA

Minggu, 27 September 2026 - 03:46 WIB

Bukan Sekadar Jabatan, Ning Lia: Kepemimpinan Dimulai dari Keberanian Membaca Perubahan

SURABAYA — Dunia kepemimpinan terus berubah seiring perkembangan teknologi dan dinamika masyarakat. Di tengah perubahan itu, perempuan yang ingin mengambil peran di ruang publik dinilai perlu memiliki kemampuan membaca situasi, membangun komunikasi, sekaligus menyusun strategi secara adaptif.

Pesan tersebut disampaikan Anggota DPD RI Dr. Lia Istifhama dalam kegiatan Sekolah Politik Perempuan yang digelar Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur di Amaris Hotel Darmo Surabaya, Sabtu (26/9/2026).

Dalam forum tersebut, perempuan yang akrab disapa Ning Lia itu mengangkat tema “Kepemimpinan Kontekstual: Cerdas Membaca Realitas, Adaptif dan Inventif.”

Menurut Ning Lia, kepemimpinan tidak bisa dilepaskan dari konteks dan situasi yang dihadapi. Seorang pemimpin perlu memahami perubahan lingkungan sebelum menentukan cara bertindak.

Ia mengaitkan gagasan tersebut dengan contingency theory Frederick E. Fiedler yang memandang bahwa tidak ada satu gaya kepemimpinan yang selalu paling tepat untuk setiap keadaan. Strategi kepemimpinan, kata dia, perlu disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada.

Dari perspektif tersebut, Ning Lia kemudian mengajak peserta melihat pentingnya keterlibatan perempuan dalam ruang publik. Baginya, keterlibatan dalam proses pengambilan kebijakan bukan semata soal jabatan, tetapi juga tentang bagaimana seseorang dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Ia juga mengaitkan keterlibatan tersebut dengan konsep dakwah bil yad, yakni dakwah melalui kewenangan atau kemampuan untuk melakukan perubahan dalam ruang publik.

“Karena Islam tidak boleh terjebak dalam powerless,” tegas Ning Lia.

Baca juga  Personil Siaga Polsek Sebangau Kuala Himbau Masyarakat Agar Tertib Berlalulintas

Menurutnya, posisi yang lemah dalam proses pembuatan kebijakan dapat membuat kepentingan masyarakat tidak cukup terwakili. Karena itu, ruang politik, ekonomi, dan sosial perlu diisi oleh orang-orang yang memiliki kapasitas sekaligus kepedulian terhadap kepentingan masyarakat.

Setiap Orang Memiliki Potensi Memimpin

Ning Lia juga menekankan bahwa kepemimpinan tidak selalu identik dengan jabatan formal.

Mengutip Trait Theory Gordon Allport, ia menjelaskan bahwa karakter seseorang dapat menjadi bagian penting dalam membentuk kemampuan kepemimpinan. Keberanian, kecakapan, daya tanggap, imajinasi, kreativitas, disiplin, hingga nilai-nilai yang diyakini dapat menjadi modal dalam menjalankan peran tersebut.

“Setiap orang memiliki potensi kepemimpinan,” jelasnya.

Ia kemudian mengutip ungkapan syubbanul yaum rijalul ghod, yang menggambarkan pentingnya generasi hari ini dalam menyiapkan kepemimpinan masa depan.

Bagi Ning Lia, kepemimpinan juga tidak lahir secara instan. Pengalaman, latihan, karakter, inspirasi, serta lingkungan ikut membentuk seseorang dalam proses menjadi pemimpin.

Pemikiran Ibnu Khaldun mengenai kepemimpinan dan karakter kelompok turut menjadi bagian dari perspektif yang disampaikannya kepada peserta.

Dari Karakter Menuju Strategi

Setelah membahas karakter pemimpin, Ning Lia mengajak peserta masuk pada aspek strategi.

Ia mengutip pemikiran Harry R. Yarger yang melihat strategi sebagai cara berpikir mengenai masa depan dengan mempertimbangkan berbagai kemungkinan, kekuatan yang bekerja, biaya, risiko, hingga konsekuensi dari sebuah keputusan.

Kemampuan membaca berbagai kemungkinan tersebut, menurutnya, semakin penting ketika ruang publik kini banyak dipengaruhi teknologi digital.

Baca juga  Semangat Gotong-royong: TNI dan Masyarakat Rakit Besi Cor untuk Pondasi Jembatan Cross Way di Sungai Wae Musur

Karena itu, Ning Lia mengenalkan analisis SWOT sebagai salah satu pendekatan untuk membantu membaca kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman sebelum menentukan langkah.

Baginya, kemampuan menyusun strategi membuat seseorang tidak hanya reaktif terhadap perubahan, tetapi mampu mempersiapkan diri menghadapi berbagai kemungkinan.

Memahami Generasi dan Bahasa Komunikasi

Persoalan kepemimpinan kemudian tidak berhenti pada kemampuan mengambil keputusan. Menurut Ning Lia, pemimpin juga perlu memahami bagaimana gagasannya dikomunikasikan kepada masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa citra politik di era digital terbentuk melalui proses komunikasi yang melibatkan pesan, simbol, pengalaman, serta interpretasi publik.

Perubahan teknologi juga membuat masyarakat, khususnya generasi muda, memiliki akses informasi yang semakin cepat. Generasi Z, misalnya, dinilai memiliki perhatian terhadap berbagai isu sosial-politik, lingkungan, pemberantasan korupsi, hingga peluang pengembangan diri.

Kondisi tersebut menuntut pemimpin untuk memahami karakter audiens sebelum menentukan pendekatan komunikasi.

“Kita bangun kesepahaman di tengah perbedaan dan menguatkan pendidikan politik yang persuasif demi keberlanjutan demokrasi,” ujar Ning Lia.

Melalui Sekolah Politik Perempuan tersebut, Ning Lia mendorong perempuan tidak hanya berani hadir di ruang publik, tetapi juga membekali diri dengan kemampuan membaca realitas, memahami karakter masyarakat, membangun komunikasi, dan menyusun strategi.

Sebab, menurutnya, kepemimpinan bukan hanya tentang siapa yang berada di depan, tetapi juga tentang kemampuan membaca zaman dan menghadirkan manfaat di tengah perubahan.

(Anil)

Share :

Baca Juga

Artikel

Tekan Tindak Pidana Premanisme, Selama 1x 24 jam Piket Polsek Jabiren Raya kembali gencarkan KRYD

Artikel

KEPALA DESA MATAN JAYA, DIDUGA LAKUKAN MALADMINISTRASI

Artikel

SADIS, Pria Camplong Diserang Clurit, Luka Parah di Kepala dan Lengan Pelaku Segera Tangkap

Artikel

Jalin Silaturahmi dengan Masyarakat, Bhabinkamtibmas Food Estate Melaksanakan Sambang Desa

Artikel

Pasmar 2 Terima Kunjungan Orientasi Taruna AAL TK. I Angkatan 73

Artikel

Pemerintah Kota Batu, Inspektorat Mengucapkan Selamat Hari Jadi Bhayangkara Ke-79- 2025, Polri Untuk Masyarakat

BERITA UTAMA

Babinsa Koramil 1612-08/Macang Pacar Mendampingi Pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Desa Bari

Artikel

Sigap Personel Satsamapta Polres Sampang Polda Jatim Bantu Pengendara Dorong Mobil Mogok