SAMPANG – Puluhan baliho penolakan berukuran besar menghiasi sepanjang jalan utama Desa Dharma Tanjung. Aksi serentak ini dilakukan oleh warga setempat sebagai bentuk protes keras terhadap rencana proyek peninggian jembatan serta pelebaran jalan yang dinilai mengancam keberadaan tempat tinggal mereka.
Rencana proyek infrastruktur tersebut mencakup peninggian jembatan seluas 2,65 meter serta pelebaran jalan sejauh 8 meter ke sisi kiri dan 8 meter ke sisi kanan. Skema pelebaran ini berdampak langsung pada permukiman warga yang berdiri di sepanjang jalur tersebut.
Sebagai bentuk penolakan, warga terdampak kompak memasang baliho tepat di depan rumah masing-masing. Baliho tersebut memuat pesan tegas:
“KAMI WARGA MENOLAK PEMBANGUNAN JEMBATAN JIKA HARUS MENGGUSUR RUMAH KAMI, PEMBANGUNAN TIDAK HARUS MENGGUSUR RUMAH, PEMERINTAH HARUS PRO RAKYAT.”
Warga menyatakan bahwa mereka pada dasarnya tidak menentang pembangunan infrastruktur. Namun, mereka mendesak pemerintah untuk mencari alternatif desain teknis yang tidak merugikan masyarakat atau memicu penggusuran rumah tinggal yang telah lama mereka tempati.
Hingga berita ini diturunkan, warga Desa Dharma Tanjung masih menunggu iktikad baik dari pihak terkait untuk membuka ruang dialog guna mencari solusi terbaik bagi kedua belah pihak.










