TARGETNEWS.ID, Kota Batu – Musim panas yang cukup panjang tidak menyurutkan bunga tabebuya sebagai ikon di desa Pendem Kecamatan Junrejo Kota Batu, tetap bermekaran terlihat indah di akhir September hingga Oktober 2026.
Kondisi mekarnya dan seminya bunga tabebuya memiliki suasana jalan desa menjadi indah seakan menyerupai sedang musim semi mirip dengan bunga sakura di “Negeri Matahari Terbit” (The Land of the Rising Sun) di negara Jepang.
Sementara itu menurut kepala desa Pendem Kecamatan Junrejo Kota Batu,Tri Wahyuwono Efendi mengatakan, seminya bunga tabebuya sebagai ikon desa Pendem menjadi sasaran para wisatawan maupun fotografer untuk mengambil momen tersebut,” kata Efendi, Selasa (13/10/2026).
Ditambahkan lagi, bunga tabebuya yang sangat maksimal adalah di jalan Semeru di dalam kawasan Wisata Bumi Lumbung Pendem. Juga terdapat di jalan terusan Wijaya Kusuma persisnya di depan Pusat Pendidikan Artileri Pertahanan Udara (Pusdik Arhanud).
“Bunga tabebuya di wilayah desa kami didominasi warna kuning cerah, pink, dan putih. Saat ini kondisinya telah mekar sekitar 80 persen dan mendekati puncaknya. Hal ini memiliki daya tarik wisatawan maupun warga lokal se Malang Raya untuk berswafoto juga melakukan konten estetik,”terang Efendi.
Akan tetapi momen tersebut tidak bisa digelar Festival Tabebuya tahun 2026 ini, dikarenakan terdampak dengan pemberlakuan efisiensi anggaran dari pusat hingga daerah dan Kabupaten Kota se Indonesia. Untuk penggunaan anggaran yang bersifat seremonial seperti festival tabebuya tidak bisa digelar,berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.
“Meskipun festival tabebuya masuk dalam program tahunan, tetapi anggaran untuk gelaran tersebut tidak bisa dilaksanakan karena pos anggarannya ditiadakan. Bagaimanapun azas pemanfaatan anggaran di desa tetap mengacu pada aturan yang baru dan sangat ketat segi monitoringnya,”pungkas Efendi. (Wan)










