Home / PEMERINTAH

Kamis, 15 Oktober 2026 - 05:33 WIB

Bupati Tegal Tegaskan Profiling 600 ASN Bukan Seleksi Jabatan

Foto: Bupati Tegal Ischak Maulana Rochman memberikan pengarahan kepada 600 ASN peserta Profiling ASN (Pro-ASN) di Kantor Regional I BKN Yogyakarta, Rabu (14/10/2026).

Foto: Bupati Tegal Ischak Maulana Rochman memberikan pengarahan kepada 600 ASN peserta Profiling ASN (Pro-ASN) di Kantor Regional I BKN Yogyakarta, Rabu (14/10/2026).

Yogyakarta, TargetNews.ID -Sebanyak 600 aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tegal mengikuti Profiling ASN atau Pro-ASN di Kantor Regional I Badan Kepegawaian Negara (BKN) Yogyakarta, Rabu-Kamis (14-15/10/2026).

Bupati Tegal Ischak Maulana Rochman menegaskan, Pro-ASN bukan seleksi promosi jabatan, melainkan pemetaan kompetensi yang menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam penerapan manajemen talenta. Kegiatan ini juga tidak dimaksudkan untuk membandingkan siapa yang lebih baik atau lebih buruk di antara sesama ASN.

Pro-ASN bertujuan memetakan kompetensi, potensi, dan kualitas pegawai agar penempatan sesuai dengan kompetensi dan kebutuhan organisasi.

Dalam pengarahan pada Rabu (14/10/2026), Ischak meminta peserta mengikuti seluruh tahapan dengan serius dan menjawab jujur sesuai kondisi masing-masing.

Pro-ASN ini untuk memprofiling Bapak Ibu dari kompetensi, potensinya, kualitasnya,” ujar Ischak. Menurut dia, BKPSDM Kabupaten Tegal mungkin punya keterbatasan untuk memotret pegawai, sehingga Pro-ASN di laksanakan.

Baca juga  Wali Kota Tegal Berangkatkan ETK 2026, Pramuka Didorong Jadi Pelopor Swasembada Pangan

Pemetaan itu, kata Ischak, diperlukan untuk mendukung prinsip _the right man on the right place_, yakni menempatkan orang yang tepat pada posisi yang tepat berdasarkan kompetensi, minat, bakat, dan kemampuan.

Hasil profiling menggambarkan kondisi pada saat pengukuran,” katanya.

Ischak mengingatkan peserta agar tidak berusaha memberikan jawaban yang dianggap paling benar. Menurut dia, yang terpenting adalah data yang objektif dan benar-benar mencerminkan potensi serta kompetensi masing-masing pegawai. Data yang akurat akan membantu pemerintah daerah merancang program pengembangan kompetensi yang lebih terarah serta menyiapkan kader pimpinan potensial untuk regenerasi kepemimpinan birokrasi.

Ischak menambahkan, manajemen talenta tidak hanya menyangkut siapa yang menduduki suatu jabatan, tetapi juga upaya mempersiapkan ASN agar semakin kompeten, profesional, dan siap menghadapi tantangan pelayanan publik.

Baca juga  Jalan Sudah Bagus Dibongkar, Proyek Batu Alam Depan MPP Siola Disorot AMI

Ketua Tim Kerja Pembinaan Manajemen ASN Kantor Regional I BKN Yogyakarta Anang Pikukuh Purwoko, yang mewakili Kepala Kantor Regional I BKN Yogyakarta, meminta seluruh peserta mengikuti Pro-ASN dengan sungguh-sungguh. Menurut dia, komitmen pimpinan daerah perlu di imbangi keseriusan peserta.

Data yang akan diambil dari penilaian kompetensi ini nantinya akan sangat berpengaruh pada data manajemen talenta Bapak dan Ibu sekalian,” kata Anang.

Salah satu peserta, Erlin Dwi Haryani, mengatakan materi yang diujikan berkaitan dengan literasi digital. Ia berharap hasil Pro-ASN menjadi bahan evaluasi untuk melihat kesesuaian kompetensi pegawai dengan jabatan yang diemban saat ini.

Sebagai ASN, kita memang harus siap. Mudah-mudahan setelah Pro-ASN ini ada evaluasi, apakah kompetensi kita sudah sesuai atau belum dengan jabatan yang kita duduki saat ini,” ujarnya.(Fauzi/Targetnews.id)

Share :

Baca Juga

NEWS

Jalan Sudah Bagus Dibongkar, Proyek Batu Alam Depan MPP Siola Disorot AMI

BERITA UTAMA

Hadiri HUT IWO ke-14, Kapolsek Dukuhturi Puji Kegiatan Sosial Tepat Sasaran

MASYARAKAT

Buka Muslok XI Orari Kota Tegal, Wali Kota Dorong Peran Radio Amatir dalam Penanggulangan Bencana

PEMERINTAH

400 Anggota BPD Kabupaten Tegal Dilantik, Aspirasi Pembangunan Desa

PEMERINTAH

Bupati Tegal Siapkan Rp5,75 Miliar untuk Jalan Banjaran-Balamoa

DAERAH

Bupati Tegal Dorong Gotong Royong Lewat Lomba Kampung Nusantara

PEMERINTAH

APBD Perubahan 2026 Kota Tegal Disepakati Rp1,17 Triliun

EKONOMI

Lahan Jadi Kendala, Tulungagung Percepat Gerai KDKMP