Home / Artikel / BERITA UTAMA / HUKRIM / INVESTIGASI

Rabu, 21 Februari 2024 - 16:25 WIB

Cegah Stunting, Budayakan Makan Bareng Lebih Masif

Cegah Stunting, Budayakan Makan Bareng Lebih Masif

Cegah Stunting, Budayakan Makan Bareng Lebih Masif

 

Pemerintah Kabupaten Brebes terus berkomitmen melakukan percepatan penurunan stunting melalui berbagai langkah. Gerakan Makan Bareng Bersama Bupati, menjadi inovasi terbaru untuk percepatan penurunan yang akan dilakukan secara massif. Pasalnya, Kabupaten Brebes angka stuntingnya masih tinggi sehingga diperlukan Langkah-langkah strategis dan inovasi yang jitu.

“Hari ini saya melaunching makan bareng bupati dengan anak-anak, diawali di Desa Tengki. Saya perintahkan nanti bisa menyebar ke desa-desa lain di Kabupaten Brebes ini,” ucap Pj Bupati Brebes Iwanuddin Iskandar SH MHum saat Launching Gerakan Makan Bareng di Balai Desa Tengki, Kecamatan Brebes, Rabu (21/2/2024).

Iwan mengatakan, tujuan gerakan tersebut untuk memerangi stunting melalui budaya makan siang yang baik, melalui budaya sengkuyung yang baik. Makan baik itu cukup gizi dan nutrisi secara bersama-sama.

“Saya juga ingin membudayakan orang yang mampu, orang yang punya uang untuk peduli, tolong segera berbuat baiklah untuk masa depan anak-anak ini,” tuturnya.

Baca juga  Pengaturan Lalu Lintas Pagi Satlantas Polres Pulang Pisau Berjalan Lancar, Masyarakat Mendapat Kemudahan

Mengatasi stunting, kata Iwan, langkah yang dilakukan jangan biasa-biasa saja. Upaya pemerintah juga perlu didukung oleh semua pihak, agar Brebes akan segera turun angka stuntingnya.

“Saya sangat sayang dengan anak-anak ini, saya harap dukungan kesadaran dari semua unsur selain Pemkab, pelaku usaha, camat, lurah, tokoh masyarakat juga ikut serta memerangi stunting di Brebes,” ujarnya.

Terakhir Iwan mengingatkan, sasaran stunting lainnya yang juga penting yakni remaja putri dan pasangan calon pengantin, karena apabila calon pengantin secara fisik dan kesehatan tidak siap untuk menikah dan melahirkan maka muncul stunting baru.

“Jangan sampai ada keluarga yang menikahkan anak di bawah umur atau di bawah umur 19 tahun, kemungkinan ini bisa muncul stunting lagi,” pungkasnya.

Sekda Brebes Ir Djoko Gunawan MT menyampaikan, setelah launching ini harusnya ada semangat baru dari komponen masyarakat, tidak hanya pemerintah daerah, tapi sengkuyung bareng juga komitmen kuat penanggulangan stunting.

Baca juga  Epep Kendang New Kendedes, Buka Usaha Sampingan Baru

“Meskipun di tahun 2023 kita sudah cukup bagus, tapi tetap kita terus gelorakan serta semangatkan lagi di tahun 2024 ini,” ucapnya.

Sekda Brebes yang juga Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) mengatakan, stunting di Brebes masih di bawah target nasional yakni 14 persen. Target itu dapat dipenuhi jika menjadikan pola hidup dan gerakan bersama sebagai komitmen.

“Kegiatan yang sudah dilakukan diantaranya sosialisasi, Gerakan Atasi Stunting Peduli Donasi Telur (GASPOL), dan hari ini pencanangkan Gerakan Makan Bareng Bupati, sebagai pemenuhan gizi bagi anak baduta dan ibu hamil,” terangnya.

Diketahui, Gerakan Makan Bareng Bupati di Desa Tengki diikuti 26 orang, terdiri dari 18 Baduta dan 8 ibu hamil.
Fauzi

Share :

Baca Juga

Artikel

Tak bosan bosannya Personel Polsek melaksanakan Giat KRYD

Artikel

Babinsa Gayung Bersambut Hadiri Konsultasi Publik Pemanfaatan dan Pengambilan Permukaan Air di Wilayah Binaan

BERITA UTAMA

BUPATI MAS TAMAM LANTIK 106 PPPK NAKES, INGATKAN PELAYANAN KEPADA MASYARAKAT

Artikel

Hangat dan Penuh Makna, Kapolres Pulang Pisau Buka Puasa Sunah bersama Santri Ponpes Sabilalrasyad Mintin

Artikel

Personil Satbinmas tingkatkan sosialisasi nomor call center Polisi dan aplikasi pelayanan pengaduan Polres Pulpis melalui mobil Pos Polisi keliling

Artikel

Satlantas Polres Pulang Pisau Lakukan Penling, Upaya Kamseltibcarlantas

Artikel

Pelayanan Pagi Polsek Tarub, Bukti Kehadiran Polri di Tengah Masyarakat

BERITA UTAMA

Piket siaga Polsek Maliku Patroli komplek perkantoran