Home / Artikel / BERITA UTAMA / DAERAH / HUKRIM / INVESTIGASI / KESEHATAN / NEWS / Tag / Uncategorized

Jumat, 3 Januari 2025 - 22:52 WIB

CV, IKA MULYA CIPTA MANDIRI : Uang Proyek Lapangan, Senilai Rp,2,5 Miliar Lenyap

CV, IKA MULYA CIPTA MANDIRI : Uang Proyek Lapangan, Senilai Rp,2,5 Miliar Lenyap

CV, IKA MULYA CIPTA MANDIRI : Uang Proyek Lapangan, Senilai Rp,2,5 Miliar Lenyap

Sampang TargetNews.id Proyek pembangunan Lapangan Sepak Bola di Kabupaten Sampang senilai Rp2,5 miliar kini menjadi bahan gunjingan masyarakat, alih-alih menjadi fasilitas olahraga berkualitas,

proyek ini justru menyisakan deretan persoalan serius, yang lebih memalukan, proyek ini dinyatakan selesai melalui PHO meskipun masih penuh kekurangan.

Disporabudpar Sampang sebagai penanggung jawab dan kontraktor CV. IKA MULYA CIPTA MANDIRI, yang dikenal dengan sebutan “Sinyo”, kini jadi sorotan utama atas dugaan ketidakbecusan mereka.

Pantauan di lapangan menunjukkan fakta yang mengejutkan. Instalasi listrik untuk fasilitas lapangan sepak bola hingga kini belum terpasang, membuat lapangan ini tidak lebih dari pajangan kosong yang tak berguna.

Tidak hanya itu, kondisi rumput lapangan terlihat memprihatinkan. Penanaman asal-asalan tanpa perawatan menyebabkan sebagian besar rumput mati,

membuat lapangan ini jauh dari standar layak pakai. Sebuah proyek mahal yang hasilnya menyerupai “padang tandus”.

Drainase menggunakan U-DITCH yang dipasang asal-asalan juga menjadi sorotan. Jika hujan turun, lapangan ini bisa berubah menjadi kolam karena saluran air tidak berfungsi optimal.

Lebih buruk lagi, pemadatan sirtu di sisi barat dan timur lapangan menunjukkan kerja serampangan.

Baca juga  Media Mimbar Demokrasi Menggelar Acara "Senandung Dan Dakwah Menyambut Bulan Suci Ramadhan"Di Dukung LSM FPMI

Permukaan yang tidak rata bahkan lebih tinggi dari lapangan utama. Hal ini tidak hanya merusak estetika, tetapi juga membahayakan keselamatan para pemain. Apakah ini yang disebut proyek Rp2,5 miliar?

Yang membuat masyarakat geram adalah keputusan Disporabudpar dan kontraktor “Sinyo” untuk tetap melakukan PHO

meskipun kekurangan ini nyata di depan mata. Apakah ini bentuk kelalaian murni atau ada indikasi permainan anggaran? Fakta bahwa hingga kini tidak ada

penyelesaian menunjukkan bahwa proyek ini bukan sekadar tidak profesional, tetapi potensi skandal besar yang merugikan uang rakyat.

Gelombang kritik dan desakan kini menggema di kalangan masyarakat. Ketua Barisan Independen Nusantara (BIN), Arifin, turut angkat bicara. Ia menilai bahwa proyek ini sudah seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah daerah, khususnya Inspektorat Kabupaten Sampang.

“Kami meminta Inspektorat untuk segera melakukan audit khusus terhadap proyek ini. Kekurangan yang ada sangat

mencurigakan, dan jika ditemukan indikasi penyimpangan, maka harus ada langkah hukum yang tegas. Kami juga akan bersurat resmi ke Inspektorat untuk memastikan masalah ini ditangani dengan transparan,” tegas Arifin.

Baca juga  Gegara Perang Opini Antar Keluarga Terkait Pelaporan Kasus Penganiayaan Di Polrestabes Surabaya, Kinerja Kepolisian Jadi Sorotan

Masyarakat Geram, Desakan Meluas
Publik menuntut langkah tegas dari Pemerintah Kabupaten Sampang, di antaranya:

Disporabudpar Sampang segera bertanggung jawab atas kelalaian ini dan memaksa kontraktor “Sinyo” menyelesaikan pekerjaannya.

Audit khusus oleh Inspektorat untuk memastikan tidak ada penyelewengan anggaran.

Sanksi tegas bagi kontraktor “Sinyo” jika terbukti bermain-main dengan proyek ini.

Seorang warga menyindir tajam, “Ini proyek atau proyek-proyekan? Lapangan sepak bola atau kubangan kambing? Kalau begini caranya, lebih baik anggaran Rp2,5 miliar itu dibagikan langsung ke rakyat!”

Catatan Hitam untuk Pemerintah Sampang
Proyek ini menjadi potret nyata buruknya pengelolaan proyek daerah dan lemahnya pengawasan dari pihak Disporabudpar.

Di saat masyarakat berharap fasilitas yang layak, mereka justru disuguhkan hasil kerja ala kadarnya yang penuh cacat.

Jika tidak ada tindakan tegas dari pemerintah, maka ini bukan hanya persoalan proyek mangkrak, tetapi pengkhianatan terhadap kepercayaan rakyat. Pemerintah Kabupaten Sampang harus memilih: menyelamatkan proyek ini atau membiarkan namanya terjerembab dalam lumpur skandal?.(Macan Asia bersambung)

Share :

Baca Juga

Artikel

Hen Akui Sebagai Penampung Berbagai Merk Rokok Ilegal Dari Beberapa Bos Humas Bea Cukai : Kami Akan Segera Tindak Lanjut Dan Berkoordinasi Dengan Tim Berantas

BERITA UTAMA

Jangan Abay Terhadap Kejahatan Lingkungan Stop Karhutla

BERITA UTAMA

Koramil 17 Adimulyo adakan Halal’Bihalal bersama Anggota dan Persit secara sederhana.

BERITA UTAMA

Truk Overload Dicegat Sopir Diberi Teguran

Artikel

Sampaikan Pesan Kamtibmas Oleh personil Polsek Maliku Kepada Warga

Artikel

Program Bajaka Presisi Polres Pulang Pisau tidak hanya sasar anak anak saja yang disambangi

Artikel

Polres Pasuruan Gelar Cangkruk’an Kamtibmas dan Bhakti Sosial Ajak Warga Jaga Kondusifitas Jelang Hari Bhayangkara Ke-78

Artikel

Jum’at Bersih, Babinsa dan Ibu PKK Gotong Royong Bersihkan Lingkungan