Home / Artikel / BERITA UTAMA / DAERAH / HUKRIM / INVESTIGASI / KESEHATAN / NEWS / Tag / TNI-POLRI / Uncategorized

Sabtu, 22 Maret 2025 - 20:56 WIB

Nelayan Terhimpit! Bendahara HNSI Kubu Raya: Ini Bukan Persaingan, Tapi Ancaman Hidup!

Nelayan Terhimpit! Bendahara HNSI Kubu Raya: Ini Bukan Persaingan, Tapi Ancaman Hidup!

Nelayan Terhimpit! Bendahara HNSI Kubu Raya: Ini Bukan Persaingan, Tapi Ancaman Hidup!

TARGETNEWS.ID KUBU RAYA  22.03.2025 – Gelombang ikan impor semakin menggulung nelayan Kubu Raya ke tepian jurang kehancuran. Banjirnya ikan beku jenis Pacific Mackerel atau ikan salem di pasaran membuat harga ikan lokal terjun bebas, menenggelamkan harapan ribuan nelayan kecil yang menggantungkan hidup dari laut.

Bendahara DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kubu Raya, Busra Abdullah, menyuarakan keresahan yang makin dalam. Bagi nelayan, ini bukan sekadar persaingan, tetapi ancaman nyata terhadap keberlangsungan hidup mereka.

“Nelayan kita masih butuh dukungan. Jika pasar terus dijejali ikan impor, harga ikan lokal pasti tergerus. Bagaimana mereka bisa bertahan kalau hasil tangkapan mereka tidak lagi dihargai?” tegas Busra.

Baca juga  Terdakwa Go Andre Surya Minta Maaf Pada Keluarga Korban Lindawati

Tak hanya soal harga, Busra juga menyoroti aspek kesehatan ikan impor yang diragukan kualitasnya. Produk beku, penuh bahan pengawet, dan entah sudah berapa lama disimpan sebelum sampai ke meja makan masyarakat.

“Apakah ikan impor ini benar-benar aman dikonsumsi? Jangan sampai rakyat dicekoki ikan yang lebih murah tapi membahayakan kesehatan,” tandasnya.

Tak hanya nelayan, pedagang ikan seperti Bujang Ramalun pun ikut cemas. Pasar yang dibanjiri ikan dari luar daerah hingga impor membuat ikan lokal sulit bersaing.

“Kami pedagang memang tidak terlalu terdampak, tapi bagaimana dengan nelayan? Mereka harus berjuang di laut, bayar BBM mahal, tapi pas pulang harga ikan jatuh karena produk impor lebih murah,” keluh Bujang.

Baca juga  Danramil 04/Kra Hadiri Undangan Malam Puncak Candi Internal Expo 2023

Lebih parah lagi, ancaman tak hanya datang dari impor luar negeri. Ikan dari provinsi lain seperti Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah ikut menyerbu pasar Kalbar, mempersempit ruang gerak nelayan lokal.

Jika ini terus dibiarkan, nasib nelayan Kubu Raya akan semakin tenggelam. Mata pencaharian mereka terancam punah, dan pemerintah tak boleh tutup mata. Apakah kebijakan impor ini akan terus dibiarkan membunuh nelayan secara perlahan? Ataukah pemerintah akhirnya akan bangun dari tidur panjangnya dan bertindak tegas demi menyelamatkan rakyatnya sendiri?

Nelayan menunggu jawaban. Jangan sampai yang mereka dapat hanya janji-janji kosong!

(Reni)

Share :

Baca Juga

Artikel

Kapten Inf Subhan Resmikan Pendidikan Karakter Bela Negara di SMK Negeri 1 Barabai

Artikel

Dandim 1009/Tla Hadiri Penanaman Jagung Serentak Kuartal III Oleh Polres Tanah Laut

Artikel

Pembagian brosur Kamseltibcarlantas kepada pengendara sebagai sarana sosialisasi patuh berkendara

Artikel

Wujud Dharma Bakti Kepada Negara, Danmenart 2 Mar Hadiri Apel Besar Kebangsaan

Artikel

Jelang Hari Bhayangkara ke 78 Tahun, Polsek Pulau Raja Menggelar Bakti Sosial Kepada Masyarakat

Uncategorized

Cegah Kebakaran Hutan dan lahan, ini yang di lakukan Bhabinkamtibmas

Artikel

Wakomindo: Fokus pada Kompetensi Wartawan Sesuai UU Pers

BERITA UTAMA

Tanggap Bencana, Babinsa Koramil 1612-01/Ruteng Evakuasi Tanah Longsor