Kubu Raya TargetNews.id Info_PAS — Tembok tinggi dan jeruji besi tak selalu menjadi akhir dari sebuah perjalanan hidup. Bagi sebagian orang, justru di sanalah titik balik kehidupan bermula. Seperti yang terjadi di Lapas Pontianak, Jum’at (11/4), ketika seorang warga binaan memilih langkah besar dalam hidupnya: memeluk agama Islam dan mengikrarkan dua kalimat syahadat.
Pria yang sebelumnya dikenal dengan inisial (KA), kini resmi berganti nama menjadi Muhammad Hidayat. Prosesi penuh khidmat itu berlangsung di Masjid Miftahul Jannah Lapas Pontianak, dipimpin langsung oleh Abah Kartono dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Barat, dan disaksikan oleh Kalapas Pontianak, Mut Zaini, beserta para pengurus masjid dan warga binaan lainnya.
Dalam sambutannya, Kalapas Mut Zaini menegaskan pentingnya pembinaan rohani bagi para warga binaan sebagai bagian dari proses perbaikan diri. Ia menekankan bahwa keputusan untuk memeluk suatu agama harus lahir dari hati yang tulus, bukan tekanan.
“Agama bukan sesuatu yang bisa dipermainkan. Ini adalah jalan hidup yang harus dijalani dengan penuh kesungguhan, dengan niat yang murni dari dalam hati,” ujar Kalapas.
Dengan suara lantang namun penuh haru, KA mengucapkan syahadat di hadapan semua yang hadir:
“Saya bersaksi tiada Tuhan selain Allah, dan saya bersaksi bahwa Muhammad SAW adalah utusan Allah.”

Nama baru Muhammad Hidayat menjadi simbol dari langkah awalnya dalam menemukan cahaya hidayah di tempat yang tidak terduga. Kini, perjalanan barunya sebagai seorang muslim pun dimulai. Ia diharapkan dapat terus mendalami ajaran Islam, mulai dari tata cara salat, membaca Al-Qur’an, hingga nilai-nilai keimanan dan akhlak.
Kisah ini menjadi bukti bahwa hidayah bisa datang kapan saja dan di mana saja—bahkan dari balik jeruji besi. Dan bagi Muhammad Hidayat, hari ini bukan sekadar momen keagamaan, melainkan awal dari babak baru menuju kehidupan yang lebih bermakna.(reni)










