Home / Artikel / BERITA UTAMA / DAERAH / HUKRIM / INVESTIGASI / KESEHATAN / NEWS / Tag / Uncategorized

Jumat, 9 Mei 2025 - 09:03 WIB

Munas Apeksi 2025 Resmi Dibuka, di Iiringi Musik Tradisionsl dan Tari Remo

Munas Apeksi 2025 Resmi Dibuka, di Iiringi Musik Tradisionsl dan Tari Remo

Munas Apeksi 2025 Resmi Dibuka, di Iiringi Musik Tradisionsl dan Tari Remo

 

SURABAYA – TargetNews.ID Musyawarah Nasional (Munas) ke VII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) resmi dimulai pada Kamis (8/5/2025) kemarin di Grand City Convention Hall Surabaya.

Acara ini dihadiri oleh 98 wali kota dari seluruh penjuru Indonesia dan dibuka secara resmi oleh Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto.

Pembukaan Munas berlangsung meriah. Momen ini ditandai dengan pemukulan alat musik tradisional Tambur oleh Wamendagri bersama Wakil Gubernur Jawa Timur, Wali Kota Surabaya, serta Direktur Eksekutif Apeksi.

Kegiatan yang berlangsung 6-10 Mei 2025 di Surabaya dengan mengusung tema Dari APEKSI Untuk Negeri.

Dalam acara giat APEKSI 2025 ini, di iringi tari remo yakni aikon Jawa Timur, menurut keterangan sejarah, Awalnya, Tari Remo digunakan sebagai tarian pembuka pertunjukan Ludruk di Surabaya, kemudian dikenal sebagai “Reyoge Cak Mo” karena kesamaan gaya dengan Reog Ponorogo. Seiring waktu, tarian ini berkembang menjadi seni yang berdiri sendiri dan ditampilkan dalam berbagai acara, mulai dari upacara adat hingga acara resmi pemerintahan.

Baca juga  Setya Gunawan Deklarasikan Sebagai Calon Walikota Batu, Bersama WIB

Keindahan tari remo, tidak hanya kesan tegas pada ekspresi para penari tetapi juga keselarasan penggunaan selendang, gerak tangan, hentakan kaki, dan gelengan kepala seiring iringan musik gamelan. Dalam pola latihan anak-anak diajarkan kekuatan kaki dan tangan.

Pola lantai yang digunakan dalam tari Remo adalah pola garis lurus. Pola ini memberikan kesan kuat dan sederhana, sesuai dengan gerakan maskulin yang menggambarkan pangeran gagah berani. Garis lurus ini juga berfungsi untuk menempatkan dan membentuk kesatuan antar penari.

Baca juga  Cegah Kebakaran Hutan Dan Lahan, Bhabinkamtibmas Food Estate Lakukan Himbauan Karhutla

Pola lantai ini berfungsi untuk menempatkan dan membentuk kesatuan antar penari, serta memungkinkan mereka bergerak lebih leluasa.

Pola lantai dalam tari dapat dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu garis lurus (vertikal, horizontal, diagonal), dan garis melengkung. Pola lantai ini menentukan posisi penari dan membentuk komposisi yang indah dan dinamis dan sikap tubuh yang tegap dengan gerakan kaki yang rancak dan dinamis ditampilkan oleh anak-anak, merupakan bukti bahwa tari remo sudah ternam dalam sanubari masyarakat Jawa Timur.

Dalam patauan awak media ikut hadir Zahida Qolby Nadhiva bersekolah di SDN Perak Barat 4 dari Sanggar Tari Putra Bima Respati Surabaya – Jawa Timur. (red)

Share :

Baca Juga

Artikel

Lantik 1.999 Perwira Pertama Wakapolri Jadilah Pemimpin yang Bertakwa dan Menjadi Solusi Bagi Masyarakat

BERITA UTAMA

Polsek Kahayan Kuala Sisir Kawasan Bahaur Hilir, Tekan Potensi Kejahatan Jalanan dan Knalpot Brong

Uncategorized

Anggota Sabhara memberikan pesan Kamtibmas kepada warga

BERITA UTAMA

Apa yang di lakukan Sat Binmas Polres Pulpis dengan mobil Pos Polisi Kelilingnya, lihat disini.

Artikel

Sinergi Babinsa Koramil 1612-01/Ruteng, Dinkes, dan Puskesmas Cibal, Akselerasi Penemuan Kasus TBC melalui Skrining Aktif Mobile X-Ray

Artikel

Babinsa Kalipurwo Koramil 19/Kuwarasan Bersama Warga Kalideres Giatkan Kerjabakti

Artikel

Pemberantasan Kejahatan Transnasional Yang Terorganisir, Lemhanas RI Gelar FGD Di Polda Kalbar

BERITA UTAMA

Satlantas Polresta Palangka Raya Kembali Tertibkan Pengguna Knalpot Brong