TargetNews.id -Nganjuk — Suasana Alun-Alun dan Pendopo Kabupaten Nganjuk pada Senin pagi (17/10/2025) tampak berbeda. Puluhan anggota DPC Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) Kabupaten Nganjuk, bersama tokoh masyarakat dan aktivis LSM, berkumpul sejak pukul 09.00 WIB untuk melakukan ziarah dan tabur bunga di Makam Marsinah.
Kegiatan ini menjadi bentuk penghormatan atas penetapan Marsinah sebagai Pahlawan Nasional, serta pengingat bahwa perjuangan kemanusiaan selalu relevan bagi generasi hari ini.
Konvoi Damai Menuju Makam Marsinah
Tepat pukul 10.00 WIB, rombongan bergerak tertib menuju makam. Tanpa panggung megah maupun atribut besar, kegiatan ini tetap sarat pesan moral: masyarakat Nganjuk berkomitmen menjaga nilai perjuangan Marsinah agar tetap hidup dalam memori publik.
Turut hadir pula tokoh masyarakat Nganjuk, Bapak Marpaung, yang memberikan dukungan moral terhadap pelaksanaan kegiatan ini.
Sesampainya di lokasi, seluruh peserta melaksanakan hening cipta dan tabur bunga. Setiap kelopak bunga yang ditaburkan menjadi simbol bahwa perjuangan Marsinah tidak pernah hilang, dan nilai keberanian serta keadilan yang ia perjuangkan tetap dirawat bersama.
Ketua PJI Kabupaten Nganjuk menyampaikan pesan resmi terkait makna kegiatan ini. Dalam keterangannya, ia menegaskan:

Pengakuan negara terhadap Marsinah sebagai Pahlawan Nasional adalah langkah penting dalam sejarah perjuangan buruh dan kemanusiaan di Indonesia. Kegiatan hari ini adalah komitmen kami untuk menjaga nilai moral yang beliau perjuangkan. Marsinah bukan hanya bagian dari catatan masa lalu, tetapi inspirasi bagi masyarakat Nganjuk dan seluruh bangsa.”
Sementara itu, tokoh masyarakat Bapak Marpaung memberikan apresiasi atas kegiatan tersebut:
Apa yang dilakukan PJI Nganjuk hari ini sangat positif. Ini bentuk penghormatan sekaligus edukasi publik agar perjuangan Marsinah tetap dikenal generasi berikutnya. Saya mendukung penuh gerakan moral seperti ini.”
Bagi PJI Nganjuk, ziarah dan tabur bunga ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Ini adalah upaya menjaga memori, menguatkan nilai kemanusiaan, dan memastikan bahwa perjuangan Marsinah tetap mengalir dalam kesadaran kolektif masyarakat.
Jomsen Silitonga Kabiro Nganjuk.










