Home / BERITA UTAMA / DAERAH / HUKRIM / KESEHATAN / NASIONAL / Olahraga / Tag / Uncategorized

Sabtu, 31 Januari 2026 - 02:37 WIB

Lia Istifhama Dorong Labuan Bajo–Jawa Timur Terhubung, Pariwisata Tak Hanya Indah tapi Menghidupi

TargetNews.ID Jakarta — Di balik pesona biru laut Labuan Bajo dan megahnya gunung-gunung di Jawa Timur, tersimpan peluang besar untuk menggerakkan ekonomi masyarakat. Itulah yang menjadi perhatian Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, saat mendorong integrasi Labuan Bajo dan Jawa Timur dalam satu paket destinasi pariwisata nasional.

Gagasan tersebut disampaikan Lia saat berkunjung ke Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) di Jakarta. Dalam suasana dialog yang hangat, Lia berbincang dengan Direktur Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenparekraf, Dwi Marhen Yono, tentang bagaimana pariwisata tak hanya menjual keindahan, tetapi juga mampu menghidupi masyarakat di berbagai daerah.

Menurut Lia, wisatawan yang datang ke Indonesia seharusnya tidak berhenti di satu tempat. Dengan konektivitas yang baik, wisatawan Labuan Bajo dapat melanjutkan perjalanan ke Jawa Timur—menikmati matahari terbit di Bromo–Tengger–Semeru, budaya lokal, hingga kuliner khas daerah.

Baca juga  Babinsa Koramil 1612-01/Ruteng Melakukan pendampingan Pasien ODGJ di Kelurahan Wae Belang

“Pariwisata akan lebih berdampak ketika wisatawan tinggal lebih lama dan berinteraksi dengan banyak wilayah. Di situlah ekonomi lokal bergerak,” ujar Lia.

Dalam pertemuan tersebut, Dwi Marhen Yono menjelaskan bahwa pemerintah tengah menyiapkan kawasan Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) seluas sekitar 400 hektare sebagai kawasan wisata darat terintegrasi. Selama ini, mayoritas wisatawan Labuan Bajo masih didominasi aktivitas laut.

“Sekitar 82 persen wisatawan masih menikmati island hopping, sementara wisata darat baru 18 persen. Kawasan otorita ini disiapkan agar manfaat pariwisata lebih merata, tidak hanya di laut, tapi juga di daratan,” jelasnya.

Ia menegaskan pembangunan kawasan tersebut tetap menjaga alam. Hanya 20 persen lahan yang dimanfaatkan, sementara 80 persen lainnya dipertahankan sebagai ruang hijau dan kawasan konservasi.

Baca juga  Atasi Krisis Air Bersih di Musim Kemarau, Koramil 03/Tebas Bagikan Air Bersih kepada Warga Sungai Kelambu

Lia menilai pendekatan ini sejalan dengan semangat pariwisata berkelanjutan. Bagi Lia, pariwisata bukan sekadar angka kunjungan, melainkan tentang cerita, manusia, dan kesejahteraan.

“Integrasi Labuan Bajo dan Jawa Timur adalah upaya membangun ekosistem pariwisata yang saling menguatkan, agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Dwi Marhen yang juga mantan Kepala Dinas Pariwisata Banyuwangi melihat Jawa Timur memiliki posisi strategis sebagai simpul pariwisata nasional. Ia menyebut kebijakan quality tourism Kemenparekraf menargetkan wisatawan datang dengan pengalaman yang lebih bermakna, sekaligus meningkatkan rata-rata belanja wisatawan mancanegara dari USD 1.300 menjadi USD 2.000 pada 2030.

Dengan integrasi lintas wilayah, harapannya pariwisata Indonesia tak hanya dikenal indah, tetapi juga memberi kehidupan bagi banyak orang.

Anil

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Cegah Karhutla Bhabinkamtibmas sampaikan Maklumat Kapolda Kalteng

Uncategorized

Dukungan Wartawan Malut untuk Malut United, Laga Perdana Penuh Semangat

Artikel

Kepedulian dan Perhatian Komandan, Serahkan Bingkisan Natal Pada Anggota

Uncategorized

Ikut Berbelasungkawa, Babinsa Koramil 19/Kuwarasan Melayat Ke Rumah Duka

Uncategorized

Sambangi warga, Bhabinkamtibmas Sosialisasi Nomor Telepon Layanan Pengaduan ke warga

Uncategorized

Patroli Kibas Bendera, Kembali Digelar Sat Lantas Pada Daerah Rawan di Pulang Pisau

Uncategorized

Polsek Maliku Cegah Potensi Terjadinya TPPO dengan Laksanakan Penyuluhan dirumah Warga.

Uncategorized

Polsek Kahayan Tengah Laksanakan KRYD di Wilayah Hukumnya