Jatinegara Tegal,TargetNews.id -Upaya penanganan bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, terus dilakukan secara maksimal oleh jajaran Polres Tegal , pemerintah daerah, serta unsur relawan. Langkah terpadu ini di fokuskan pada evakuasi warga, pengamanan wilayah terdampak, distribusi bantuan logistik, dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah Kabupaten Tegal.
Berdasarkan data terbaru, sebanyak 900 unit rumah terdampak akibat pergerakan tanah yang terjadi sejak awal Februari. Dari jumlah tersebut, 405 rumah mengalami kerusakan berat, 190 rusak sedang, 96 rusak ringan, dan 164 masih dalam kondisi baik, serta tambahan 45 unit hasil pendataan pemerintah desa. Selain permukiman, kerusakan juga meliputi fasilitas sosial, pendidikan, tempat ibadah, serta infrastruktur jalan, jembatan, dan bendung irigasi. Sektor peternakan turut terdampak dengan total 2.346 ekor hewan ternak.
Jumlah pengungsi saat ini tercatat 654 kepala keluarga atau 2.546 jiwa yang tersebar di sejumlah titik pengungsian, termasuk majelis, sekolah, rumah warga, gedung serbaguna, hingga pondok pesantren. Untuk menjamin kebutuhan dasar, lima dapur umum terus beroperasi memproduksi ribuan porsi makanan setiap hari yang di distribusikan ke seluruh lokasi pengungsian.
Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasatyo menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana ini.
Personel kami disiagakan penuh untuk melaksanakan evakuasi, pengamanan, serta memastikan distribusi bantuan berjalan lancar. Kami juga melakukan patroli rutin guna menjaga keamanan rumah warga yang ditinggalkan,” ujarnya.
Selain pengamanan, personel di lapangan juga melaksanakan pengumpulan bahan keterangan guna memastikan pembaruan data situasi secara akurat dan terpusat. Sistem distribusi logistik dilakukan melalui satu pintu dari posko induk agar penyaluran bantuan tepat sasaran dan merata.
Di sisi lain, pemerintah daerah bersama instansi teknis tengah mempersiapkan relokasi hunian sementara di lahan seluas ±12 hektare di wilayah Desa Capar berdasarkan kajian geologi resmi. Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka menengah untuk memastikan warga terdampak dapat tinggal di lokasi yang lebih aman.
Polri menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat sampai kondisi benar-benar stabil. Sinergi lintas instansi, relawan, dan masyarakat menjadi kunci utama agar proses penanganan bencana berjalan cepat, terkoordinasi, dan humanis.(Fauzi/Targetnews.id)










