Home / BERITA UTAMA / DAERAH / HUKRIM / KESEHATAN / Tag

Senin, 16 Maret 2026 - 15:59 WIB

Menanamkan Nilai Kebangsaan, Senator Lia Istifhama Sosialisasikan Empat Pilar MPR RI di Surabaya

 

Senator Lia Istifhama Sosialisasikan Empat Pilar MPR RI di Surabaya, Bagikan Kisah Perjuangan Hidup

Surabaya – Senator Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) daerah pemilihan Jawa Timur, Lia Istifhama, menggelar kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan MPR RI kepada masyarakat di Gedung DPD RI Jawa Timur, Jalan Jemur Andayani 1 Surabaya, Minggu (15/3/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman masyarakat mengenai nilai-nilai fundamental kehidupan berbangsa dan bernegara yang meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika.

Dalam suasana yang hangat dan penuh interaksi, Lia Istifhama tidak hanya menyampaikan materi kebangsaan, tetapi juga berbagi pengalaman hidup yang sarat dengan pesan motivasi. Ia mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memahami bahwa keberhasilan tidak datang secara instan, melainkan melalui proses panjang yang penuh tantangan.

Di hadapan para peserta, Lia menceritakan perjalanan hidupnya sebelum menjadi anggota DPD RI. Ia mengungkapkan bahwa dirinya pernah berada dalam fase kehidupan yang tidak mudah, termasuk ketika menerima honor mengisi materi kegiatan dengan nominal yang sangat terbatas.

Menurutnya, pada masa tersebut ia pernah menerima honor sekitar Rp500 ribu untuk sebuah kegiatan. Meski nilainya tidak besar, baginya hal itu tetap menjadi bentuk kepercayaan yang harus dihargai.

Baca juga  Dilepas dengan Penuh Cinta dan Doa, Letkol Inf Budi Sanjaya Galih Akhiri Pengabdian di Kodim 1008/Tabalong

Ia menuturkan bahwa honor tersebut bahkan kerap dibagikan kepada rekan-rekan yang membantu jalannya kegiatan. Baginya, kebersamaan dan rasa saling mendukung menjadi bagian penting dari proses perjuangan.

“Ketika saya mengisi materi dalam sebuah kegiatan, terkadang honor yang diterima sekitar lima ratus ribu rupiah. Nilainya memang tidak besar, tetapi itu adalah bentuk kepercayaan. Dari situ juga bisa dibagikan kepada teman-teman yang turut membantu,” tuturnya dengan penuh refleksi.

Tidak hanya berbicara tentang perjalanan karier, Lia juga membagikan kisah personal mengenai kehidupan keluarganya yang pernah melalui masa-masa sulit.

Ia mengisahkan bahwa dalam suatu periode kehidupan, kondisi ekonomi keluarganya sempat berada pada titik yang sangat terbatas. Bahkan, ia pernah merasakan situasi ketika tidak ada uang di rumah, kecuali untuk membeli obat saat anaknya sakit.

Pengalaman tersebut, menurutnya, justru menjadi pelajaran penting bagi keluarganya tentang arti kesabaran, keteguhan, dan ketahanan dalam menghadapi ujian kehidupan.

Ia menilai bahwa pengalaman sulit dapat menjadi sarana pembelajaran bagi keluarga, khususnya bagi anak-anak, agar memahami bahwa kehidupan tidak selalu berada dalam kondisi nyaman.

“Ketika orang tua berada dalam kondisi yang baik, anak-anak perlu belajar bersyukur. Namun saat keluarga menghadapi kesulitan, mereka juga harus belajar bersabar dan memahami proses kehidupan,” ujarnya.

Baca juga  Jaga Kondusifitas, Satsamapta Polresta Palangka Raya ke Pos Kamling

Dalam pemaparannya, Lia juga menekankan pentingnya membangun pola pikir yang cerdas dan strategis dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam dunia politik.

Menurutnya, simpati dan kepercayaan masyarakat tidak bisa dibangun hanya dengan pendekatan materi. Kepercayaan publik justru lahir dari gagasan, integritas, serta kerja nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Ia menegaskan bahwa pemimpin yang dipercaya masyarakat adalah mereka yang mampu menghadirkan solusi, memiliki komitmen, serta konsisten memperjuangkan kepentingan rakyat.

Dengan pendekatan tersebut, hubungan antara pemimpin dan masyarakat tidak sekadar didasarkan pada kepentingan jangka pendek, melainkan pada komitmen bersama untuk membangun bangsa yang lebih baik.

Melalui kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan ini, Lia Istifhama berharap masyarakat dapat semakin memahami sekaligus mengamalkan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia juga mengajak seluruh peserta untuk terus menjaga semangat persatuan, memperkuat solidaritas sosial, serta tidak mudah menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Menurutnya, setiap kesulitan yang dihadapi manusia selalu memiliki jalan keluar selama seseorang memiliki tekad dan kemauan untuk terus berjuang.

“Kita harus memiliki prinsip untuk terus melangkah dan tidak mudah menyerah. Setiap kesulitan pasti ada jalan keluarnya jika kita tetap berusaha dan menjaga semangat,” pungkasnya.

Anil

Share :

Baca Juga

BERITA UTAMA

Antisipasi karhutla, Personil Sat Binmas Gencar Berikan Himbauan dan sosialisasi kepada warga pencari Ikan

BERITA UTAMA

Babinsa Koramil 1612-08/Macang Pacar Ikuti Pelaksananan Rapat Internal Re-Akreditasi Puskesmas Golo Welu

Artikel

Taklimat Awal Letkol Marinir Achmad Toripin Sebagai Danyonif 9 Marinir

BERITA UTAMA

Personel Sat Samapta laksanakan Giat Rawan Pagi

Artikel

Satuan Binmas Polres Pulang Pisau Sambangi Pos Security RSUD Pulpis Berikan Himbauan Kamtibmas

Artikel

Perangkat Desa Nyalabu Laok, Pamekasan Diduga Rangkap Jadi Guru Sekolah Negeri di Sampang

BERITA UTAMA

Satlantas Gelar Teguran Simpatik Kepada Pengendara Tak Gunakan Helm SNI

BERITA UTAMA

Personil Satbinmas Berikan himbuan kamtibmas sambangi petugas SPBU