Home / BERITA UTAMA / DAERAH / HUKRIM / NEWS / Tag

Kamis, 26 Maret 2026 - 22:36 WIB

Ketegasan BGN Suspend 1.528 SPPG, Program MBG Makin Berkualitas? Ini Apresiasi dan Catatan Lia Istifhama

SURABAYA – Langkah tegas pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) yang menghentikan sementara (suspend) 1.528 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menuai apresiasi dari Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama.

Kebijakan ini dinilai sebagai sinyal kuat bahwa pemerintah serius membenahi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar tetap berjalan sesuai standar kesehatan, keamanan pangan, dan tepat sasaran.

Sejak Januari 2025 hingga Maret 2026, sebanyak 1.528 SPPG di berbagai daerah terpaksa dihentikan sementara operasionalnya. Langkah tersebut menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program di lapangan.

Menurut Lia, kebijakan ini bukan sekadar penghentian, melainkan bentuk kontrol kualitas yang sangat diperlukan dalam program berskala nasional.

“Kami sangat mendukung langkah tegas BGN. Ini menunjukkan adanya perbaikan tata kelola dan keseriusan pemerintah dalam menjalankan program yang menyentuh langsung masyarakat,” ujar Lia.

Baca juga  Bareskrim Tangkap Buronan Kasus Penipuan Rp37 Miliar di Bandara Juanda

Lia menilai, kebijakan ini juga sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam memastikan setiap program sosial berjalan efektif, berkualitas, dan berdampak nyata.

Program MBG sendiri dinilai sebagai salah satu program strategis karena menyasar kebutuhan dasar masyarakat, khususnya dalam pemenuhan gizi.

Namun demikian, Lia mengingatkan bahwa perbaikan tidak boleh berhenti pada evaluasi administratif saja, melainkan harus disertai pengawasan berkelanjutan di lapangan.

Selain apresiasi, Lia juga memberikan catatan penting agar program MBG benar-benar menyasar kelompok yang paling membutuhkan.
Ia menegaskan prioritas penerima manfaat harus difokuskan pada:

– Kelompok ekonomi desil 1 (termiskin)
– Kelompok rentan desil 2–3
– Lingkungan pondok pesantren

Baca juga  Nilai Utang Rp368 Juta, Aset Rp3,17 Miliar, Ning Lia Soroti Sengketa Rumah Warga Surabaya

“Program ini sangat mulia, tetapi harus benar-benar tepat sasaran. Prioritas harus diberikan kepada masyarakat di desil satu hingga tiga, termasuk pondok pesantren,” tegasnya.

Kebijakan suspend terhadap SPPG dinilai sebagai momentum penting untuk memperkuat kualitas program secara menyeluruh.

Evaluasi yang dilakukan diharapkan mampu:
– Meningkatkan standar layanan gizi nasional
– Menjamin keamanan dan kualitas makanan
– Memastikan distribusi lebih adil dan tepat sasaran
– Memperkuat kepercayaan publik

Dengan kolaborasi antara pemerintah pusat, lembaga pelaksana, dan pengawasan berbagai pihak, Program MBG diharapkan tidak hanya berjalan luas, tetapi juga benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas hidup masyarakat Indonesia.

ANIL

Share :

Baca Juga

BERITA UTAMA

Gelar Jumat Curhat, Polsek Kahayan Kuala dengarkan Keluhan dan Harapan Masyarakat Desa Bahaur hilir Kec.Kahayan Kuala

BERITA UTAMA

Babinsa Koramil 1612-01/Ruteng Bersama Babinkamtibmas Bersinergi dalam Mediasi Permasalahan Diwilayahnya

Artikel

TNI dan Persit Turut Sumbangkan Darah di HUT ke-67 Kodam VI/Mulawarman

BERITA UTAMA

Peduli Sesama, Bhabinkamtibmas Kelurahan Menteng Salurkan Bantuan Sembako

BERITA UTAMA

Cegah Balapan Liar di Bulan Ramadhan, Satlantas Polresta Palangka Raya Gelar Blue Light Patrol

Artikel

Dankormar Dampingi Panglima TNI Dan Kapolri Cek Kesiapan Pasukan Pengamanan Pemilu

Artikel

Babinsa Koramil 04/Kra Bersama Destana Melaksanakan Kerja Bakti Pembersihan Tanah Longsor di Ds Wonorejo

Artikel

Kebakaran Lahan Kosong, Polres Tegal Kota Kerahkan Mobil AWC Bantu Padamkan Api