Home / Artikel / BERITA UTAMA / DAERAH / HUKRIM / KESEHATAN / NEWS / Tag

Kamis, 16 April 2026 - 07:00 WIB

Jaksa Minta Hakim Tolak Eksepsi Enam Terdakwa Korupsi Pelindo,

Surabaya, TargetNews.id Jaksa Penuntut Umum (JPU) meminta Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya menolak seluruh eksepsi enam terdakwa dalam perkara dugaan korupsi proyek pemeliharaan kolam Pelabuhan Tanjung Perak senilai Rp83 miliar. Permintaan tersebut disampaikan dalam sidang tanggapan eksepsi, Rabu (15/4/2026).

Jaksa I Nyoman Darma Yoga menilai keberatan yang diajukan tim penasihat hukum terdakwa tidak berdasar dan terlalu jauh masuk ke materi pokok perkara yang seharusnya diuji melalui pembuktian di persidangan.

“Semua materi perlawanan dari advokat para terdakwa tidak tepat dan tidak dapat diterima karena tidak didasari landasan hukum dan argumentasi yang kuat,” tegas I Nyoman Darma Yoga di ruang sidang Tipikor Surabaya.

Menurut jaksa, dalil-dalil yang disampaikan pihak terdakwa telah masuk dalam syarat materiil yang harus diuji dengan alat bukti di persidangan, seperti keterangan saksi, ahli, dokumen, hingga bukti elektronik sebagaimana diatur dalam Pasal 235 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2025 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana.

Baca juga  Sat Binmas Polres Pulang Pisau Melaksanakan Kegiatan Polisi RW

Jaksa juga menepis klaim terdakwa yang menyebut perkara tersebut sebagai sengketa administratif atau perdata. JPU menegaskan perkara tersebut merupakan dugaan tindak pidana korupsi yang harus diperiksa secara pidana.

“Perkara ini bukan sekadar sengketa administratif atau perdata. Jaksa meyakini ini merupakan tindak pidana korupsi,” tegasnya.

Dalam tanggapannya, jaksa juga menegaskan bahwa surat dakwaan telah disusun secara cermat, jelas, dan lengkap serta telah memenuhi ketentuan Pasal 143 ayat (2) KUHAP. Karena itu, JPU meminta majelis hakim menyatakan dakwaan sah dan perkara dilanjutkan ke tahap pembuktian.

“Meminta majelis hakim menolak seluruh eksepsi para terdakwa dan melanjutkan pemeriksaan perkara,” ujar jaksa.

Sebelumnya, enam terdakwa dalam perkara ini berasal dari PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional 3 dan PT Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS). Mereka adalah Ardhy Wahyu Basuki, Hendiek Eko Setiantoro, dan Erna Hayu Handayani dari Pelindo, serta Firmansyah, Made Yuni Christina, dan Dwi Wahyu Setiawan dari PT APBS.

Baca juga  Babinsa Koramil 15/Klirong Dampingi Serta Bantu Evakuasi Warga ODGJ Untuk Mendapatkan Perawatan Kesehatan

Dalam dakwaan, JPU mengungkap proyek pemeliharaan kolam pelabuhan periode 2023–2024 diduga dilakukan tanpa surat penugasan dari Kementerian Perhubungan, tanpa addendum perjanjian konsesi, serta tanpa melibatkan KSOP Utama sebagaimana ketentuan kerja sama.

Selain itu, tiga pejabat Pelindo juga diduga melakukan penunjukan langsung kepada PT APBS, meskipun perusahaan tersebut disebut tidak memiliki kapal keruk sebagai sarana utama pengerukan.

Proyek yang bernilai Rp83 miliar tersebut diduga menimbulkan kerugian negara dan kini tengah diperiksa dalam sidang di Pengadilan Tipikor Surabaya. Majelis hakim dijadwalkan akan membacakan putusan sela terkait eksepsi para terdakwa pada sidang berikutnya. @NUR.

Share :

Baca Juga

BERITA UTAMA

Pastikan Arus Lalin Lancar Satlantas Polres Pulang Pisau Gelar Pengaturan Pagi

Artikel

JAPAI dan KAKI Diskusi Publik Sikapi Indikasi Korupsi Dana Hibah Jatim Senilai Rp 355 Miliar APBD 2023

Artikel

Polres Batu Berhasil Ungkap Kasus TPPO Modus Adopsi Bayi

Artikel

Patroli Perairan Ditpolairud Polda Jatim Dukung Kelancaran Arus Mudik Pada Ops Ketupat Semeru 2024

BERITA UTAMA

MENJALIN SILAHTURAHMI, KOMANDAN PASMAR 3 IKUTI OLAHRAGA BERSAMA JAJARAN KORMAR

BERITA UTAMA

Pembina GKS Sekaligus Ketua Laskar Merah putih, Memberikan Apresiasi Kepada Syakirah Amalia yang berprestasi diterima di FKUI Jalur Prestasi.

Artikel

Melaksanakan kegiatan Apel Siaga On Call dan Penyampaian arahan dari Pimpinan kepada Anggota terkait tugas di lapangan

Artikel

Belasan Polisi Terluka Kena Lemparan Batu dan Petasan Saat Pengamanan Demo Tolak UU TNI di Surabaya