Home / Artikel / BERITA UTAMA / DAERAH / HUKRIM / KESEHATAN / NEWS / Tag

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:45 WIB

Politis Muda Lia Istifhama: Transformasi Digital Harus Ditopang Budaya Baca

SURABAYA – Kemajuan teknologi digital dinilai tidak akan membawa perubahan signifikan tanpa ditopang budaya literasi yang kuat. Pesan itu ditegaskan anggota DPD RI asal Jawa Timur Lia Istifhama saat menjadi narasumber podcast Hari Kartini di Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur, Rabu (29/4), dengan tema Perempuan sebagai Penggerak Literasi Keluarga Menuju Indonesia Emas 2045.

 

Menurut Lia, transformasi digital telah menjadi keniscayaan. Berbagai sektor telah beradaptasi, termasuk perpustakaan yang mampu bertahan dan berkembang melalui layanan berbasis digital sejak masa pandemi. Namun, ia mengingatkan bahwa teknologi hanyalah instrumen. Yang menentukan arah kemajuan bangsa tetaplah kualitas pengetahuan manusianya.

 

“Indonesia Emas 2045 bukan sekadar bicara bonus demografi atau pertumbuhan ekonomi. Negara besar adalah negara yang mampu mengelola pengetahuan. Dan itu tidak bisa dilepaskan dari budaya membaca,” ujar senator perempuan tersebut.

Baca juga  Turnamen Bola Voli Dandim Cup I Tahun 2026 Resmi Dibuka di Batang Alai Utara

 

Ia menyoroti rendahnya budaya baca di Indonesia yang masih menjadi tantangan besar. Padahal, menurut dia, generasi muda Indonesia memiliki potensi intelektual yang sangat besar. Potensi itu, kata Lia, harus diperkaya dengan literasi agar melahirkan generasi yang kritis, kreatif, dan adaptif menghadapi perubahan global.

 

“Pena lebih tajam dari pedang. Sebuah buku bisa membangun cara berpikir, memantik gagasan, lalu diimplementasikan menjadi karya nyata dalam kehidupan,” katanya.

 

Lia menambahkan, perempuan memiliki posisi strategis dalam membangun ekosistem literasi keluarga. Dari rumah, budaya membaca bisa ditanamkan sejak dini, sehingga transformasi digital tidak hanya menghasilkan generasi yang melek teknologi, tetapi juga bijak, berkarakter, dan berdaya saing global.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur Ir. Tiat S. Suwardi, M.Si menegaskan bahwa transformasi digital justru harus menjadi momentum memperluas budaya baca, bukan menjauhkan masyarakat dari buku dan pengetahuan yang berkualitas. Menurutnya, digitalisasi perpustakaan hari ini telah membuka akses literasi yang lebih inklusif, cepat, dan menjangkau berbagai lapisan masyarakat.

Baca juga  Jelang Idhul Adha, DPKP Brebes Gelar GPM

 

“Perpustakaan modern tidak lagi hanya identik dengan ruang baca konvensional. Kini perpustakaan harus menjadi ruang kreatif, ruang diskusi, ruang belajar, sekaligus pusat inovasi yang ramah generasi muda. Digitalisasi adalah pintu masuk, tetapi budaya membaca tetap fondasi utamanya,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, perempuan memiliki posisi kunci dalam menghubungkan transformasi digital dengan budaya literasi keluarga. Ketika ibu mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus tetap menanamkan kebiasaan membaca di rumah, maka akan lahir generasi yang tidak hanya cakap digital, tetapi juga memiliki kedalaman berpikir, karakter kuat, dan wawasan luas menuju Indonesia Emas 2045.

Anil

Share :

Baca Juga

BERITA UTAMA

Laporan SPI KPK Tahun 2022: Risiko Pungli Kabupaten Tegal Masih Tergolong Rendah

Artikel

Diduga Limbah Tetes di Tunggal Pager Bebas Beroperasi

Artikel

Bersama Para Jemaat Prajurit Menbanpur 3 Marinir Laksanakan Bersih-Bersih Gereja

BERITA UTAMA

Operasi Gabungan Polisi Berhasil Amankan Tersangka Pencuri Motor di Surabaya

BERITA UTAMA

Babinsa Koramil 19/ Kuwarasan Bantu Padat Karya P3-TGAI di Wilayah Binaannya

Artikel

Teguran Humanis Kepada Pengendara Sepeda Motor Yang tidak Menggunakan Helm.

Artikel

Tingkatkan Kapasitas Satlinmas Babinsa Parit Kongsi Latihkan Peraturan Baris- Berbaris

BERITA UTAMA

Prajurit Petarung Yonmarhanlan VI/Mks Mengikuti Apel Gabungan Bersama Instansi Pemerintah Kota Bau-bau