TEGAL,Targetnews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal menegaskan komitmennya dalam mendukung ekosistem kendaraan Listrik salah satunya akan menyiapkan sebanyak 222 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Kota Tegal pada bulan Agustus mendatang.
Selain itu, dalam rangka mendukung sumber daya manusia di bidang transportasi, Pemkot Tegal menandatangani kesepakatan bersama (MoU) antara Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan dalam rangka optimalisasi penyelenggaraan transportasi melalui pengembangan sumber daya manusia di bidang transportasi.
Penandatanganan MoU tersebut dilaksanakan saat rangkaian kegiatan seminar internasional kolaborasi industri, akademisi, dan pemerintah dengan tema yang sangat strategis:Kolaborasi Industri, Akademisi, dan Pemerintah dalam Membangun Kemandirian Energi dan Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional dalam rangka Dies Natalis ke-55 Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (PKTJ) Tegal, di Aula Puspita Kampus Perintis PKTJ Tegal, Sabtu (23/05/2026).
Atas nama Pemkot Tegal, saya menyambut baik dan mendukung jalinan kerja sama yang strategis ini. Langkah ini merupakan komitmen kita untuk memperkuat kapasitas SDM transportasi, mendukung transformasi transportasi nasional, dan membangun masa depan transportasi yang lebih berkelanjutan,” ungkap Walikota Tegal saat Opening Speech di seminar internasional tersebut.
Hadir Walikota Tegal Dedy Yon Supriyono, Kepala Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Darat Bambang Siswoyo, Kepala Badan Pengembangan SDM Perhubungan Suharto, Direktur PKTJ Tegal beserta jajaran, pimpinan instansi dan lembaga mitra, para dosen, taruna-taruni PKTJ, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya,Walikota Tegal, Dedy Yon Supriyono, menambahkan bahwa penandatanganan kerja sama antara Pemerintah Kota Tegal dengan PKTJ bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan langkah strategis untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam optimalisasi penyelenggaraan transportasi melalui pengembangan sumber daya manusia di bidang transportasi.
Kerja sama ini diharapkan mampu mendukung peningkatan kompetensi aparatur dan masyarakat, penguatan kapasitas kelembagaan, serta pengembangan inovasi di sektor transportasi yang aman, tertib, modern, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Walikota menegaskan, Kota Tegal sebagai kota jasa, perdagangan, dan transportasi membutuhkan dukungan berbagai pihak dalam mewujudkan sistem transportasi yang berkualitas dan berorientasi pada keselamatan. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan industri menjadi kunci dalam menjawab tantangan transportasi masa depan, termasuk percepatan pengembangan kendaraan listrik.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Tegal telah merencanakan pembangunan 222 charging station kendaraan listrik sebagai bentuk kesiapan daerah dalam mendukung ekosistem transportasi berbasis energi bersih.
Kota Tegal siap mendukung transformasi kendaraan listrik melalui penyediaan infrastruktur yang dibutuhkan, salah satunya dengan pembangunan SPKLU,” ujarnya.
Kepala Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Darat, Bambang Siswoyo, menyampaikan bahwa transformasi transportasi darat menjadi peluang besar bagi kemajuan transportasi indonesia, khususnya dalam pengembangan kendaraan listrik.
Transformasi transportasi darat menjadi peluang bagi transportasi Indonesia, khususnya kendaraan listrik. Dibutuhkan sinergi dan kolaborasi antara industri dan pemerintah. Melalui seminar ini diharapkan menjadi ajang diskusi dan pemberian ilmu, sekaligus Dies Natalis ke-55 PKTJ menjadi momen pengembangan ilmu dan kemajuan transportasi nasional,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan SDM Perhubungan, Suharto, dalam keynote speech-nya mengatakan bahwa kendaraan listrik kini menjadi kebutuhan utama sebagai bagian dari upaya penghematan energi di tengah meningkatnya biaya minyak.Kendaraan listrik menjadi kebutuhan utama dalam penghematan energi yang beriringan dengan naiknya biaya minyak. Transformasi kendaraan listrik akan menjadi jawaban. Kita berharap masing-masing kota menyiapkan infrastruktur listrik, dan saya mengucapkan terima kasih kepada Walikota Tegal yang telah menyediakan charging station kendaraan listrik,” ujarnya.
Melalui seminar internasional dan penandatanganan kerja sama tersebut, pemerintah Kota Tegal bersama PKTJ berharap dapat memperkuat kolaborasi antara industri, akademisi, dan pemerintah dalam membangun kemandirian energi serta ekosistem kendaraan listrik nasional, sekaligus mendukung terwujudnya sistem transportasi yang modern, aman, dan berkelanjutan.(Fauzi/Hms)










