TARGETNEWS.ID SIDOARJO – Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Surabaya di Medaeng kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung dunia pendidikan dan keterbukaan informasi publik. Sejumlah mahasiswa yang mengajukan izin penelitian diterima langsung oleh jajaran Rutan dengan pelayanan yang profesional, ramah, dan sesuai prosedur yang berlaku.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya Rutan Medaeng dalam membuka ruang kolaborasi dengan dunia akademik, khususnya dalam mendukung kegiatan pengumpulan data dan pengembangan kajian ilmiah di bidang pemasyarakatan.
Dalam suasana yang berlangsung hangat dan dialogis, para mahasiswa terlihat berdiskusi langsung dengan petugas terkait kebutuhan data penelitian. Interaksi tersebut mencerminkan bahwa lembaga pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada aspek pengamanan, tetapi juga memiliki peran sebagai mitra akademisi.
Melalui unggahan resmi Pemasyarakatan Jawa Timur, pelayanan terhadap mahasiswa ini disebut sebagai wujud komitmen menghadirkan layanan yang cepat, akuntabel, serta tetap berpedoman pada aturan yang berlaku.
Kepala Rutan Kelas I Surabaya, Tristiantoro Adi Wibowo, menyampaikan bahwa keterbukaan terhadap dunia akademik menjadi bagian penting dalam memperkuat transparansi dan kualitas layanan pemasyarakatan.
“Kami berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan yang profesional, terbuka, dan sesuai prosedur, termasuk dalam mendukung kegiatan penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa peneliti di lingkungan Rutan menjadi bagian dari upaya membangun sinergi positif antara lembaga pemasyarakatan dan dunia pendidikan.
Sementara itu, Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka. KPR) Kelas I Surabaya, Hengki Giantoro, menambahkan bahwa keterbukaan terhadap dunia akademik juga menjadi bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas layanan berbasis kajian ilmiah.
“Kami ingin setiap pelayanan berjalan sesuai prosedur, profesional, dan tetap memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk kalangan akademisi yang membutuhkan data untuk penelitian,” ujar Hengki.
Keterbukaan terhadap kegiatan penelitian dinilai penting sebagai jembatan antara dunia akademik dan praktik pemasyarakatan di lapangan. Melalui penelitian, diharapkan lahir berbagai masukan konstruktif untuk pengembangan sistem yang lebih baik ke depan.
Sementara itu, sinergi antara Rutan Kelas I Surabaya dengan berbagai pihak, termasuk akademisi dan insan media, terus diperkuat sebagai bagian dari upaya menghadirkan transparansi dan informasi yang akurat kepada masyarakat.
Dengan langkah ini, Rutan Medaeng tidak hanya dipandang sebagai tempat pembinaan warga binaan, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran yang terbuka bagi pengembangan ilmu pengetahuan serta peningkatan kualitas pelayanan publik.










