Home / BERITA UTAMA / DAERAH

Sabtu, 4 Juli 2026 - 13:12 WIB

ISNA Soroti Masih Lemahnya Pemenuhan Gizi Atlet, Siapkan Pelatihan Sport Diet dan Anti-Doping

Surabaya – Pemenuhan gizi atlet di Indonesia masih menjadi tantangan besar yang perlu mendapat perhatian serius. Kecukupan energi dan kalori dinilai sebagai fondasi utama dalam membentuk atlet yang sehat, bugar, dan mampu berprestasi di level nasional maupun internasional.

Ketua PP Indonesia Sport Nutritionist Association (ISNA), Dr. Mirza Hapsari Sakti Titis Penggalih, S.Gz., MPH., RD, mengatakan pembinaan atlet tidak cukup hanya berfokus pada latihan fisik dan peningkatan massa otot. Menurutnya, aspek pemenuhan gizi harus menjadi prioritas karena berpengaruh langsung terhadap performa, proses pemulihan, hingga kesehatan atlet.

“Masyarakat yang bugar akan melahirkan atlet berprestasi. Karena itu, pemenuhan energi dan gizi atlet harus menjadi perhatian bersama. Tanpa asupan yang memadai, performa atlet tidak akan optimal,” ujar Dr. Mirza dalam pemaparannya di Trans Luxury Surabaya, Sabtu (4/7/2026).

Ia menjelaskan, hingga kini masih banyak atlet yang belum memperoleh asupan makanan sesuai kebutuhan. Kondisi tersebut dipengaruhi beragam faktor, mulai dari perbedaan kemampuan penyelenggara di setiap daerah hingga belum meratanya pemahaman mengenai penyusunan menu dan kebutuhan energi atlet.

Baca juga  Rutinitas Personil polsek Kahayan kuala melaksanakan serah terima piket penjagaan mako polsek Kahayan kuala

Menurutnya, apabila kebutuhan gizi atlet dapat dipenuhi hingga sekitar 70–80 persen sesuai standar, maka kualitas pemenuhan energi akan meningkat secara signifikan dan berdampak pada peningkatan performa olahraga.

“Kami terus mendorong agar penyelenggara olahraga memiliki pemahaman yang sama mengenai angka kecukupan gizi, perencanaan menu, hingga pendampingan atlet. Ini menjadi investasi penting dalam mencetak prestasi olahraga Indonesia,” katanya.

Sebagai bentuk komitmen, ISNA terus memberikan pendampingan kepada berbagai pemangku kepentingan melalui penyusunan standar kebutuhan gizi, edukasi, serta pengawasan implementasi program gizi atlet.

Selain itu, ISNA juga menghadirkan dashboard edukasi yang diperbarui setiap bulan. Platform tersebut menjadi pusat pembelajaran bagi tenaga kesehatan, ahli gizi, dan praktisi olahraga untuk memperoleh informasi terbaru mengenai sport nutrition.

Baca juga  Babinsa Koramil 1612-06/Lembor Galang Sinergi dengan Masyarakat Malawatar

Dalam upaya meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, ISNA akan menggelar dua pelatihan nasional pada tahun ini. Pelatihan pertama berlangsung di Batam pada Agustus dengan fokus pada asuhan gizi atlet, mulai dari asesmen status gizi, penyusunan intervensi, hingga monitoring dan evaluasi.

Sementara itu, pelatihan kedua akan digelar pada September secara hybrid dengan tema anti-doping. Kegiatan tersebut berlangsung selama empat hari, terdiri dari dua hari pembelajaran daring dan dua hari praktik luring di Bandung.

“Harapan kami, semakin banyak tenaga kesehatan, ahli gizi, dan praktisi olahraga yang memiliki kompetensi di bidang sport nutrition dan anti-doping. Dengan demikian, kualitas pembinaan atlet Indonesia akan semakin profesional dan mampu mendukung lahirnya atlet-atlet berprestasi,” tutup Dr. Mirza.

(Anil)

Share :

Baca Juga

Artikel

Pembagian Brosur Kamseltibcarlantas kepada Pengguna Jalan

Artikel

Gandeng Pemadam Kebakaran, KPU Brebes Gelar Latihan Cegah Kebakaran

Artikel

Tingkatkan Profesionalitas Prajurit Batalyon Roket 2 Marinir Laksanakan Latihan PMDB Roket

BERITA UTAMA

Jadi Tuan Rumah Musywil Muhammadiyah dan Aisyiyah Jateng, Wali Kota Ucapkan Terima Kasih

Artikel

Pemkab Sidoarjo Gencar Gerakan Pangan Murah, Masyarakat Rasakan Manfaatnya

Artikel

Polsek Kahayan Kuala lakukan sosialisasi kepada warga terkait telah di bentuknya Tim Satgas Saber Pungli di Wilkum Polres Pulang Pisau

Artikel

Diduga Lahan Produktik Beralih Fungsi di Kecamatan muncar, ada apa dengan dinas pertanian kabupaten banyuwangi.??!

Artikel

Tanam 2.500 Bibit Pohon Pada Gerakan Gotong Royong Tangan Tuhan Menuju Brebes Berhias