MALANG – Anggota DPD RI Jawa Timur, Lia Istifhama, mengingatkan generasi muda agar tidak terjebak pada orientasi mengejar nilai akademik semata. Menurutnya, tantangan yang dihadapi pelajar saat ini menuntut hadirnya karakter yang kuat, kemampuan berpikir kritis, serta kepedulian terhadap persoalan sosial di lingkungan sekitar.
Pesan tersebut disampaikan Lia ketika menjadi pembicara dalam Seminar Nasional Musyawarah Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Jawa Timur yang berlangsung di BBPPMPV BOE Malang, Malang. Forum tersebut dihadiri para kader pelajar Muhammadiyah dari berbagai daerah di Jawa Timur sebagai bagian dari penguatan arah gerakan organisasi.
Dalam pemaparannya, Lia menilai pelajar memiliki peran strategis sebagai calon pemimpin masa depan. Karena itu, ia mendorong lahirnya generasi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki integritas, kecerdasan emosional, dan kemampuan beradaptasi menghadapi perubahan zaman.
“Pelajar Muhammadiyah harus mampu menjadi agen perubahan. Prestasi akademik penting, tetapi harus diimbangi dengan moral yang baik, daya pikir kritis, serta kepekaan terhadap kondisi masyarakat,” kata Lia.
Senator yang akrab disapa Ning Lia itu menjelaskan bahwa pembentukan karakter dimulai dari lingkungan keluarga. Menurutnya, keluarga menjadi tempat pertama menanamkan nilai toleransi, tanggung jawab, dan penyelesaian masalah secara bijaksana sehingga mampu membentuk pribadi yang matang.
Ia juga menilai sekolah memiliki tanggung jawab yang lebih luas dibanding sekadar memberikan materi pelajaran. Lembaga pendidikan harus menjadi ruang yang mampu membangun budaya berpikir, melatih kepemimpinan, serta membentuk kepedulian sosial peserta didik.
Dalam kesempatan itu, Lia mengajak kader IPM menerapkan empat nilai utama dalam kehidupan sehari-hari, yakni menyelaraskan ilmu dengan akhlak, memperkuat empati sosial, menjaga kestabilan emosi, serta terus membuka diri terhadap kolaborasi dan pertukaran gagasan.
Menurutnya, ilmu pengetahuan akan memberikan dampak nyata apabila digunakan untuk menghadirkan solusi bagi masyarakat. Oleh sebab itu, pelajar diharapkan mampu menjadi generasi yang membawa manfaat, bukan hanya bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi lingkungan, bangsa, dan negara.
Sementara itu, Ketua PW IPM Jawa Timur terpilih, Muhammad Yuda Wahyu Saputra, menyambut positif paparan yang disampaikan Lia. Ia menilai materi tersebut memperkaya perspektif kader IPM dalam menjawab tantangan zaman sekaligus memperkuat komitmen organisasi untuk terus melahirkan pelajar yang progresif, berintegritas, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman.
(Anil)










